Ketebalan Turap Dikurangi
Turap Rp1,5 Milyar di Bagan Batu ambruk, warga sebut "asal jadi"

Salah Satu Bagian Turap di Kawasan Lancang Kuning Bagan Batu Rohil yang ambruk | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Rohil - Warga sekitar RT 01 RW 02 kawasan perumahan Lancang Kuning Kelurahan Bagan Batu Kecamatan Bagan Sinembah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) kecewa atas pembangunan Turap (Lioning) yang tampak asal jadi. Pasalnya, Turap yang dibangun dari APBD oleh Dinas Bina Marga Dan Pengairan Pemda Rohil mulai ambruk.
Pantauan Beritariau.com, Selasa (16/11/15) di lokasi proyek pembangunan Turap yang menelan anggaran sebesar Rp. 1.565.589.900, yang dikerjakan oleh perusahaan rekanan CV IDHAM itu, sepanjang 6 meter telah roboh. Warga sekitar menduga, pengerjaan Turap itu diduga kuat tak sesuai spesifikasi alias bestek yang ditentukan.
Jika dilihat, dari bagian pangkal persis di tepi jalan Lancang Kuning, tampak lebar dan tebal. Namun, saat disusuri ke bagian belakang ternyata ketebalannya semakin mengecil.
Belum jelas apakah materiilnya sengaja dikurangi atau sesuai spesifikasi. Namun, akibatnya, salah satu bagian turap termasuk pondasi yang terlihat dangkal itu ikut ambruk.‬
Salah Satu Bagian Turap di Kawasan Lancang Kuning Bagan Batu Rohil yang ambruk
‪
‪"Paling ada sepanjang ini, sekitar 30 centimeter galian pondasinya," kata P Gultom, warga sekitar yang tinggal persis disamping Turap, sambil memperlihatkan pergelangan tangan hingga ke lipatan siku saat mencontohkan ukuran lebar turap.
"Apa gak ambruk jadinya. Ini yang dibelakang rumah saya, inisiatif saya sendiri menimbun karena takut nanti ikut ambruk juga," sambungnya dihadapan sejumlah wartawan.‬
‪Selaku warga, Ia mengaku kecewa dengan hasil pengerjaan itu dan meminta agar dinas terkait untuk menindaklanjuti,‬
‪"Kalau seperti ya mana tahan lama. Saya minta dibongkar dan dibuat lagi yang lebih kuat biar tak cepat rusak," pintanya.‬
‪Ternyata, pengerjaan pembangunan yang terkesan asal jadi itu sebelumnya sudah disorot oleh warga. Warga pun sempat memberikan teguran kepada pihak CV Idham. Sayang, terguran itu tak diindahkan. Bahkan, sempat terjadi cekcok antara warga dengan pelaksana proyek.
"Saya sempat bertengkar sama orang yang mengawasi disini. Tapi tetap tidak dipedulikan teguran kami ini," ungkap Napit, warga lainnya kesal.‬ Ia pun mengecam keras proyek 'asal jadi' itu.
‪Terkait temuan ini, pejabat Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) di Dinas Bina Marga dan Pengairan yang menangani proyek Turap ini, Jaswadi, belum bisa dikonfirmasi. Komunikasi melalui nomor selulernya gagal karena tidak aktif. [bim]‬

