Pelaku Pengkonsumsi Narkoba
Di Rohil, Perampok vs Polisi Saling Tembak, 1 Penjahat Tewas

Ilustrasi Baku Tembak Polisi vs Penjahat | Beritariau.com 2014
Beritariau.com, Pekanbaru - Kepolisian Daerah (Polda) Riau meringkus dua pelaku perampokan disertai pemerkosaan secara bergilir di Rokan Hilir. Sempat terjadi tembak-menembak antara tersangka dan petugas.
"Dua tersangka berinisial IN dan SN terkena tembakan petugas. Setelah dilarikan ke Puskesmas Bagan Sinembah, Rokan Hilir, IN tewas," kata Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo SIK, Rabu (13/08/2014).
Guntur menjelaskan, penangkapan dilakukan pada Selasa (12/08/2014) sekitar pukul 12.30 WIB. Dua tersangka terlebih dahulu mengeluarkan senjata api dan menembak petugas.
"SN masih dirawat karena kena tembakan di kaki. Tersangka IN yang tewas tertembak di bagian perut dan dada. Ada 4 peluru yang mengenai IN," kata Guntur.
Sebelum menangkap, petugas terlebih dahulu memberi peringatan. Tersangka tidak mengindahkan arahan menyerahkan diri dan menembak dari dalam rumah.
Penggeledahan rumah tersangka di Bagan Sinembah, petugas berhasil menyita 2 unit mesin babat rumput, 1 buah parang, 2 buah masker warna hitam, 3 unit hp merk Mito warna merah, sepucuk senjata api rakitan berisi 3 butir peluru, 1 satu buah selongsongn, 1 pucuk Airshof-gun dan 1 pucuk senjata mainan.
"Dari tersangka IN petugas menyita 3 helai kain sarung baru, 6 butir peluru, 2 butir peluru aktif cal 9 mm, 1 butir peluru cal 7,6 mm, 1 butir peluru aktif cal 8,9 mm, 1 butir peluru aktif pin 556, 1 (satu) butir peluru aktif cal 38 dan 8 (delapan) butir," terang Guntur.
Tak hanya senjata api, petugas juga menyita 3 paket sabu, 2 alat hisap, 4 lembar STNK, 6 plat nomor polisi, 6 nomor polisi dan 2 kunci T.
"Pengembangan kasus ini masih dilakukan petugas karena pelaku perampokan dan pemerkosaan di Rokan Hilir ini berjumlah 4 orang," ucap Guntur.
Dijelaskan Guntur, para tersangka beraksi di rumah Imam Lembaga di Kepenghuluan Pasir Putih Barat, Kecamatan Bagan Sinembah. Selain menguras harta korbannya, pelaku juga memperkosa secara bergiliran. memperkosa, kawanan ini sempat makan dan menghabiskan minuman kaleng satu krat.
Pelaku datang menggunakan dua sepeda motor serta memakai helm dengan modus bertanya. Korban bersama anak-anak diikat pakai karet ban dan mulutnya ditutup pakai lakban hitam.
Setelah semua diikat, para perampok itu menyempatkan untuk makan ke dapur, dan menghabiskan satu krat minuman kaleng serta kue Lebaran. Semua barang berharga korban dilarikan.
Setelah itu, pelaku memperkosa isteri tetanggka korban, sewaktu beraksi di rumah tersebut. Usai itu, pelaku meninggalkan para korbannya dalam posisi tangan dan kaki terikat. [pan]
"Dua tersangka berinisial IN dan SN terkena tembakan petugas. Setelah dilarikan ke Puskesmas Bagan Sinembah, Rokan Hilir, IN tewas," kata Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo SIK, Rabu (13/08/2014).
Guntur menjelaskan, penangkapan dilakukan pada Selasa (12/08/2014) sekitar pukul 12.30 WIB. Dua tersangka terlebih dahulu mengeluarkan senjata api dan menembak petugas.
"SN masih dirawat karena kena tembakan di kaki. Tersangka IN yang tewas tertembak di bagian perut dan dada. Ada 4 peluru yang mengenai IN," kata Guntur.
Sebelum menangkap, petugas terlebih dahulu memberi peringatan. Tersangka tidak mengindahkan arahan menyerahkan diri dan menembak dari dalam rumah.
Penggeledahan rumah tersangka di Bagan Sinembah, petugas berhasil menyita 2 unit mesin babat rumput, 1 buah parang, 2 buah masker warna hitam, 3 unit hp merk Mito warna merah, sepucuk senjata api rakitan berisi 3 butir peluru, 1 satu buah selongsongn, 1 pucuk Airshof-gun dan 1 pucuk senjata mainan.
"Dari tersangka IN petugas menyita 3 helai kain sarung baru, 6 butir peluru, 2 butir peluru aktif cal 9 mm, 1 butir peluru cal 7,6 mm, 1 butir peluru aktif cal 8,9 mm, 1 butir peluru aktif pin 556, 1 (satu) butir peluru aktif cal 38 dan 8 (delapan) butir," terang Guntur.
Tak hanya senjata api, petugas juga menyita 3 paket sabu, 2 alat hisap, 4 lembar STNK, 6 plat nomor polisi, 6 nomor polisi dan 2 kunci T.
"Pengembangan kasus ini masih dilakukan petugas karena pelaku perampokan dan pemerkosaan di Rokan Hilir ini berjumlah 4 orang," ucap Guntur.
Dijelaskan Guntur, para tersangka beraksi di rumah Imam Lembaga di Kepenghuluan Pasir Putih Barat, Kecamatan Bagan Sinembah. Selain menguras harta korbannya, pelaku juga memperkosa secara bergiliran. memperkosa, kawanan ini sempat makan dan menghabiskan minuman kaleng satu krat.
Pelaku datang menggunakan dua sepeda motor serta memakai helm dengan modus bertanya. Korban bersama anak-anak diikat pakai karet ban dan mulutnya ditutup pakai lakban hitam.
Setelah semua diikat, para perampok itu menyempatkan untuk makan ke dapur, dan menghabiskan satu krat minuman kaleng serta kue Lebaran. Semua barang berharga korban dilarikan.
Setelah itu, pelaku memperkosa isteri tetanggka korban, sewaktu beraksi di rumah tersebut. Usai itu, pelaku meninggalkan para korbannya dalam posisi tangan dan kaki terikat. [pan]

