Mantap! Dusun Sungai Bungo Bakal Punya PLTA dari Air Terjun

Mantap! Dusun Sungai Bungo Bakal Punya PLTA dari Air Terjun

Ilustrasi | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Rokan Hulu - Kabar gembira datang untuk masyarakat di Dusun Sungai Bungo, Rokan Hulu (Rohul). Karena Dinas Pertambangan Energi (Distamben) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) bekerja sama dengan Rumah Kreatif Anak Negeri Rohul, berencana bangun Pembangkit Tenaga Listrik (PLT) Mikro Hidro.

Sesuai rencana, Kampung Wisata Dusun Sungai Bungo, Desa Sialang Jaya, Kecamatan Rambah, akan dijadikan sebagai pilot project PLT Mikro Hidro atau Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) mini. Pasalnya, di dusun ini ada Air Terjun Patasan, yang ketinggiannya dinilai layak dijadikan PLTA mini.

Ketua Rumah Kreatif Anak Negeri, Tasmid, mengatakan rencana pembangunan PLT Mikro Hidro di Dusun Sungai Bungo karena adanya dorongan dan permintaan dari warga setempat.

Untuk rencana pembangunan PLT Mikro Hidro di Air Terjun Patasan Dusun Sungai Bungo, Distamben dan Rumah Kreatif Anak Negeri Rohul akan menggandeng siswa dan siswi SMK Negeri 1 Rambah.

"Nanti akan dibentuk koperasi dengan melibatkan warga Sungai Bungo. Akan dilaporkan rutin per tri wulan ke Distamben Rohul," kata Tasmid kepada riauterkini.com, di Bengkel Praktek SMKN 1 Rambah, Rabu (3/6/15) sore.

Untuk maintenance sendiri, Rumah Kreatif Anak Negeri Rohul siap mengawasinya. Apabila ada kerusakan bisa diperbaiki menggunakan uang iuran yang dikelola melalui koperasi. Tasmid mengakui bahwa Rumah Kreatif Anak Negeri bisa dikatakan Lembaga Swadaya Masyarakat yang komit untuk memberikan kontribusi positif bagi daerah.

Sementara, Tim Ahli dari Rumah Kreatif Anak Negeri Rohul, Lukman menambahkan untuk teknis di lapangan masih lama. Karena, mereka masih mengerjakan turbin dan alat lainnya.

"Nanti di Sungai Bungo akan dibuat casing dan jet pengatur kecepatan air. Maksimal 20 hari kedepan sudah teknis lapangan," jelas Lukman.

Alumni S3 Selangor Malaysia ini mengakui bahwa yang membuat lama pengerjaan adalah merakit turbinnya. Perakitan turbin sendiri melibatkan siswa SMKN 1 Rambah jurusan Teknik Pengelasan dan Teknik Mesin.

"Ada 24 blade atau runner yang akan dibuat siswa. Ini yang akan ditembak oleh air nanti, sehingga turbin bisa berputar," ungkapnya.

Dari survey dilakukan, Air Terjun Patasan Sungai Bungo dinilai layak dijadikan untuk PLT Mikro Hidro. Ketinggian air sampai ke turbin 12 meter, dengan sudut elevasi 30 derajat. Dan untuk menggerakkan turbin, akan pakai pipa 10 inci sepanjang 60 meter.

PLT Mikro Hidro di Air Terjun Patasan menggunakan dinamo 20 kilo watt (KW), akan menghasilkan daya listrik 63 KW, dan dinilai cukup menerangi sekitar 45 kelapa keluarga (KK), 1 masjid, 1 sekolah dasar, 1 Tempat Pengajian Alquran. Pasalnya, daya 63 KW, ungkap Lukman, bisa dipakai lebih dari 150 KK.

"Sesuai dari browsing di internet, biaya pembangunan juga murah, sekitar Rp 300 juta," jelasnya.

Meski di bangun PLT Mikro Hidro menggunakan turbin cross plow, sambung Lukman, hal itu tidak akan mengganggu keindahan Air Terjun Patasan yang selama ini dijadikan obyek wisata.

Kepala Distamben Rohul Yusmar mengatakan peran dinasnya hanya sebagai fasilitator, dan membantu melalui dana swakelola.

"Peran dari Distamben adalah bagaimana mencari bibit dan potensi energi yang bisa dikembangkan dengan biaya murah dan hasil maksimal," jelasnya.

Yusmar mengakui karena adanya komitmen dari Rumah Kreatif Anak Negeri Rohul dalam peningkatan energi, maka hal itu disambut baik, dan selanjutnya dilakukan kesepahaman.

"Semoga ini (PLT Mikro Hidro) menjadi cikal bakal pengembangan energi. Sebenarnya masih banyak potensi-potensi lain, dalam menanggulangi krisis listrik," ujarnya.

Menurut Yusmar, PLT Mikro Hidro sama dengan PLTA Mini. Biasanya, pembangkit ini dipakai di daerah yang jauh dari kota kabupaten, dan sulit diakses.

"Dan karena Sungai Bungo ada potensi air, maka digunakan untuk PLT Mikro Hidro. Hal ini untuk menjadikan Rohul sebagai lumbung energi tahun 2016 mendatang, sesuai komitmen Pak Bupati (Achmad)," tandas Yusmar.

Sementara, Kepala SMKN 1 Rambah, Yulisman S.Pd, mengakui pihaknya mensuport pembangunan PLT Mikro Hidro di Sungai Bungo. Apalagi melibatkan siswa dan siswinya.

Menurut dirinya, dengan dilibatkan siswa, siswi dari Jurusan Teknik Mesin dan Teknik Pengelasan, maka sudah jelas bahwa siswa SMK siap pakai.

"Kita mensuport kegiatan ini, dari itu kita sediakan fasilitas dan melibatkan siswa siswi dan guru," jelas Yulisman. [cp]