Polresta akui razia "Bocor", Polda Tidak

Razia Narkoba, cewek karaoke RP Club dan Arena digiring ke Polres

Razia Narkoba, cewek karaoke RP Club dan Arena digiring ke Polres

Sejumlah wanita pendamping lagu alias cewek karaoke digelandang ke Mapolresta Pekanbaru | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Pekanbaru - Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau dan Polresta Pekanbaru melakukan razia di sejumlah tempat hiburan malam guna membrantas peredaran narkoba. Namun, dalam razia itu, hanya sedikit narkoba yang ditemukan. Justru, wanita pendamping lagu alias cewek karaoke, yang digelandang ke Markas Polisi.

Club dan room karaoke yang menjadi target polisi antara lain : MP Club, SP Club atau ozon, XP Club, di Jalan jenderal Sudirman dan RP Internasional Club di kawasan hotel Grand Elite Jalan Riau, Grand Dragon kawasan Hotel New Hollywood Jalan Kuantan Raya, Arena Entertainment jalan Tuanku Tambusai dan C7 di jalan Cempaka.

Saat digiring ke Mapolres, para cewek karaoke itu tampak menutupi wajahnya. Dengan berpakaian minim alias seksi, mereka terpaksa naik ke mobil polisi dan digelandang ke Polres guna pemeriksaan identitas dan tes urine.

"Di Arena, kita mengamankan 10 orang yang diduga mengkonsumsi narkoba. Setelah dilakukan cek urine, positif narkoba," ujar Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo, Minggu (22/03/15).

Arena Entertainment yang di Jalan Tuanku Tambusai ini, kata Guntur, juga pernah dilakukan penangkapan terhadap waiters yang menjual pil ekstasi kepada pengunjung yang disediakan tempat maksiat berkedok biliard itu.

Saat razia digelar pada Sabtu (21/03/15) dini hari itu, 15 tempat karaoke yang menyediakan wanita penghibur itu mendadak sepi, beberapa hari sebelumnya ada yang membocorkan ke pihak manajemen tempat hiburan tersebut. Meski demikian, polisi berkelit.

"Kalau informasi bocor, nggaklah. Banyak faktor, diantaranya karena tadi hujan dan tamunya malam ini sedikit," ujar Dir Res Narkoba Polda Riau Kombes Pol Hermansyah Sik.

Meski demikian, Hermansyah menegaskan pihaknya akan terus

melakukan razia dengan jadwal yang tak ditentukan untuk menghindari kebocoran. "Bulan lalu kita sudah lakukan razia. Ke depan juga tetap digelar razia," kata Hermansyah.

Semua anggota Ditresnarkoba Polda Riau yang dipencar dalam tiga tim menggunakan baju preman didampingi Provost berbaju dinas dengan senjata api.

Sementara itu, Polresta Pekanbaru juga menggelar razia di 8 tempat hiburan malam yang juga telah dilakukan razia pada Minggu (22/03/15) dini hari.

Hasilnya, razia yang dikomandoi Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Robert Harianto Watratan itu berhasil membawa 8 pria dan 6 wanita penghibur dari RP Internasional Club milik Dedi Handoko.

"Mereka diamankan ditempat hiburan malam RP International Club yang berlokasi di jalan Riau. Kita duga mereka membawa, menyimpan dan atau memakai narkoba," ujar Kombes Robert.

Dari tangan 8 pengunjung dan 6 wanita pendamping karaoke tersebut, polisi menemukan seperempat butir Inex serta sebutir Happy Five yang belum sempat dikonsumsi.

Sedangkan di XP Club, polisi menemukan dua buah alat hisap atau bong sabu bekas digunakan yang dibuang dibawah meja serta pecahan pil ekstasi yang sudah hancur karena diinjak pemiliknya.

"Pada razia kali ini, tempat hiburan yang jadi target kita ada delapan, diantaranya RP Club, MP Club, Dragon Pub, Furaya hotel, XP Club, SP Club, C7 dan Arena, serta beberapa lokasi hiburan malam lainnya yang berskala kecil," ujar Robert.

Operasi wilayah atas kendali pusat bersandi Operasi Antik Siak 2015 ini, kata Robert, sudah dilakukan sejak 17 Maret 2015. Selama empat hari itu, total kasus yang ditangani Polresta dan jajaran Polsek sebanyak tujuh kasus dan berhasil mengamankan delapan orang yang diduga pengguna, pemilik atau pengonsumsi barang haram itu.

"Paling besar itu yang di Sat Narkoba kita, ada 11 paket shabu ukuran sedang sekitar setengah Ons, timbangan serta uang Rp750 ribu dan dan dua ponsel. Penangkapan lainnya seperti di Polsek Tenayan Raya, Pekanbaru Kota, Polsek Limapuluh dan Mapolsek Senapelan," pungkas Robert.

Sementara Kasat Reskrim Mapolresta Pekanbaru, Kompol Hariwiyawan Harun yang juga turun kelapangan mengatakan, ada dugaan razia yang dilakukan jajarannya sudah bocor ke beberapa pengelola hiburan. Alasannya, karen seluruh tempat yang dirazia, rata-rata sepi pengunjung.

"Kita duga ini bocor, soalnya tidak seperti biasa yang ramai pengunjungnya," tegasnya.

Meski demikian, kata Hariwiawan, kepolisian akan tetap melaksanakan razia ini setiap hari, setidaknya untuk menekan kasus peredaran narkoba khususnya ditempat hiburan malam.

"Sesuai intruksi pak Kapolres, setiap Polsek dan jajaran mendapat target setidaknya satu kasus dalam satu hari," tandasnya. [Pan]

Tags :# hukum