Undang Kepala Desa Termuda di Riau
Peringati HUT 25 Tahun, PMKRI Pekanbaru Gelar Diskusi Kepemimpinan Pemuda
Lambang Organisasi Perhimpunan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia (PMKRI) | Beritariau.com 2014
Beritariau.com, Pekanbaru - Berangkat dari kemampuan intelektual, sikap dinamis dekat dengan perubahan serta budi pekerti yang tertanam dalam diri seorang pemuda, maka demokrasi di Indonesia mampu menjawab kebutuhan bangsa.
Hal tersebut dikatakan Staf Khusus Kementerian Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Kemenakertrans) Ir Anton Doni Dihen pada seminar bertemakan "Menata Peran dan Kualitas Pemuda dalam Mengawal Demokrasi Baru" dalam rangka Perayaan Dies Natalis Pesta Perak 25 Tahun Perhimpunan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Pekanbaru "Sanctus Albertus Magnus" di Ballroom Hotel Ratu Mayang Garden Jalan Jenderal Sudirman No 11, Sabtu (16/08/2014).
Dikatakan Anton, melatih kepemimpinan pemuda menjadi syarat mutlak. Tugas terakhir adalah menempatkan pemuda yang berkualitas untuk memimpin suatu organisasi maupun daerah seperti Desa atau Kelurahan.
"Jika sudah demikian, kualitas pemuda yang kompeten akan menjadi daya saing kita dengan bangsa lain," kata Anton.
Seminar yang menghadirkan Agung Pambudhi Wakil Ketua Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) sekaligus Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) dan Ilham Rahmani Kepala Desa (Kades) Sungai Kuning Kecamatan Tandun Kabupaten Rokan Hulu sebagai salah satu Kades Termuda di Provinsi Riau yang menjabat diusia 26 tahun.
Dalam paparannya, Kades Sungai Kuning ini, menyatakan bahwa dalam memimpin desa nya. Pendekatan musyawarah lebih dikedepankan.
"Meski saya mengecap pendidikan Strata I di Perguruan Tinggi, namun dalam membangun Desa, karena saya masih muda, kemampuan pendekatan personal dibarengi manajemen pemerintahan lebih dominan saya pakai. Bagaimana kita bisa bekerja sesuai peraturan dan bisa memakmurkan Desa," ungkap Ilham Rahmani, Alumni Universitas Islam Negeri (UIN) Suska Pekanbaru ini.
Cerita Kades ini, kehadirannya dalam seminar ini dapat disebut kebetulan. "Kalau saya menganggapnya hikmah. Karena, baru beberapa minggu yang lewat saya ikut meresmikan Gereja Katholik di Desa saya. Ada Uskup marga Situmorang dari Padang juga hadir saat itu," kata Ilham.
Sementara itu, terkait kepemimpinan terutama di Desa, dikatakan Agung Pambudhi menyatakan memang sudah saatnya Desa juga dipimpin oleh orang yang memiliki kemampuan yang cakap. Selain itu, dibutuhkan juga kecakapan supaya tidak keliru menerapkan dan membuat aturan desa.
"Banyak peraturan desa (perdes) yang kami tangani semuanya bertentangan dengan peraturan diatasnya. Kepala Desa yang memimpikan terbangunnya infrastruktur desa dan rakyat yang makmur harus dibarengi dengan faktor tersebut," kata Agung.
Dalam kesempatan itu juga, anggota DPRD Kota Pekanbaru Terpilih periode tahun 2014 - 2019 dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Ruslan Tarigan mengatakan bahwa, PMKRI telah nyata memberikan kontribusi pemikiran yang konkrit untuk kemajuan bangsa dan negara.
"Berangkat dari "image" inilah saya berbangga hati bisa hadir di forum ini. Kontribusi pemikiran ini sangat baik juga diterapkan di daerah," kata Ruslan. Selain Ruslan, Manadus Sitanggang, Anggota DPRD Kabupaten Simalungun juga turut hadir.
Sementara itu, Ketua Umum Presidium Pusat PMKRI Lidya Natalia Sartono mengatakan bahwa diusia PMKRI yang cukup matang ini masyarakat bisa melihat apakah kita adalah organisasi mahasiswa yang gampang ditarik-tarik untuk kepentingan tertentu.
