SPPI : Jika Satu Disakiti, Semua Ikut Merasa
Disakiti Syamsuar-Alfedri yang pro perusahaan, solidaritas buruh Siak dukung Suhartono-Syahrul

Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Siak - Dinilai tak punya kepedulian terhadap nasib para pekerja, Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Syamsuar-Alfedri nampaknya bakal kehilangan simpati baik suara maupun massa penggerak dari serikat buruh. Pasalnya, calon pertahana yang masih menjabat sebagai penguasa ini, dicap tidak pro terhadap eksistensi organisasi buruh. Akibatnya, kelompok buruh menarik dukungan dari pasangan nomor urut 1 ini.
Berubahnya haluan pilihan ini, bermula karena Syamsuar dinilai mengabaikan dan membiarkan 2 massa buruh terlibat bentrok yang mengakibatkan kerugian di masing-masing pihak. Padahal, sebagai Kepala Daerah, harusnya Syamsuar mengambil sikap tegas sesuai aturan yang berlaku.
"Syamsuar tak menjalankan aturan menurut regulasi yang ada. Buruh transport se Kabupaten Siak dan Buruh Perkebunan sepakat menarik kembali dukungan dari pasangan tersebut dan menyatakan diri mendukung pasangan Suhartono-Syahrul," ungkap Ketua DPD Federasi Serikat Pekerja Transport Indonesia (FSPTI) Provinsi Riau, Saut Sialoho, Selasa (27/10/15) sore.
Hal ini disampaikan Saut saat pertemuan di sebuah Restoran di Pekanbaru yang dihadiri sejumlah perwakilan pengurus organisasi buruh. Disini, seluruh kelompok buruh solid dan sepakat memenangkan pasangan nomor urut 2 tersebut.
"Saya minta kepada semua anggota FSPTI se Kabupaten Siak agar bekerja keras untuk memenangkan Suhartono-Syahrul. Jangan ada dusta di antara kita," tegas Saut lagi.
Wakil Ketua FSPTI Kabupaten Siak Nelson Manalu pun membeberkan alasan kekecewaan itu. Dijelaskannya, Pemerintah Daerah (Pemda) Siak yang notabene dipimpin oleh Syamsuar-Alfedri dinilai tak peduli terhadap nasib kaum buruh dan lebih berpihak kepada perusahaan.
"Kita sudah sepakat untuk menarik simpatisan dari semua kawan-kawan buruh transport se Kabupaten Siak. Untuk kedepannya, kami buruh tak ingin Siak ini dipimpin oleh pemimpin yang tak mampu menjalankan aturan yang ada dan tak peduli dengan nasib buruh," ketus Nelson.
Ditempat yang sama, Ketua Serikat Pekerja Perjuangan Indonesia (SPPI) Indra Gunawan, juga menilai banyak ketidakadilan di era kepemimpinan Syamsuar-Alfedri.
"Contohnya, ketidakadilan sangat dirasakan rekan-rekan kami di Serikat Pekerja Transport di PT.GAS. Dan kami mengambil sikap manarik dukungan dari Syamsuar-Alfedri.
Inilah solidaritas kami kaum buruh ini. Jika satu disakiti, semua ikut merasakan. Kami buruh hanya butuh pemimpin yang tegas. Bukan yang mengadu domba rakyat dan kaum buruh," kata Indra Gunawan.
Dijelaskan, dalam perseteruan yang terjadi di PT.GAS Kecamatan Kandis beberapa waktu lalu, serikat buruh menilai pemerintah Kabupaten Siak sengaja dibiarkan oleh Syamsuar tanpa menjalankan aturan yang ada. Akibat bentrok pun pecah di kalangan buruh. [red]

