Polisi Mulai Curiga

Isu razia barang Ilegal, Toko Ponsel di Mal Pekanbaru dan Plaza Senapelan tutup, Polisi curiga

Isu razia barang Ilegal, Toko Ponsel di Mal Pekanbaru dan Plaza Senapelan tutup, Polisi curiga

Karyawan Salah Satu Toko Ponsel di Lantai II Plaza Senapelan saat Menutup Toko | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Pekanbaru - Seakan takut saat mendengar kabar razia barang ilegal alias "black market" besar-besaran di siang bolong, Senin (26/10/15) sekitar pukul 12.00, sejumlah toko seluler alias ponsel di Plaza Senapelan dan Mall Pekanbaru mendadak tutup.

Pantauan di pelataran lantai I dan II Plaza Senapelan di Jalan Teuku Umar, sejumlah toko ponsel sudah tutup. Namun, para penjaga toko baik pemilik dan karyawan tampak siaga berjaga-jaga di sekitar toko.

"Nanti kalau sudah aman, kita buka lagi," ucap seorang pria kepada temannya saat berdiri tepat di depan tokonya di Lantai II Plaza Senapelan.

Tak berapa lama, seorang rekannya datang. "Sudah aman," katanya sambil melintas.

 

Karyawan Salah Satu Toko Ponsel di Lantai II Plaza Senapelan saat Menutup Toko

 

Aksi para penjual ponsel di dua lokasi ini tampak mencurigakan. Mereka seakan takut saat mendengar kabar akan adanya razia walaupun belum jelas ini. Namun, tak semua toko menutup. Seorang pengelola toko service alias reparasi handphone justru mengaku tak takut.

"Akh, ngapain tutup bang. Saya ga ada kegiatan ilegal, ngapain takut," kata pria berambut gondrong yang menolak disebutkan namanya sambil asyik dengan kesibukan memperbaiki handphone milik pelanggannya.

Ia sendiri mengakui bahwa informasi akan adanya razia di lokasi ini sudah mulai tersiar sejak sepekan lalu. "Seminggu lalu sudah ada kabar. Semalam juga begitu. Tapi saya gak respon, saya kan gak ada jualan. Cuma service saja," katanya lagi.

Sementara itu, informasi lain terkait razia barang ilegal ini pun muncul. Terpetik kabar, tim dari Direktorat Jendral (Ditjen) Standarisasi dan Perlindungan Konsumen (SPK) Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI sedang di Pekanbaru melakukan kegiatan.

Meski belum jelas, namun, pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Riau dan Kota Pekanbaru bernada serupa. Mereka mengaku tak tahu.

"Wah, saya gak dapat kabar. Coba tanya ke Provinsi," kata Kabid Perdagangan Disperindag Kota Pekanbaru Masirba H Sulaiman kepada Beritariau.com.

Senada, Kepala Disperindag Provinsi Riau, Firdaus, juga mengaku tak tahu. "Biasanya sih diinformasikan ke kita kalau dari Ditjen SPK turun," ujarnya.

Terkait aksi penutupan massal yang dilakukan sejumlah toko-toko ponsel di Senapelan atas beredarnya isu akan ada razia barang ilegal alias blackmarket yang tak sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) ini, Kepolisian mulai curiga.

"Kok dapat isu saja sudah tutup mendadak. Ada apa yang dijual disitu," kata Wakapolres Kota Pekanbaru AKBP Sugeng Putut Wicaksono.

Sejauh ini, mantan Kapolres Siak ini mengaku belum ada informasi terkait kegiatan dari Kemendag yang melibatkan aparat kepolisian. "Belum ada masuk," ungkapnya.

Terpisah, Pengelola Plaza Senapelan, Akian, yang dihubungi ke nomor selulernya terkait pengawasan dan izin usaha dari para penyewa toko, tak kunjung merespon. [red]