Biadab ! Pelaku Perkosa Korban Dihadapan Orang Tua
Polisi Buru Perampok dan Pemerkosa ke Luar Daerah Inhu

Ilustrasi Pemerkosaan | Beritariau.com 2014
Beritariau.com, Pekanbaru – Kepolisan Resort (Polres) Kabupaten Indragiri Hulu hingga kini masih melakukan pengejaran terhadap pelaku perampokan dan pemerkosaan terhadap korban SA (49), dan anaknya JP (17) yang terjadi di Kecamatan Peranap Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Riau.
"Dari keterangan korban, kita mengantongi beberapa identitas pelaku, kita lakukan pengejaran ke luar daerah Indragiri Hulu," kata Kapolres Indragiri Hulu AKBP Aris Prasetyo saat di Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Riau, Jum'at (04/07/2014). Pihaknya mendapat sejumlah informasi terkait keberadaan pelaku, hal itu yang menjadi acuan untuk melakukan pengejaran.
Terkait gambaran kecurigaan terhadap tetangga korban yang menjadi pelaku perampokan disertai dengan pemerkosaan tersebut, Aris mengaku itu bisa saja terjadi. "Bisa saja seperti itu, namun tetap masih kita selidiki kebenarannya ya," terang Aris.
Ramai diberitakan sebelumnya, korban SA (49) yang berprofesi sebagai petani tersebut menjadi korban perampokan dirumahnya saat tengah tertidur pulas.
"Kasus ini terjadi pada Senin (01/07/2014) lalu sekitar Pukul 01.30 Wib dini hari menjelang sahur, di Blok C Desa P Wangi Kecamatan Peranap kabupaten Inhu, saat ini petugas tengah memburu para pelaku," kata Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo.
Data di kepolisian menyebutkan, peristiwa tersebut bermula saat SA tengah tertidur lelap dikejutkan dengan suara gaduh pintu rumahnya, yang didobrak oleh pelaku. Saat keluar kamar SA langsung ditodong senjata berupa sebilah parang oleh 4 pelaku menggunakan penutup wajah (Sebo).
Lalu korban disuruh tiarap oleh para pelaku ini. Mendengar suara ribut itu, istri korban MA (47) kelur dari kamar, dan saat itu istrinya juga ditodong senjata lalu disuruh tiarap agar tidak melakukan perlawanan.
Sebagian pelaku memeriksa kamar yang lain, disini pelaku melihat anak gadis SA beriniail JP (17 tahun) yang sedang tertidur pulas. Melihat paras cantik sang anak, para pelaku melampiaskan nafsu bejatnya dengan memperkosa JP dihadapan kedua orang tuanya.
Tak ayal SA sebagai ayah tak mampu melawan dan menyelamatkan kesucian anak gadisnya lantaran dia dan istrinya juga dibawah ancaman senjata tajam.
Usai melampiaskan nafsu bejatnya, pelaku menggiring JP ke ruang tengah dan menyuruh tiarap bersama kedua orang tua nya.
Melihat korbannya sudah dapat dikendalikan, Keempat pelaku ini selanjutnya memulai aksinya dengan mengobrak-abrik seisi rumah dan mengambil 1 buah mesin sainsaw, 1 buah ketam,1 buah dompet berisi uang Rp100 Ribu, dan 1 buah Handphone.
"Pelaku di perkirakan berjumlah 4 orang, dengan 2 orang diantaranya mengenakan Sebo penutup wajah. Korban sudah dimintai keterangannya, dan saat ini petugas tengah melakukan pencarian terhadap pelaku," pungkas Guntur. [pan]
"Dari keterangan korban, kita mengantongi beberapa identitas pelaku, kita lakukan pengejaran ke luar daerah Indragiri Hulu," kata Kapolres Indragiri Hulu AKBP Aris Prasetyo saat di Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Riau, Jum'at (04/07/2014). Pihaknya mendapat sejumlah informasi terkait keberadaan pelaku, hal itu yang menjadi acuan untuk melakukan pengejaran.
Terkait gambaran kecurigaan terhadap tetangga korban yang menjadi pelaku perampokan disertai dengan pemerkosaan tersebut, Aris mengaku itu bisa saja terjadi. "Bisa saja seperti itu, namun tetap masih kita selidiki kebenarannya ya," terang Aris.
Ramai diberitakan sebelumnya, korban SA (49) yang berprofesi sebagai petani tersebut menjadi korban perampokan dirumahnya saat tengah tertidur pulas.
"Kasus ini terjadi pada Senin (01/07/2014) lalu sekitar Pukul 01.30 Wib dini hari menjelang sahur, di Blok C Desa P Wangi Kecamatan Peranap kabupaten Inhu, saat ini petugas tengah memburu para pelaku," kata Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo.
Data di kepolisian menyebutkan, peristiwa tersebut bermula saat SA tengah tertidur lelap dikejutkan dengan suara gaduh pintu rumahnya, yang didobrak oleh pelaku. Saat keluar kamar SA langsung ditodong senjata berupa sebilah parang oleh 4 pelaku menggunakan penutup wajah (Sebo).
Lalu korban disuruh tiarap oleh para pelaku ini. Mendengar suara ribut itu, istri korban MA (47) kelur dari kamar, dan saat itu istrinya juga ditodong senjata lalu disuruh tiarap agar tidak melakukan perlawanan.
Sebagian pelaku memeriksa kamar yang lain, disini pelaku melihat anak gadis SA beriniail JP (17 tahun) yang sedang tertidur pulas. Melihat paras cantik sang anak, para pelaku melampiaskan nafsu bejatnya dengan memperkosa JP dihadapan kedua orang tuanya.
Tak ayal SA sebagai ayah tak mampu melawan dan menyelamatkan kesucian anak gadisnya lantaran dia dan istrinya juga dibawah ancaman senjata tajam.
Usai melampiaskan nafsu bejatnya, pelaku menggiring JP ke ruang tengah dan menyuruh tiarap bersama kedua orang tua nya.
Melihat korbannya sudah dapat dikendalikan, Keempat pelaku ini selanjutnya memulai aksinya dengan mengobrak-abrik seisi rumah dan mengambil 1 buah mesin sainsaw, 1 buah ketam,1 buah dompet berisi uang Rp100 Ribu, dan 1 buah Handphone.
"Pelaku di perkirakan berjumlah 4 orang, dengan 2 orang diantaranya mengenakan Sebo penutup wajah. Korban sudah dimintai keterangannya, dan saat ini petugas tengah melakukan pencarian terhadap pelaku," pungkas Guntur. [pan]

