Security Komplek Ruko Dilarikan ke Klinik
Sekelompok OTK Serang Agen Bus dengan Senjata Tajam

Ilustrasi Pengeroyokan | Beritariau.com 2014
Beritariau.com, Pekanbaru - Hanya karena masalah "sepele", empat Orang Tak di Kenal (OTK) nekad mengeroyok Ranap Simatupang alias RS, agen salah satu bus di kantor loket salah satu bus di Jalan SM Amin (Arengka II) kecamatan Tampan, Pekanbaru, Selasa (12/08) sekitar pukul 23.00 WIB malam.
Tak sampai disitu, aksi para pelaku masih berlanjut. Meski sempat kabur karena aksinya dilerai dan hampir dihajar warga yang ada dilokasi, para pelaku kembali datang menyerang dan melukai seorang petugas keamanan (security) komplek ruko dengan senjata tajam.
"Saat mau pulang kemari (loket) saya bersinggungan dengan mobil mereka. Memang sempat saling memaki. Setelah nyampe disini, rupanya mereka kejar saya. Saya pun langsung dikeroyok didepan banyak orang," cerita RS di TKP usai melapor ke Mapolsek Tampan. Diterangkan RS, dua orang pelaku mengendari mobil jenis ranger dan dua pelaku lainnya mengendarai sepeda motor.
Saat dikeroyok, cerita RS, warga sekitar yang menyaksikan ikut melerai. Namun, para pelaku terus mengejar dan hendak memukulnya dengan kursi kayu. Walau sudah dilerai warga, tapi para pelaku makin nekad menghajarnya.
"Kami pikir itu kawannya (RS) jadi mungkin cuma ribut kecil. Rupanya mereka (pelaku) mau menghajar. Orang yang disini pun melerai. Pelaku ini nampaknya udah mabuk. Karena pelaku tak mau dilerai. Orang disini marah. Jadi mereka diusir dan dikejar massa," kata Ucok, seorang saksi mata yang ditemui di Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Diceritakan Ucok, saat dikejar warga, dua pelaku yang datang mengendarai sepeda motor lari terbirit-birit dan meninggalkan motornya. Keduanya lari dan naik ke bak mobil temannya yang sudah lebih dulu berjalan.
Setelah pelaku lari, kata Ucok, RS yang mengalami luka ringan langsung melaporkan peristiwa tersebut ke polisi. Sedangkan motor pelaku, lanjutnya, dibiarkan warga menunggu pihak berwajib datang ke TKP untuk diproses.
Penyerangan ternyata berlanjut. Saat menunggu polisi datang, berselang sekitar 30 menit, mobil ranger tadi tiba-tiba muncul lagi dengan cepat. Kali ini, kata Ucok, mobil tersebut meluncur tepat di halaman komplek ruko dengan mengangkut sekitar 6 orang yang menenteng senjata tajam di bak mobil.
Diserang secara mendadak, beberapa orang lari berhamburan. Ari, petugas security komplek ruko dikejar pelaku saat hendak kabur dan langsung dikeroyok. Sekitar 15 menit kemudian, para pelaku mengangkut motor temannya itu ke mobil lalu kabur. Tak sampai 10 menit anggota kepolisian Polsek Tampan tiba di TKP.
Pantauan dilapangan, darah yang diduga dari luka yang diderita Ari, bercucuran di depan ruko dan dipintu Indomaret yang berada tepat diseberang Kantor Direktorat Jendral Pajak (DJP) Wilayah Riau itu.
"Sebelum kabur, mereka saya datangi. Saya tanya kenapa langsung main serang. Tiga orang menggertak saya lalu mengayunkan cluritnya. Saya tahan tangannya dan saya pun langsung menjauh," ungkap saksi mata lainnya yang tak mau disebut namanya.
Kanit SPK III Polsek Tampan, Aiptu A Siregar yang ditemui di TKP mengatakan bahwa pihak sempat melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Meski cepat menghilang, A Siregar mengaku telah mengantongi beberapa petunjuk terkait idenditas para pelaku.
"Usai menerima laporan kita langsung koordinasi dengan anggota yang sedang pratroli dilapangan. Dari keterangan beberapa saksi, pelaku kabur ke arah Jalan Tuanku Tambusai dan Jalan Riau. Sempat kita kejar, tapi kehilangan jejak. Sekarang kita sedang menghimpun beberapa keterangan saksi untuk petunjuk," kata A Siregar, Rabu (13/08) pukul 02.00 dini hari.
Dikatakan A Siregar, dari keterangan beberapa saksi, pelaku diketahui menggunakan sepeda motor Mega Pro warna hitam dengan nomor polisi BM 4370 AZ dan sebuah mobil jenis ranger warna hitam dengan nomor polisi BM 8247 TM. Merek mobil tersebut tak ada yang mengetahui.
Kepada media, seorang saksi mata dilapangan mengatakan bahwa di kaca depan mobil tersebut tertulis "CV Unggul Sentosa". Namun, beberapa saksi lainnya meralat bahwa yang tertulis adalah "CV Unggul Supllindo".
"Itu semua bisa jadi petunjuk," kata A Siregar menanggapi.
Terkait korban, A Siregar menyatakan bahwa RS mengalami luka ringan di bagian tangan, dada dan wajah. Sedangkan Ari, yang terkapar karena dikeroyok, langsung dilarikan ke Klinik Hansani, Panam, kecamatan Tampan.
