Oleh : Kamelia A Tambunan
Salah Jurusan, Jangan Dibikin Pusing!

Ilustrasi | Beritariau.com 2015
Pernahkah kalian mendengar mahasiswa yang salah jurusan? Atau menemukan mahasiswa yang menyesal dengan jurusan yang sudah dipilihnya, sampai akhirnya ia pun berpindah ke jurusan lainnya?
Tak dipungkiri lagi, memang ada saja mahasiswa yang merasa menyesal dengan jurusan yang dipilihnya, setelah duduk di bangku kuliah.
“Aduh, ternyata jurusan ini seperti ini ya? Oh my God, gue salah jurusan nih!” Biasanya kata-kata ini yang terdengar saat mahasiswa merasa bahwa jurusan yang dia pilih tidak sesuai dengan bakat dan minatnya.
Tapi sebenarnya apa saja faktor penyebab mahasiswa salah memilih jurusan? Jika ditelisik lebih dalam, ada banyak hal yang membuat mahasiswa merasa salah pilih jurusan. Salah satunya karena minat, karena faktor ini sangat berpengengaruh terhadap sesuatu yang kita lakukan. Maksudnya, masih banyak mahasiswa yang belum tahu, sebenarnya jurusan apa yang sesuai dengan minatnya.
Faktor lainnya adalah minimnya informasi yang diterima. Hal ini banyak terjadi saat calon mahasiswa berpikir, jurusan apa saja tak masalah karena yang penting bisa lolos masuk di Perguruan Tinggi Negri (PTN).
Jadi calon mahasiswa ini hanya memikirkan passing grade pada sebuah jurusan, tanpa mengumpulkan informasi lebih dalam mengenai jurusan yang diambilnya itu. Pokoknya, jurusan itu passing grade-nya bisa ditembusnya.
Padahal yang paling saat memilih sebuah jurusan adalah, menanyakan pada diri kita sendiri. Apakah jurusan itu sesuai kemampuan kita, dan bukan menanyakan “PTN itu terkenal nggak yah?”
Apalagi kalau sampai ada yang berpikir, “Kalo saya bisa masuk PTN itu, pasti orang-orang kagum sama aku.” Wah, ini merupakan kesalahan besar!
Bayangkan saja efeknya, saat masuk di jurusan yang salah sebenarnya ia pun terjerumus ke dalam situasi yang menyiksa hati dan pikiran. Ketika sudah telanjur salah jurusan, banyak mahasiswa tidak semangat dan malas-malasan mengikuti perkuliahan.
Salah satu dampaknya adalah susah lulus. Mengapa begitu? Karena motivasi belajar yang rendah membuat nilai yang dihasilkan selalu di bawah standar, tugas yang tidak selesai, harus sering mengulang mata kuliah, sampai urusan skripsi pun menjadi terbengkalai
Dampak lainnya adalah mudah bosan dan stres. Hal itu terjadi karena ketidaknyamanan si mahasiswa berada dalam lingkungan belajar tersebut. Dengan begitu, ia akan cepat merasa jenuh di dunia perkuliahan.
Meskipun sudah telanjur salah jurusan, tenang, masih ada solusi untuk menghadapinya. Solusi yang pertama adalah pindah jurusan, tapi harus dipikirkan matang- matang! Karena pastinya akan membutuhkan dana yang tak sedikit. Apalagi bagi mahasiswa yang sudah memasuki perkuliahan di semester 3 dan 4.
Solusi kedua adalah menjalaninya! Meskipun merasa tidak nyaman dengan jurusan yang dipilih, harus tetap dijalani. Karena sesuatu yang ditekuni dengan fokus dan hati senang, akan memberikan hasil yang baik.
Yang ketiga, beradaptasi dengan lingkungan. Carilah teman yang berbakat dan berminat di jurusan tersebut, sharing-kan hal-hal yang kamu anggap sulit dimengerti. Coba juga untuk mulai menyukai setiap mata kuliah yang ada, siapa tahu dengan demikian kamu bisa jadi menyukai jurusan tersebut.
Yang keempat, selalu berpikiran positif, bahwa jurusan itu bakalan menghantarkan kamu ke pintu kesuksesan. Pikirkanlah, pilihanmu bukan hal yang membuatmu kehilangan ilmumu tetapi justru menambah ilmumu yang sudah ada.Yang terakhir adalah ikhlas, karena dengan ikhlas bisa menjadikan segala sesuatu yang sulit menjadi lebih lancar.
Untuk itu bagi calon-calon pemenang PTN, jangan salah lagi dalam memilih jurusan. Coba lebih selektif lagi, karena dengan demikian para calon pemenang akan merasa lebih puas apabila jurusanmu nantinya sangat sesuai dengan bakat dan minatmu. Dan bagi yang sudah terlanjur salah memilih jurusan, jangan putus asa.
Salah jurusan ini bukan berarti akhir dari duniamu! Kamu masih bisa tetap seseorang yang berkualitas dan berguna bagi orang di sekitarmu, asalnya mau mencintai pilihan yang awalnya dianggap salah. Kamu juga bisa menjadi manusia dewasa yang sebenarnya. [*]
*Penulis adalah Mahasiswa Jurusan Pemanfaatan Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau.

