Gara-gara bebeknya dipukul, dua keluarga ribut, satu orang ditikam

Ilustrasi | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Pekanbaru - Dua keluarga yang bertetangga di Kecamatan Tambusai Utara kabupaten Rokan Hulu (Rohul) terlibat pertikaian gara-gara hewan peliharaan bebek dipukul oleh salah seorang diantaranya.
Bahkan, pertikaian terjadi antara kedua pasangan suami dan istri hingga berujung penikaman di dada dan terpaksa berurusan dengan kepolisian akibat baku hantam diantara kedua keluarga tersebut.
Korban penikaman bernama Manamba (33) langsung dilarikan kemudian dirawat intensif di Puskesmas PT Torganda, Rabu (13/05/15), lantaran mengalami luka tusukan di bagian dada sebelah kanan. Dia ditikam tetangganya Sugianto (28) usai terlibat pertengkaran dan saling tuduh tentang seekor bebek.
"Penganiayaan ini terjadi Selasa (12/05/15), sekitar pukul 09.30 WIB. Korban sudah melaporkan kasus tersebut ke Polsek Tambusai Utara Rohul," ujar Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo, Rabu (13/05/15).
Informasi yang dihimpun dari kepolisian menyebutkan kasus tersebut bermula saat Sugianto bersama istrinya mendatangi rumah korban dan menuding Manamba telah memukul bebek miliknya hingga tak bisa berjalan karena kakinya patah.
Tak terima dituduh, Manamba pun mencoba menjelaskan apa yang terjadi sehingga terjadi cekcok mulut diantara keduanya. Bahkan, sang istri ikut berada mendampingi suaminya, Manamba.
Tak ingin memperpanjang keributan, Manamba lalu menghampiri istri pelaku untuk memperjelas pokok permasalahannya. Namun hal ini justru memperuncing masalah. Pelaku dan istrinya tetap tidak terima dan kembali terjadi cekcok mulut.
"Kemudian pelaku langsung menghampiri korban, dan menusuk korban tepat di bagian dada sebelah kanan dengan menggunakan benda tajam berupa pisau," terang Guntur.
Akibatnya, Manamba pun tumbang dan bersimbah darah. Melihat suaminya ditikam, sang istri teriak histeris langsung berusaha memberikan pertolongan dan membawa suaminya ke Puskesmas PT Torganda Rantau Kasai. Sementara pelaku bersama istrinya langsung lari meninggalkan lokasi kejadian.
"Kita sudah memeriksa dua orang saksi atas kasus ini. Sedangkan pelaku sudah dilaporkan atas dugaan tindak pidana penganiayaan dengan nomor LP / 29 / V / 2015 / Sek Tambusai. Anggota masih melakukan penyelidikan," pungkas Guntur. [Pan]

