Lebaran 2014, Jumlah Lakalantas Meningkat dari Tahun Lalu

Lebaran 2014, Jumlah Lakalantas Meningkat dari Tahun Lalu

Ilustrasi Lakalantas saat Lebaran | Beritariau.com 2014

Beritariau.com, Pekanbaru - Jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas (lakalantas) selama berlangsungnya Operasi Ketupat 2014 mengalami peningkatan dari Operasi Ketupat tahun sebelumnya. Untuk tahun operasi ketupat 2014 sebanyak 27 orang meninggal dunia, sedangkan tahun 2013 hanya 14 orang korban jiwa.

Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo, Kamis (07/08/2014) mengatakan, jumlah korban meninggal dunia dari tanggal 22 Juli sampai 6 Agustus 2014 atau 14 hari itu sebanyak 27 orang dengan jumlah lakalantas sebanyak 61 kasus.

"Sedangkan tahun lalu jumlah korban meninggal dunia hanya 14 orang dan bertambah sekitar 13 orang dengan jumlah lakalantas sebanyak 59 kasus," terang Guntur.

Sedangkan jumlah lakalantas tahun ini, juga mengalami peningkatan sebanyak 2 kasus. "Untuk jumlah korban luka berat tahun ini mengalami penurun sebanyak 17 orang. Karena jumlah korban luka berat pada Operasi Ketupat 2014 sebanyak 49 orang dan tahun lalu sebanyak 63 orang," ujar Guntur.

Kemudian untuk korban luka ringan juga mengalami penurunan. "Tahun ini sebanyak 61 orang dan tahun lalu sebanyak 68 orang. Jadi mengalami penurunan sekitar 7 orang," jelas Guntur.

Dari 61 jumlah lakalantas itu, jenis lakalantas banyak terjadi pada kecelakaan laga kambing sebanyak 27 kasus, depan samping sekitar 14 kasus, depan belakang 9 kasus dan laka tunggal sekitar 3 kasus.

"Bila kita lihat korbannya lebih didominasi oleh masyarakat setempat dan bukan pemudik," papar Guntur.

Sementara itu, untuk jumlah pemudik di Riau mengalami kecelakaan sekitar 12 kasus. "Lakalantas itu terjadi di Kampar sekitar 3 kasus, Rohil sekitar 2 kasus, Siak 3 kasus, Inhil 1 kasus, Pelalawan 2 kasus dan Dumai 1 kasus," terang Guntur.

Masih menurut Guntur, untuk lokasi kejadian paling banyak terjadi di jalur utama sekitar 29 kasus, jalur alternatif sekitar 20 kasus dan jalur lain-lain sekitar 12 kasus.

"Kendaraan yang paling banyak mengalami kecelakaan adalah sepeda motor sebanyak 77 unit, mobil penumpang sebanyak 21 unit dan mobil barang sebanyak 19 unit," kata Guntur. [red]