Pihak RSU dan DPRD temukan ada limbah

Sempat berkilah, Humas RS Indah akhirnya akui lalai kelola limbah

Sempat berkilah, Humas RS Indah akhirnya akui lalai kelola limbah

Tampak Darah di Parit RSU Indah Bagan Batu dialirkan menuju pemukiman warga | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Bagan Batu - Aroma bau busuk dan anyir darah yang bersumber dari selokan buangan yang diduga berasal dari Rumah Sakit Umum (RSU) Indah yang berada di Jalan Jendral Sudirman Km 2 Bagan Batu kian meresahkan warga Kelurahan Bahtera Makmur Kota Kecamatan Bagan Sinembah Rokan Hilir (Rohil).

Pasalnya, hampir setiap hari warga setempat dan para pengguna jalan yang melintasi Jalan Mesjid Nuansa ini, kerap mencium bau tak sedap itu.

Hal ini diungkapkan warga Nuansa, Thomas L kepada Beritariau.com, Selasa (06/01/15), hampir setiap hari dirinya kerap mencium aroma yang sangat tak sedap. "Bau busuk bercampur bau amis seperti bau darah," ujar pria yang berkediaman di Belakang RSU indah Bagan Batu ini.

Iloeng SItorus (30), warga lainnya, juga menyatakan hal yang sama,Ia menyebutkan, pada Jumat, (02/01/15) sekitar pukul 21.00 WIB, aroma bau busuk disertai bau anyir yang tercium olehnya, sangat mengganggu. Apalagi ketika melintasi Jalan Mesjid Nuansa.

"Baunya itu sangat menyengat, apalagi ketika melambatkan kereta (sepeda motor, red) dipolisi tidur ampun lah, kuat dugaan saya kalau yang dibuang itu limbah medis yang berbahaya, " ujarnya kepada wartawan.

Keresahan warga Nuansa itu, ditanggapi serius anggota DPRD Rohil, Leonard Situmorang.

 

Anggota DPRD Rohil meninjau langsung parit yang dikeluhkan warga

 

Bersama warga dan Humas RS Indah, Ia meninjau dan mengecek langsung kebenaran aduan warga itu. "Setelah dapat informasi dari warga, saya turun untuk mengecek aliran air yang ada di RSU Indah ini. Menurut aduan warga, ada aroma bau amis dan busuk," ungkap Leo.

Saat menit-menit pertama pengecekan di parit-parit yang ada di dalam kompleks RSU Indah, tak ditemukan adanya tanda-tanda yang mencurigakan yang bisa membenarkan dugaan warga yang mengatakan bahwa Pihak Rumah sakit membuang limbah berbahaya yang dialirkan di sekitar pemukiman warga.

Namun, tak berselang lama, Ilong dan Indra (warga, red) menemukan adanya cairan merah kental berbau anyir di empat titik yang mengendap di aliran parit yang menuju pemukiman warga.

Sontak saja, warga kesal karena sebelumnya pihak Rumah Sakit sempat mengatakan tak pernah membuang limbah medis melalui parit itu.

"Yang dibuang melalui parit ini hanya buangan dari Kamar mandi pasien, dan bukan limbah berbahaya," ujar Humas RSU Indah, Iwan.

Namun, saat temuan adanya gumpalan yang diduga darah itu tertangkap mata, Humas RSU Indah ini tak lagi bisa berkilah dan langsung mengakui kelalaian pihaknya.

"Ini kelalaian kami, ini bekas mencuci alat medis yang terkena darah pasien. Kami tak pernah mengintruksikan petugas medis untuk melakukan hal ini," kata Iwan beralasan.

Sebagai solusi atas persoalan limbah RSU itu, Leonard Situmorang mengusulkan kepada pihak RSU agar memperbaiki saluran limbah itu.

"Drainase ini dilebarkan lagi terus parit yang dibawah pohon sawit dibuat drainase untuk mengurangi resapan air tentunya untuk mengurangi bau busuk akibat limbah. Agar di kemudian hari tak terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Karena ini kan limbah medis, kita tidak bisa menjamin aman atau tidak limbah medis ini," demikian terang Leo. [bim]

Tags :# politik