Firdaus : Tower Baja Akan Ditiadakan
Warga Sukajadi Laporkan PT Tower Bersama Ke Walikota Pekanbaru

Ilustrasi Menara Telekomunikasi Seluler | Beritariau.com 2014
Beritariau.com, Pekanbaru - Sekelompok warga Jalan Melati, Kecamatan Sukajadi mendadak mendatangai kantor Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru. Mereka berniat mengadukan persoalan langsung ke Walikota Pekanbaru Firdaus MT.
"Mau jumpa pak wali, karena kami merasa keberatan dengan pembangunan tower telekomunikasi yang ada di lingkungan kami. Padahal sudah ada surat penghentian pembangunan oleh Dihubkominfo Pekanbaru," kata Eka kepada wartawan, Kamis (28/08/2014).
Dari data kronologi yang diterima wartawan, warga tidak pernah menyetujui pembangunan menara telekomunikasi ini. Namun, pihak perusahaan (PT Tower Bersama) tetap melanjutkan pembangunan, bahkan dilakukan saat malam hari.
Anehnya, warga terkejut ketika mendengar pengakuan dari pihak perusahaan bahwa telah mendapatkan tanta tangan persetujuan dari warga. "Mereka mengaku dapat persetujuan dari warga, padahal bukan warga sekitar tower itu berdiri," kata Eka.
Dikonfirmasi soal laporan warga tersebut, Firdaus menyampaikan bahwa ada dua jenis tower. Yang pertama konvensional dan yang kamuflase. "Yang konvensional adalah tower baja. Inilah yang kita kurangi bahkan ditiadakan," ujarnya.
Pengurangan tower baja itu, menurut Firdaus, karena kota Pekanbaru sudah memiliki 600 menara/tower. Sedangkan tower baja ini tidak terlalu kuat menangkap frekuensi.
"Sekarang sudah ada 600 tower. Nanti kota kita, kayak hutan tower," ungkapnya kesal.
Untuk menghindari menjamurnya menara baja ini, Pemko Pekanbaru berencana akan membangun menara kamuflase yang dihubungkan dengan fiber optic.
"Karena itu, nanti dibuat tower kamuflase di bangunan, lampu jalan dan ramah lingkungan. Itupun tak menonjol dan bisa dipasang lebih banyak. Dihubungkan dengan fiber optik," terangnya.
Firdaus berjanji akan menindaklanjuti laporan warga. "Kita terima laporannya nanti akan kita proses," ujarnya. [mar]
"Mau jumpa pak wali, karena kami merasa keberatan dengan pembangunan tower telekomunikasi yang ada di lingkungan kami. Padahal sudah ada surat penghentian pembangunan oleh Dihubkominfo Pekanbaru," kata Eka kepada wartawan, Kamis (28/08/2014).
Dari data kronologi yang diterima wartawan, warga tidak pernah menyetujui pembangunan menara telekomunikasi ini. Namun, pihak perusahaan (PT Tower Bersama) tetap melanjutkan pembangunan, bahkan dilakukan saat malam hari.
Anehnya, warga terkejut ketika mendengar pengakuan dari pihak perusahaan bahwa telah mendapatkan tanta tangan persetujuan dari warga. "Mereka mengaku dapat persetujuan dari warga, padahal bukan warga sekitar tower itu berdiri," kata Eka.
Dikonfirmasi soal laporan warga tersebut, Firdaus menyampaikan bahwa ada dua jenis tower. Yang pertama konvensional dan yang kamuflase. "Yang konvensional adalah tower baja. Inilah yang kita kurangi bahkan ditiadakan," ujarnya.
Pengurangan tower baja itu, menurut Firdaus, karena kota Pekanbaru sudah memiliki 600 menara/tower. Sedangkan tower baja ini tidak terlalu kuat menangkap frekuensi.
"Sekarang sudah ada 600 tower. Nanti kota kita, kayak hutan tower," ungkapnya kesal.
Untuk menghindari menjamurnya menara baja ini, Pemko Pekanbaru berencana akan membangun menara kamuflase yang dihubungkan dengan fiber optic.
"Karena itu, nanti dibuat tower kamuflase di bangunan, lampu jalan dan ramah lingkungan. Itupun tak menonjol dan bisa dipasang lebih banyak. Dihubungkan dengan fiber optik," terangnya.
Firdaus berjanji akan menindaklanjuti laporan warga. "Kita terima laporannya nanti akan kita proses," ujarnya. [mar]

