Cerita Warga Pematang Jaya Indragiri Hulu
Warga : Katanya Sudah Merdeka, Jalan Desa Dihancurkan PT Inecda Perusahaan Korea

Jalan Desa di Kabupaten Inhu Diduga Dirusak Perusahaan Asal Korea | Beritariau.com 2014
Beritariau.com, Rengat - Hari Kemerdekaan mestinya dinikmati seluruh warga negara di Indonesia. Tapi hal itu tak dirasakan warga Pematang Jaya kecamatan Rengat Barat kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), masyarakat mengeluhkan rusaknya jalan sepanjang 1 kilometer.
Jalan aspal yang menghubungkan antara Desa Kotalama dengan Desa Pematang Jaya tersebut hancur dan kerap membuat mobil terpuruk dan warga yang melintasi dengan sepeda motor sering terjatuh.
"Jalan yang diaspal menggunakan APBD Inhu ini hancur karena selalu dilintasi kenderaan bertonase tinggi yang mengangkut hasil CPO dari PKS PT Inecda, perusahaan milik Korea group PT SNG," ujar Ketua DPD Laskar Melayu Riau, Kabupaten Inhu, Herman Syukur, Minggu (17/08/2014).
Menurut Herman, jalan tersebut setiap hari dilalui truk tanki yang mengangkut hasil minyak sawit dari PT Inecda. Selain truk tanki, truk tronton yang mengangkut pupuk PT Inecda juga saban kali lewat di jalan tersebut.
Sebelum jalan itu hancur total, selama bertahun - tahun jalan tersebut rusak parah, kondisi jalan berlobang, seluruh aspal di sepanjang jalan pecah. Bahkan, belakangan aspal di jalan itu sudah tidak terlihat lagi. Jalan itu kembali menjadi jalan tanah.
"Tak nampak lagi aspal di bagian jalan itu, sudah jadi jalan tanah. Ini karena ditimbun pihak PT Inecda pakai tanah untuk menutupi kerusakan jalan tersebut," ungkap Herman bersama puluhan warga Bukit Selasih lainnya.
Dia berharap Pemkab Inhu agar menindak pihak PT Inecda agar tidak melintasi jalan Bukit Selasih. Sebab, sambung Herman, jika jalan itu masih saja dilintasi truk bertonase tinggi dari PT Inecda, maka akan selamanya jalan itu mengalami rusak parah.
Hal senada diungkapkan Efendi, warga Bukit Selasih, menurutnya masyarakat merasa kemerdekaan Negara Indonesia belum seutuhnya dinikmati.
"Seharusnya kami dapat menikmati kemerdekaan dengan fasilitas jalan yang dibangun Pemerintah untuk rakyat, tapi ini malah sebaliknya, kami dijajah Perusahaan asal Negara Korea," keluh Efendi.
Sementara itu, Humas PT Inecda Joko Dwiyono belum bisa dikonfirmasi mengenai kerusakan jalan tersebut. [pan]
Jalan aspal yang menghubungkan antara Desa Kotalama dengan Desa Pematang Jaya tersebut hancur dan kerap membuat mobil terpuruk dan warga yang melintasi dengan sepeda motor sering terjatuh.
"Jalan yang diaspal menggunakan APBD Inhu ini hancur karena selalu dilintasi kenderaan bertonase tinggi yang mengangkut hasil CPO dari PKS PT Inecda, perusahaan milik Korea group PT SNG," ujar Ketua DPD Laskar Melayu Riau, Kabupaten Inhu, Herman Syukur, Minggu (17/08/2014).
Menurut Herman, jalan tersebut setiap hari dilalui truk tanki yang mengangkut hasil minyak sawit dari PT Inecda. Selain truk tanki, truk tronton yang mengangkut pupuk PT Inecda juga saban kali lewat di jalan tersebut.
Sebelum jalan itu hancur total, selama bertahun - tahun jalan tersebut rusak parah, kondisi jalan berlobang, seluruh aspal di sepanjang jalan pecah. Bahkan, belakangan aspal di jalan itu sudah tidak terlihat lagi. Jalan itu kembali menjadi jalan tanah.
"Tak nampak lagi aspal di bagian jalan itu, sudah jadi jalan tanah. Ini karena ditimbun pihak PT Inecda pakai tanah untuk menutupi kerusakan jalan tersebut," ungkap Herman bersama puluhan warga Bukit Selasih lainnya.
Dia berharap Pemkab Inhu agar menindak pihak PT Inecda agar tidak melintasi jalan Bukit Selasih. Sebab, sambung Herman, jika jalan itu masih saja dilintasi truk bertonase tinggi dari PT Inecda, maka akan selamanya jalan itu mengalami rusak parah.
Hal senada diungkapkan Efendi, warga Bukit Selasih, menurutnya masyarakat merasa kemerdekaan Negara Indonesia belum seutuhnya dinikmati.
"Seharusnya kami dapat menikmati kemerdekaan dengan fasilitas jalan yang dibangun Pemerintah untuk rakyat, tapi ini malah sebaliknya, kami dijajah Perusahaan asal Negara Korea," keluh Efendi.
Sementara itu, Humas PT Inecda Joko Dwiyono belum bisa dikonfirmasi mengenai kerusakan jalan tersebut. [pan]

