Hubungkan 16 negara, Transmisi Proyek Kabel Bawah Laut tiba di Dumai

Hubungkan 16 negara, Transmisi Proyek Kabel Bawah Laut tiba di Dumai

Ilustrasi | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Jakarta - Transmisi untuk merampungkan proyek kabel bawah laut Southeast Asia – Middle East – Western Europe 5 (SEA-ME-WE 5) yang dikerjakan PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) bersama 19 Operator telekomunikasi kelas dunia lainnya, telah tiba di stasiun pendaratan kabel di Pantai Puak Kota Dumai pada 19 November lalu.

Proses pendaratan ini disaksikan oleh Director of Network and IT PT. Telekomunikasi Indonesia Internasional (Telin), Tulus Sudarsono, dan EVP Telkom Regional I, Teuku Muda Nanta.

Telkom menerangkan, sistem kabel bawah laut SEA-ME-WE 5 membentang dari Asia Tenggara, Timur Tengah hingga Eropa. Proyek yang membutuhkan kabel sepanjang 20.000 Km ini, akan menghubungkan 16 negara, yakni Indonesia, Singapore, Malaysia, Myanmar, Bangladesh, Sri Lanka, Pakistan, UAE (United Arab Emirates), Oman, Qatar, Djibouti, Saudi Arabia, Mesir, Turki, Italia, dan Perancis.

Sistem kabel bawah laut ini memiliki kapasitas sebesar 24 tera bit perdetik menggunakan teknologi 100G. Kabel bawah laut tersebut rencananya akan beroperasi pada bulan November 2016.

Presiden Direktur Telin ujar Syarif Syarial Ahmad mengatakan, mega proyek kabel aut SEA-ME-WE 5 dibangun oleh konsorsium yang beranggotakan 19 operator telekomunikasi kelas dunia yaitu  BSCCL (Bangladesh), CMI, CTG, China Unicom (Republik Rakyat China), Djibouti Telecom (Djibouti), du (UAE), Ooredoo (Qatar), Orange (France), MPT (Myanmar), Telin, Telkom, STC (Saudi Arabia), Singtel (Singtel), SLT (Sri Lanka), Telecom Italia Sparkle (Italy), TM (Malaysia), TTI (Turkey), TWA (Pakistan), dan Telecom Egypt.

"Dengan dibangunnya sistem kabel bawah laut SEA-ME-WE 5 ini, akan memperkuat posisi strategis Indonesia dalam penyediaan infrastruktur global menuju Indonesia sebagai The New Global Hub," kata Syarif, Selasa (24/22/15).

Keikutsertaan dalam konsorsium SEA-ME-WE 5 ini, tentu akan memperkuat posisi Telkom Group sebagai operator global yang saat ini juga telah ikut serta dalam konsorsium lain, yaitu Batam Singapore Cable System (BSCS), Dumai Malaka Cable System (DMCS), Asia America Gateway (AAG), Singapore Japan Cable System (SJC), Southeast Asia-United States (SEA-US), Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS), dan Indonesia Global Gateway (IGG) yang akan segera dibangun.

Sehingga Telkom Group akan memiliki infrastrutur kabel laut yang menghubungkan benua Eropa, Asia, dan  USA. [red]