Karyawan BRI Bobol Rp 12,8 Miliar, Polisi Panggil Saksi Ahli

Karyawan BRI Bobol Rp 12,8 Miliar, Polisi Panggil Saksi Ahli

Ilustrasi | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Pekanbaru - Kepolisian Daerah (Polda) Riau terus mendalami kasus pembobolan Rp 12,8 miliar uang kas PT Bank Rakyat Indonesia Unit Sei Kijang Pelalawan oleh RK, karyawannya sendiri.

"Kita telah periksa sejumlah saksi ahli guna mendalami kasus tersangka RK, karyawan BRI. Ada saksi ahli pidana, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pihak Perbankan," terang Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo, Minggu (8/11) melalui selulernya.

Ia menjelaskan, audit BPKP terkait pembobolan nasabah tersebut turut menguatkan dugaan kerugian negara yang mencapai Rp12,8 miliar. Uang itu ditransfer oleh tersangka ke rekening fiktif atas nama MW dan rekening pribadinya serta rekening keluarga tersangka.

Uang tersebut bukan berasal dari rekening nasabah, melainkan dana kas BRI tempat dirinya bekerja. Pelaku yang pernah menjabat pelaksana tugas pimpinan cabang BRI ini, secara sengaja menjebol kata sandi Buku Besar atau "General Ledger" dan membobol dana kas dari tahun 2013-2015.

"RK melakukan aksinya sejak Juli 2013 hingga Februari 2015. Perpindahan dana dari rekening Bank BRI Unit Sei Kijang terjadi dari sejak 5 Juni 2013 hingga 4 februari 2015 sebesar Rp. 12.818.000.816 secara bertahap," kata Guntur.

Hasil pemeriksaan Hard Disk yang dilakukan CCIC Mabes Polri, bahwa pemindahan benar dilakukan menggunakan komputer teller unit Sei Kijang tersebut.

"Pada saat melakukan transfer, tersangka RK selalu menggunakan Mesin ATM yang terletak tidak jauh dari rumahnya di Jalan Arengka tepatnya di ATM BRI Indo Grosir Pekanbaru," jelas Guntur.

RK merupakan pegawai marketing terungkap pada Februari 2015 dimana dirinya yang telah mengajukan pengunduran diri kembali ke BRI Sei Kijang untuk kembali membobol dana kas dengan dalih mengambil bonus.

"Namun pada 2 Februari 2015 tersebut, RK justru kembasil berhasil membobol sebesar Rp4.509.590.509, dana itu yang paling besar dibobol pelaku. Dari situ kembali menguatkan kecurigaan petugas," jelasnya.

Petugas selanjutnya bekerjasama dengan Mabes Polri guna melacak yang menyimpulkan bahwa pemindahan benar dilakukan menggunakan komputer teller unit Sei Kijang, Pelalawan. [pan]