Keluarga Candra Tuding Polisi Lakukan Kekerasan

Candra Armadoni, Tersangka Narkoba Pekanbaru Tewas Usai Disergap

Candra Armadoni, Tersangka Narkoba Pekanbaru Tewas Usai Disergap

Ilustrasi Polisi Bekuk Tersangka | Beritariau.com 2014

Beritariau.com, Pekanbaru - Anggota Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau diduga melakukan penangkapan yang mengakibatkan kematian terhadap Candra Armadoni (32), yang diduga menjadi buronan polisi, namun saat penangkapan, keluarga korban merasa Candra diperlakukan tidak manusiawi hingga akhirnya tewas di Rumah Sakit Bhayangkara.

Rino Rinaldo (30) salah seorang keluarga korban, saat ditemui wartawan di Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru, Senin (11/08/2014) mengatakan, penangkapan tersebut terjadi pada Sabtu (09/08/2014) sekitar pukul 04.00 WIB lalu, di rumahnya Jalan Setia Budi, Kelurahan Rintis, Kecamatan Limapuluh Pekanbaru.

Keluarga korban menduga, Candra tewas akibat mendapat perlakuan yang dikatakan oleh pihak keluarga Candra sebagai tindakan yang tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).

"Saat penangkapan itu, ada sekitar enam orang, datang dan langsung menanyakan Candra. Setelah bertemu, beberapa anggota langsung menyergap Candra," ujar Rino.

Rino menambahkan, sebelum kejadian Candra baru pulang dari kecamatan Rumbai menghadiri akad nikah adiknya. Setelah tiba di rumah, tiba-tiba datang sekitar Enam orang petugas kepolisian (Dit Res Narkoba Polda Riau) dan langsung menanyakan keberadaan Candra.

Meski mengantongi izin penangkapan, namun pihak keluarga menyesalkan cara petugas meringkus anggota keluarganya yang dinilai kasar dan dinilai tidak sesuai SOP.

"Beberapa petugas memegang kepalanya, dan menghantam menggunakan gagang pistol secara berulang-ulang. Saat itu korban memang ada memberikan perlawanan. Dan saat kejadian tersebut ada bercak darah di lantai depan rumah korban," ujar Rino.

Sementara itu, Mis (54) ibu kandung korban, mengatakan dirinya tidak terima perlakuan yang dialami anaknya hingga berujung kematian terhadap anaknya. "Kami sedang menunggu bapaknya, dan selanjutnya akan kami cari jalan penyelesaiannya, selain itu, kami akan meminta jenazah Candra untuk dilakukan autopsi," ujar Mis tersedu-sedu.

Selain ibunya, istri Candra, Novi yang juga ditemui wartawan mengatakan dirinya sempat melihat kondisi suaminya di ruang kamar jenazah, dia melihat di tubuh suaminya banyak luka-luka lebam.

"Banyak luka lebam di tubuh suami saya. Di bagian lehernya banyak luka lebam, terus di tangan kanan, kemudian di telinganya lebam membiru dan di bagian belakang kepalanya juga luka lebam," keluh Novi sambil menghapus air matanya.

Candra merupakan residivis yang baru dua bulan yang lalu keluar dari Lembaga Permasyarakatan Pasir Pangaraian kabupaten Rokan Hulu. Namun pihak kepolisan yang datang pada saat kejadian mengatakan, bahwa Candra sudah menjadi DPO sejak tiga bulan yang lalu. [pan]

Tags :# hukum