Banyak Ikan Mati di Aliran Sungai Tapung, Diduga Akibat Limbah dari PKS

Penampakan ikan mati di pinggiran sungai Tapung

Beritariau.com, Tapung Hilir - Aliran anak sungai Tapung tercemar limbah dan banyak ditemukan ikan yang mengambang atau terapung, diduga akibat limbah Pabrik Kelapa Sawit milik PT. Buana Wiralestari Mas Kijang Mill dan merupakan anak perusahaan Sinar Mas Group yang berada di Kijang Makmur, Kecamatan Tapung Hilir, Kampar, Kamis (16/03/2023)  

Peristiwa tersebut diketahui saat tim awak media melintas di kijang Makmur menuju ke Kabupaten Siak yang melihat banyak mobil terparkir di pinggir jalan juga banyak warga berkumpul di pinggiran anak sungai tapung tersebut, saat itu tim awak media berhenti dan menghampiri lokasi ternyata ada genangan cairan limbah yang mencemari anak sungai. 

Saat awak media bertanya ke warga yang sedang berdiri di pinggir jalan yang tidak dapat di sebut namanya menyampaikan telah terjadi pencemaran anak sungai, namun lebih jelasnya tanya saja ke dalam lokasi.

Saat itu awak media menemui dan meminta keterangan kepada Erwin salah satu pimpinan di PKS PT Buana Wira Lestari Mas Kijang Mill, terkait limbah yang telah mencemari anak sungai Tapung, Erwin menyampaikan kalau limbah yang mencemari anak sungai tersebut dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab dan diindikasi telah terjadi sabotase.

"Limbah yang tumpah dan mencemari anak sungai tersebut ada unsur sabotase," jelas Erwin.

Erwin juga menjelaskan bahwa limbah yang tumpah ke anak sungai tersebut sedikit saja dan tidak merusak ekosistim serta habitat yang hidup di sungai jadi tidak ada ikan yang mati.

"Tidak ada ikan yang mati di aliran anak sungai yang tertumpah limbah," ujarnya

Awak media meminta izin untuk meninjau dan menelusuri aliran anak sungai yang berdekatan dengan saluran pembuangan pabrik, awak media menemukan adanya ikan telah mengambang dan sudah ada yang membusuk, bahkan terlihat ada bangkai ikan terdampar di pinggiran aliran anak sungai.

Saat awak media mempertanyakan tanggung jawab perusahaan terkait limbah yang telah mencemari sungai serta mengakibatkan banyaknya ikan mati, Erwin tidak memberi tanggapan dan jawaban. (*)