"Laporan RS sudah kita terima. Sedangkan korban A belum bisa dimintai keterangan karena kondisinya belum stabil. Tapi sudah diperbolehkan untuk pulang. Kita minta keluarganya saja melapor," tambah A Siregar. [red]
Tak sampai disitu, aksi para pelaku masih berlanjut. Meski sempat kabur karena aksinya dilerai dan hampir dihajar warga yang ada dilokasi, para pelaku kembali datang menyerang dan melukai seorang petugas keamanan (security) komplek ruko dengan senjata tajam.
"Saat mau pulang kemari (loket) saya bersinggungan dengan mobil mereka. Memang sempat saling memaki. Setelah nyampe disini, rupanya mereka kejar saya. Saya pun langsung dikeroyok didepan banyak orang," cerita RS di TKP usai melapor ke Mapolsek Tampan. Diterangkan RS, dua orang pelaku mengendari mobil jenis ranger dan dua pelaku lainnya mengendarai sepeda motor.
Saat dikeroyok, cerita RS, warga sekitar yang menyaksikan ikut melerai. Namun, para pelaku terus mengejar dan hendak memukulnya dengan kursi kayu. Walau sudah dilerai warga, tapi para pelaku makin nekad menghajarnya.
"Kami pikir itu kawannya (RS) jadi mungkin cuma ribut kecil. Rupanya mereka (pelaku) mau menghajar. Orang yang disini pun melerai. Pelaku ini nampaknya udah mabuk. Karena pelaku tak mau dilerai. Orang disini marah. Jadi mereka diusir dan dikejar massa," kata Ucok, seorang saksi mata yang ditemui di Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Diceritakan Ucok, saat dikejar warga, dua pelaku yang datang mengendarai sepeda motor lari terbirit-birit dan meninggalkan motornya. Keduanya lari dan naik ke bak mobil temannya yang sudah lebih dulu berjalan.
Setelah pelaku lari, kata Ucok, RS yang mengalami luka ringan langsung melaporkan peristiwa tersebut ke polisi. Sedangkan motor pelaku, lanjutnya, dibiarkan warga menunggu pihak berwajib datang ke TKP untuk diproses.
Penyerangan ternyata berlanjut. Saat menunggu polisi datang, berselang sekitar 30 menit, mobil ranger tadi tiba-tiba muncul lagi dengan cepat. Kali ini, kata Ucok, mobil tersebut meluncur tepat di halaman komplek ruko dengan mengangkut sekitar 6 orang yang menenteng senjata tajam di bak mobil.
Diserang secara mendadak, beberapa orang lari berhamburan. Ari, petugas security komplek ruko dikejar pelaku saat hendak kabur dan langsung dikeroyok. Sekitar 15 menit kemudian, para pelaku mengangkut motor temannya itu ke mobil lalu kabur. Tak sampai 10 menit anggota kepolisian Polsek Tampan tiba di TKP.
Pantauan dilapangan, darah yang diduga dari luka yang diderita Ari, bercucuran di depan ruko dan dipintu Indomaret yang berada tepat diseberang Kantor Direktorat Jendral Pajak (DJP) Wilayah Riau itu.
"Sebelum kabur, mereka saya datangi. Saya tanya kenapa langsung main serang. Tiga orang menggertak saya lalu mengayunkan cluritnya. Saya tahan tangannya dan saya pun langsung menjauh," ungkap saksi mata lainnya yang tak mau disebut namanya.
Kanit SPK III Polsek Tampan, Aiptu A Siregar yang ditemui di TKP mengatakan bahwa pihak sempat melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Meski cepat menghilang, A Siregar mengaku telah mengantongi beberapa petunjuk terkait idenditas para pelaku.
"Usai menerima laporan kita langsung koordinasi dengan anggota yang sedang pratroli dilapangan. Dari keterangan beberapa saksi, pelaku kabur ke arah Jalan Tuanku Tambusai dan Jalan Riau. Sempat kita kejar, tapi kehilangan jejak. Sekarang kita sedang menghimpun beberapa keterangan saksi untuk petunjuk," kata A Siregar, Rabu (13/08) pukul 02.00 dini hari.
Dikatakan A Siregar, dari keterangan beberapa saksi, pelaku diketahui menggunakan sepeda motor Mega Pro warna hitam dengan nomor polisi BM 4370 AZ dan sebuah mobil jenis ranger warna hitam dengan nomor polisi BM 8247 TM. Merek mobil tersebut tak ada yang mengetahui.
Kepada media, seorang saksi mata dilapangan mengatakan bahwa di kaca depan mobil tersebut tertulis "CV Unggul Sentosa". Namun, beberapa saksi lainnya meralat bahwa yang tertulis adalah "CV Unggul Supllindo".
"Itu semua bisa jadi petunjuk," kata A Siregar menanggapi.
Terkait korban, A Siregar menyatakan bahwa RS mengalami luka ringan di bagian tangan, dada dan wajah. Sedangkan Ari, yang terkapar karena dikeroyok, langsung dilarikan ke Klinik Hansani, Panam, kecamatan Tampan.
"Laporan RS sudah kita terima. Sedangkan korban A belum bisa dimintai keterangan karena kondisinya belum stabil. Tapi sudah diperbolehkan untuk pulang. Kita minta keluarganya saja melapor," tambah A Siregar. [red]

