Soal Penipuan Umroh Pekanbaru, korban sebut polisi kurang respon

Ilustrasi | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Pekanbaru - Hampir setahun, Susiyah (40), mengaku kurang direspon pihak Polresta Pekanbaru terkait laporannya selaku korban penipuan biro perjalanan alias travel umroh di Pekanbaru.
"Kalau warga yang melaporkan pimpinan KPK cepat direspon sama polisi. Tapi kasus saya yang juga sebenarnya banyak warga Pekanbaru yang juga tertipu pihak travel tak ada tindaklanjutnya," kata Susiyah, Jumat (06/02/15).
Menurut Susi, selama ini, Ia cukup salut melihat polisi bisa mengungkap jaringan teroris di Indonesia. Anehnya, lanjut Susi, polisi malah kesulitan untuk memburu pemilik travel yang sudah banyak menipu warga di Pekanbaru.
Seperti diketahui, Susiyah melaporkan kasus penipuan ini tepatnya Maret 2014. Dia mengalami kerugian Rp68 juta untuk berangkat umroh yang dia setorkan ke Travel Sai Tour. Uang itu, untuk keberangkatan Susiyah bersama dua orang sepupunya.
"Saya tidak tahu lagi harus mengadu kemana. Saya pengen kasus ini bisa terungkap karena banyak korban lainnya di Pekanbaru ini," keluh Susiyah.
Terkait ini, Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Robert Haryanto Watratan mengaku tetap melakukan penyelidikan.
"Kami tidak diam...Kami tetap jalan. Maaf kalau kami belum bisa memuaskan ibu Susyiah. Tetap semangat," kata Kombes Robert kepada wartawan. [Pan]