"Organisasi ini sangat menjaga prinsip dan kewibawaannya dalam melakukan gerakan. Karena ini organisasi yang selalu belajar dari dinamika dan paradigma baru. Saya harap 25 Tahun PMKRI bergerak di Pekanbaru semakin matang dalam melakukan gerakan," ujar Lidya. (*)
Hal tersebut dikatakan Staf Khusus Kementerian Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Kemenakertrans) Ir Anton Doni Dihen pada seminar bertemakan "Menata Peran dan Kualitas Pemuda dalam Mengawal Demokrasi Baru" dalam rangka Perayaan Dies Natalis Pesta Perak 25 Tahun Perhimpunan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Pekanbaru "Sanctus Albertus Magnus" di Ballroom Hotel Ratu Mayang Garden Jalan Jenderal Sudirman No 11, Sabtu (16/08/2014).
Dikatakan Anton, melatih kepemimpinan pemuda menjadi syarat mutlak. Tugas terakhir adalah menempatkan pemuda yang berkualitas untuk memimpin suatu organisasi maupun daerah seperti Desa atau Kelurahan.
"Jika sudah demikian, kualitas pemuda yang kompeten akan menjadi daya saing kita dengan bangsa lain," kata Anton.
Seminar yang menghadirkan Agung Pambudhi Wakil Ketua Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) sekaligus Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) dan Ilham Rahmani Kepala Desa (Kades) Sungai Kuning Kecamatan Tandun Kabupaten Rokan Hulu sebagai salah satu Kades Termuda di Provinsi Riau yang menjabat diusia 26 tahun.
Dalam paparannya, Kades Sungai Kuning ini, menyatakan bahwa dalam memimpin desa nya. Pendekatan musyawarah lebih dikedepankan.
"Meski saya mengecap pendidikan Strata I di Perguruan Tinggi, namun dalam membangun Desa, karena saya masih muda, kemampuan pendekatan personal dibarengi manajemen pemerintahan lebih dominan saya pakai. Bagaimana kita bisa bekerja sesuai peraturan dan bisa memakmurkan Desa," ungkap Ilham Rahmani, Alumni Universitas Islam Negeri (UIN) Suska Pekanbaru ini.
Cerita Kades ini, kehadirannya dalam seminar ini dapat disebut kebetulan. "Kalau saya menganggapnya hikmah. Karena, baru beberapa minggu yang lewat saya ikut meresmikan Gereja Katholik di Desa saya. Ada Uskup marga Situmorang dari Padang juga hadir saat itu," kata Ilham.
Sementara itu, terkait kepemimpinan terutama di Desa, dikatakan Agung Pambudhi menyatakan memang sudah saatnya Desa juga dipimpin oleh orang yang memiliki kemampuan yang cakap. Selain itu, dibutuhkan juga kecakapan supaya tidak keliru menerapkan dan membuat aturan desa.
"Banyak peraturan desa (perdes) yang kami tangani semuanya bertentangan dengan peraturan diatasnya. Kepala Desa yang memimpikan terbangunnya infrastruktur desa dan rakyat yang makmur harus dibarengi dengan faktor tersebut," kata Agung.
Dalam kesempatan itu juga, anggota DPRD Kota Pekanbaru Terpilih periode tahun 2014 - 2019 dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Ruslan Tarigan mengatakan bahwa, PMKRI telah nyata memberikan kontribusi pemikiran yang konkrit untuk kemajuan bangsa dan negara.
"Berangkat dari "image" inilah saya berbangga hati bisa hadir di forum ini. Kontribusi pemikiran ini sangat baik juga diterapkan di daerah," kata Ruslan. Selain Ruslan, Manadus Sitanggang, Anggota DPRD Kabupaten Simalungun juga turut hadir.
Sementara itu, Ketua Umum Presidium Pusat PMKRI Lidya Natalia Sartono mengatakan bahwa diusia PMKRI yang cukup matang ini masyarakat bisa melihat apakah kita adalah organisasi mahasiswa yang gampang ditarik-tarik untuk kepentingan tertentu.
"Organisasi ini sangat menjaga prinsip dan kewibawaannya dalam melakukan gerakan. Karena ini organisasi yang selalu belajar dari dinamika dan paradigma baru. Saya harap 25 Tahun PMKRI bergerak di Pekanbaru semakin matang dalam melakukan gerakan," ujar Lidya. (*)

