Asisten dan Dewan Sepakat, RAL akan Dievaluasi Ulang

Dua tersangka penipu suplier sawit di Pelalawan berhasil ditangkap, Selasa (13/1)
Beritariau.com, Pekanbaru - Sebagai salah satu Badan Usaha Milik Darah (BUMD), PT Riau Air Line (RAL) akan dilakukan evaluasi ulang dalam menentukan sikap keberadaannya. Apalagi maskapai udara ini sudah beberapa tahun tak mengudara.
Seperti diungkapkan Ketua Komisi C, DPRD Riau, Aherson, Kamis (14/1), kalau pailit, ditetapkan sesui ketentan yang ada. Kalau masih bisa dikembangkan, akan dicarikan upaya pengembangannya.Hal ini diakui
"Kemarin, Asisten bersama kita sepakat untuk dilakukan evaluasi balik. Karena ini menyangkut saham daerah lain yang juga ada disana. Jadi tidak mungkin dibiarkan, dilepaskan atau didiamkan begitu saja mengenai keberadaan RAL ini", jelasnya.
Evaluasi dilakukan secara menyeluruh, kemudian di RUPS-kan (Rapat Umum Pemegang Saham) sehingga akan dketahui keadaan RAL itu bagaimana.
"Kalau pailit, kita nyatakan pailit tapi tentu ada mekanisme yang menetapkan itu. Kalau tidak, akankita hitung asset yang ada saat ini",jelasnya sembarimengatakan tidaksepertisaat ini yang didiamkan saja.
Sebagaimana yang dimaklumi, PT RAL ini sebelumnya sudah didisposisikan oleh DPRD Riau untuk "ditutup" saja karena selalu "menyusu" APBD Prpovinsi Riau dalam operasional tanpa ada deviden yang sudah berdiri tahun 2003 lalu.
Diperkirakan anggaran yang sudah "disuntikkan "berjumlah sekitar Rp 100 M. Pemegangang saham teresar dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Riau. Kemuda Kabupaten/Kota di Riau da beberapa Provinsi. [mcr]

