Penabrak Kopda Dadi Berhasi Dibekuk di Palas

Ilustrasi | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Pekanbaru - Penabrak almarhum Kopda Dadi Nugroho akhirnya berhasil dibekuk petugas pada Senin (26/10) malam di Kelurahan Palas, Kota Pekanbaru.
Petugas bahkan sudah menemukan dan mengamankan satu unit mobil Toyota Kijang LGX warna hitam yang digunakan untuk menabrak tentara yang ditugaskan di Pekanbaru tersebut.
"Sudah (Diamankan,red) di daerah Palas. Kelakuannya keterlaluan, biadab. Saya ikut ke sana," ungkap Komandan Satgas TNI, Letkol infantri, Dwi Suharjo, Selasa (27/10).
Sementara itu Wakapolresta Pekanbaru, AKBP S Putut Wicaksono mengungkapkan pihaknya melalui jajaran Polsek Bukit Raya juga sudah memeriksa 7 orang saksi. Diantaranya ada dua orang saksi yang keterangannya mengarah kepada pelaku penabrakan.
"Dari 7 saksi yang diperiksa, dua di antaranya memberikan keterangan mengenai keberadaan mobil yang telah digunakan untuk menabrak korban," terangnya.
Sebelumnya, Komandan Korem 031/Wirabima Pekanbaru Brigjen TNI Nurendi meminta kepada pelaku yang menabrak dan melindas prajurit Kostrad Kopda Dadi Santoso di Purna MTQ Pekanbaru pada Senin (26/10) dini hari itu, segera menyerahkan diri kepada kepolisian.
Komandan Satgas Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Riau, usai melepas jenazah korban juga menjelaskan, Kopda Dadi merupakan anggota Batalyon Kesehatan (Yonkes) Divisi I Kostrad di Jakarta yang bertugas memberikan pelayanan kesehatan di Pekanbaru. Ia bertugas sebagai bagian penanganan kabut asap.
"Selama ini almarhum bertugas di Posko Kesehatan di area Purna MTQ yang memberikan pelayanan gratis kepada masyarakat. Kami keluarga besar Korem 031 Wira Bima serta turut berduka cita yang sedalamnya," ungkap Nurendi.
Almarhum Dadi meninggalkan satu orang istri dan satu orang anak. Hari ini juga, setelah upacara pelepasan di Markas Korem 031 Wirabima Pekanbaru, jasad Kopda Dadi dipulangkan ke kampung halamannya di Palembang, Sumatera Selatan dengan mengguna ambulance melalui jalan darat karena tidak ada penerbangan dari Pekanbaru ke kampungnya akibat kabut asap.
Menurut Nurendi peristiwa ini berawal saat sekelompok diduga preman dan geng motor dengan 5 sepeda motor dan satu mobil Panther membuat kegaduhan di dekat pos kesehatan. Pos kesehatan itu merupakan tempat tugas Kopda Dadi. Korban lantas mendatangi mereka dan menegurnya.
Sekelompok pria tersebut tak terima ditegur Kopda Dadi, dugaan penyelidikan sementara, salah seorang yang menggunakan mobil Panther dengan kaca gelap menabrak korban. Tak hanya itu, tubuh korban yang berada di bawah mobil dilindas dan diseret mobil hingga akhirnya tewas di lokasi kejadian. [pan]

