Wow! Setelah Tabrak Sepeda Motor, Eprizon Nekat Ancam Polisi Pakai Samurai
Ilustrasi | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Pekanbaru - Ulah sopir mobil mini bus yang satu ini terbilang nekat. Setelah menabrak seorang pengendara sepeda motor hingga tewas, Eprizon (47) nekat mengancam akan bacok anggota polisi lalu lintas dengan samurai, Selasa (29/12) sore.
Warga yang geram pun langsung mengeroyok sang sopir hingga babak belur.
Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo Sik, Rabu (30/12) mengatakan, peristiwa kecelakaan lalu lintas ini terjadi di Jalan Lintas Pekanbaru-Bangkinang, KM 29, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, sekitar pukul 17.30 WIB.
Kasus ini berawal saat sepeda motor Yamaha Vega BM 5540 OX yang dikendarai Parji (30) warga Kampar, bergerak dari arah Pekanbaru menuju ke Bangkinang.
"Setibanya di KM 29 Desa Sei Pinang Kecamatan Tambang, datang dari arah yang berlawanan mobil Toyota Avanza BM 1682 NL yang disopiri oleh Eprizon, warga Kampar Utara, dengan kecepatan tinggi hendak mendahului kendaraan yang ada di depannya," ujar Guntur.
Pada saat itulah sopir Avanza kehilangan kendali atas kendaraannya, sehingga menabrak bagian depan sepeda motor yang dikendarai korban yang ada di depannya. Akibatnya, Parji terseret sejauh 15 meter dan tewas seketika.
"Mobil Avanza yang disopiri Aprizon langsung melarikan diri dari tempat kejadian perkara ke arah Pantai Cermin," katanya.
Petugas Lalu Lintas Unit Laka Lantas Polres Kampar yang sedang melaksanakan patroli langsung mengejar Aprizon. Sekitar 15 menit dilakukan pengejaran, Aprizon pun berhasil dihadang.
Namun bukannya menyerahkan diri, Aprizon keluar dari mobilnya malah membawa samurai ditangan dan mengancam akan membacokannya kepada polisi yang mencoba mengamankannya.
Warga yang melihat petugas polisi Lalu lintas diancam akan dibacok oleh pelaku, tak tinggal langsung menghajar pelaku hingga babak belur. Aprizon pun berhasil diamankan polisi.
"Ketika dilakukan penggeledahan, di mobil pelaku ditemukan botol minuman keras merk Contrue yang masih berisi seperempat botolnya. Diduga pelaku dipengaruhi miras saat mengendarai mobilnya," jelas Guntur.
Bahkan ketika dilakukan tes urine terhadap pengemudi dan dua wanita penumpang yang salah satunya istri dari pengemudi yakni, Meilisa Sri Wulandari (22) warga Perum Kuantan Regency Pekanbaru dan Dewi Manda Sari (25) warga Jalan Letnan Boyak Bangkinang, hasil tes urine positif mengandung Amphetamen.
"Ketiga orang itu, hasil tes urine positif mengandung (narkoba) Amphetamen," ujar Guntur.
Ketiganya pun langsung digelandang ke Mapolres Kampar beserta barang bukti, miras, samurai dan mobil Toyota Avanza, guna proses penyelidikan selanjutnya. "Kasus ini masih kita selidiki, mereka masih diperiksa secara intensif," pungkas Guntur. [pan]

