Galeri Foto Wirid Rutin DPRD Kampar, Sekwan: Dalam Agama Semuanya Sama

Galeri Foto Wirid Rutin DPRD Kampar, Sekwan: Dalam Agama Semuanya Sama

H Syahrul Aidi Maazat, Lc, MA sedang memberikan tausyiah dalam acara wirid Rutin DPRD Kampar

Beritariau.com, Kampar – Untuk meningkatkan kembali rasa persaudaraan sesama pimpinan dan anggota maupun jajaran Staf DPRD Kabupaten kampar, Sekretariat DPRD Kabupaten kampar kembali melaksanakan Wirid Rutin. Kali ini, dilaksanakan di Mushollah Baitul Hikmah, Bangkinang, Senin, (23/11/15).
 
“Kita tak menyangka rupanya ada staf kita yang bisa baca seni Alqur'an. Walaupun staf kita ini adalah seorang pegawai honor, akan tetapi di dalam agama posisi kita sama-sama hanya sebagai Hamba Allah. Jadi untuk apa kita sombong meremehkan orang. Oleh karena itu, marilah kita pupuk kembali rasa kekompakan kita dalam bekerja dan juga aktif dalam penyelenggaraan wirid ini,” ungkap Sekretaris DPRD Kampar, Ramlah.
 
Selanjutnya, mewakili dari pimpinan beserta anggota DPRD, Habiburrahman mengungkapkan rasa terima kasih pada sekretaris dan panitia yang telah berbuat dan bekerja atas pelaksanaan acara ini. “Insyalah acara yang kita laksanakan ini bernilai ibadah di sisi ALLah SWT,” katanya.
 
Dalam Tausiah Wirid kali ini, H Syahrul Aidi, Lc, MA mengambil tema " Fiqih" tentang Ibadah. Disampaikannya, dalam agama Islam ada 4 komponen pokok. Yaitu; Pertama, Akidah, yang berhubungan dengan keyakinan yang ada dalam hati. Kedua, Ibadah, yang berhubungan dengan perbuatan manusia dengan Allah seperti : Sholat, Puasa, Zakat dan Haji. Ketiga, Muamalah yaitu berhubungan dengan manusia dan makhluk lainnya seperti :  hubungan dengan anak, istri tetangga dan lainnya misalnya tata cara berpakaian. Dan keempat, Akhlak yang merupakan hasil dari akidah, hasil dari ibadah dan hasil dari muamalah yang tepat.
 
“Tentang ibadah, dulu guru kita mengajarkan kepada kita dimulai tentang Bab thakhoroh, artinya : bersuci,” ungkap H Syahrul Aidi.
 
Dijabarkannya, bersuci itu ada 2 dimana 1diantaranya yakni Suci secara bathin. Suci secara bathin ini berupa suci dari dari syirik dan suci dari penyakit hati seperti iri, sakit hati dan memfitnah.
 
"Oleh sebab itu, marilah kita beramal didalam menjalankan ibadah kepada Allah dengan menuntut ilmu pengetahuan tentang aturan yang telah di tetapkan para Nabi, para ulama dan guru-guru kita,” katanya. [rls]