Harga Karet Terpuruk, Perekonomian Petani di Rohul Morat-marit

Ilustrasi | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Pasir Pangaraian - Perekonomian petani karet di Rokan Hulu (Rohul) dirasakan makin morat-marit. Karena para toke karet hanya mau membeli hasil panen mereka dengan harga yang rendah.
Seperti dikatakan Tono, salah satu petani karet di Rohul. Harga karet terus saja terpuruk di Rp 6.600/kg, bahkan ada yg hanya dihargai Rp 5.000/kg saja.
"Padahal harga sawit bagus, Di kisaran Rp 1.000 sampai Rp 2.000/kg. Tapi harga karet rendah," keluhnya, Selasa (22/12).
Dalam kondisi seperti ini, Tono dan petani karet lainnya harus mengetatkan ikat pinggang. Karena hasil dari penjualan karet setiap pekannya tidak mencukupi untuk kebutuhan kebutuhan hidup anak dan keluarganya.
"Sejak setahun terakhir ini belum juga bisa mendongkrak pendapatan petani akibat tidak pernah naiknya harga karet," tambahnya. [cp]

