Gegara Keseringan Nonton Film Porno, Ayah Setubuhi Anaknya Sendiri Hingga Empat Kali

Ilustrasi

BeritaRiau.com, Pekanbaru - BS (39) harus mendekam dibalik jeruji karena melakukan persetubuhan kepada SM (17) yang merupakan Putri kandungnya sendiri. BS ditangkap polisi usai YI (37) yang merupakan istrinya sendiri melaporkannya ke Polisi.

Kasatreskrim Polresta Kota Pekanbaru, Kompol Andre Setiawan mengatakan, saat ini pelaku sudah ditahan.

"Iya benar, pada hari Senin 14 November 2022 kemaren, telah dilakukan upaya penahanan terhadap pelaku," katanya kepada Beritariau.com, Selasa (22/11/2022).

Andre menyebut, saat hendak ditangkap, sebelumnya pelaku sempat melarikan diri menggunakan sepeda motor ke rumah keluarganya di daerah Kecamatan Tapung Hulu, Riau. Namun, karena IY memberitahu ke pihak keluarganya perbuatan BS, keluarganya pun turut ikut menyerahkannya ke kantor Polsek Tapung.

Kronologis tindak pidana persetubuhan tersebut terjadi pada hari Minggu (13/11/2022) di rumahnya di Kota Pekanbaru. 

Bermula saat pelapor (istri pelaku) pergi senam. Saat itu korban SM bersama adiknya tidur di kamar. Tiba-tiba pelaku (ayah kandung korban) mencium leher dan meremas payudara SM. Selanjutnya pelaku pun melucuti paksa pakaian korban dan memaksa melakukan persetubuhan dengan korban. 

Setelah peristiwa terjadi, korban pun memberitahukan kepada ibunya, dan mengatakan, bahwa dirinya telah di setubuhi ayahnya sendiri, hingga telah berlangsung sebanyak empat kali. 

Mendengar pengakuan anaknya, ibunya pun langsung mendatangi kantor polisi dan melaporkan suaminya.

Pelaku ditangkap setelah keluarganya berkoordinasi ke Polsek Tapung. Selanjutnya, Unit PPA bersama tim Resmob Polresta Pekanbaru pergi menjemput pelaku beserta barang bukti untuk dibawa ke Polresta Pekanbaru guna diproses lebih lanjut.

Andre Setiawan menyebut, motif pelaku melakukan hal tersebut akibat dampak negatif menonton film porno.

"pelaku suka menonton film porno," jelasnya.

Saat ditangkap, tim juga turut mengamankan pelaku serta bukti satu helai baju switter lengan pendek warna ungu, satu helai celana shot pendek warna hitam milik korban.

Selain itu diperkuat juga bukti laporan berupa hasil pemeriksaan korban yakni surat Visum Et Repertum, petunjuk, keterangan saksi, serta pengakuan pelaku saat ditangkap.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat pasal 81 UU RI No.17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU No.1 tahun 2016 tentang perubahan kedua Atas UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (*)