Baru dua hari kerja, Rahmat bawa lari batu akik milik bosnya

Ilustrasi | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Pekanbaru - Bisnis batu cincin yang kini tengah mewabah disemua kalangan berujung di meja hukum. Seperti yang terjadi di kota Rengat kabupaten Indragiri Hulu, Riau. Seorang karyawan melarikan puluhan batu akik bosnya.
Seperti yang dialami Hamdani (35), yang mengaku batu akik yang didagangkannya itu dilarikan oleh pekerjanya, Rahmat (16), dengan taksiran harga Rp 10 Juta, serta uang tunai hasil penjualan sekitar Rp 1 Juta.
"Korban sudah membuat laporan di Mapolres Inhu, dan sudah dimintai keterangannya, sementara pelaku tengah diselidiki," ujar Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo Sik, Senin (19/01/15).
Menurut Hamdani, Rahmat baru 2 hari bekerja ditempat usaha batu akik miliknya. Ia dipekerjakan lantaran Hamdani merasa kasihan melihat Rahmat luntang lantung dijalanan tanpa memiliki pekerjaan.
"Saat itu Rabu (14/01/15), saya akan ke Pekanbaru membeli bahan jualan. Dijalan saya lihat pelaku duduk ditepi jalan dengan kondisi yang memprihatinkan. Karena merasa kasihan saya mengajak pelaku untuk membantu menjalankan usaha berjualan batu cincin," ujar Hamdani.
Warga jalan Hang Lekir Kelurahan Kambesko Kecamatan Rengat Kabupaten Inhu menambahkan, usai dipekerjakan, jarak dua hari yakni pada Jumat (16/01/15), Hamdani tak lagi melihat pelaku dikedai asah batu tempat usahanya.
Merasa curiga, Hamdani kemudian mengecek isi kedai tersebut. Namun, selain tidak melihat Rahmat, Hamdani juga kehilangan 11 buah batu cincin berbagai jenis yang menurutnya bernilai Rp 10 Juta juga turut dibawa kabur.
"Selain batu cincin dan pengikatnya, uang hasil penjualan sekitar Rp 1 Juta juga hilang. Saat dicari dia sudah tak ada lagi," ujar Hamdani dalam laporan polisinya.
Alhasil, Hamdani langsung melaporkan pelaku ke Mapolres Inhu guna dilakukan penyelidikan. [Pan]

