Siswa Dibiarkan Rusak, Diduga Ada Setoran
Bikin rusak remaja di Bagan Batu, warga ingin warnet bandel disikat

Para Siswa dibawah umur di Bagan Batu setiap hari Bebas Nongkrong Diwarnet | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Rohil - Warga kecamatan Bagan Sinembah khususnya di wilayah Bagan Batu mendesak aparat kecamatan untuk segera menertibkan sejumlah warung internet (warnet) yang buka selama 24 jam.
Demikian dikatakan salah seorang warga Jalan Subrantas, Desa Bagan Batu, Sudir (42), Selasa (06/01/15), Ia kecewa atas tak adanya ketegasan pihak kecamatan dalam memberlakukan jam buka tutup warnet. Sebab saat ini, hampir seluruh warnet buka selama 24 jam.
"Camat harus tegas, jangan tunggu warga yang menertibkan, kalau kami yang menertibkan bisa jadi anarkis, jadi sebelum itu terjadi kita minta camat tegas," pinta Sudir.
Indra, warga Bagan Batu lainnya, juga mengatakan hal yang sama, Ia mengaku prihatin atas lemahnya pengawasan dari pihak kecamatan dalam menertibkan jam buka tutup warnet di Bagan Batu.
"Sebenarnya ini masalah lama, namun yang kita sayangkan tidak ada ketegasan pihak kecamatan dalam menertibkan jam buka tutup warnet ini. Bahkan, seolah-olah tak ada yang perduli," kesal Indra.
Ditambahkannya, hal yang paling memprihatinkan adalah ketika anak dibawah umur yang tergolong masih remaja dibiarkan begitu saja bermain di warnet tanpa ada larangan, baik dari pihak pengelola warnet maupun orang tua anak itu sendiri.
"Memang ini adalah tanggungjawab semua pihak. Tapi setidaknya, Camat dapat segera memberikan tindakan tegas atas warnet yang membiarkan anak dibawah umur main warnet, terkhusus pada jam sekolah dan tengah malam, yang kita khawatirkan ketika anak-anak ini membuka situs - situs yang terlarang," sebutnya.
Lain halnya dengan Andri, Ia berpendapat aktivitas warnet itu akibat adanya unsur pembiaran oleh pihak berwenang karena ada setoran khusus kepada oknum - oknum yang seharusnya menindak.
"Saya duga ada setoran khusus kepada oknum yang berwenang, dan saya rasa wajar kalau semua orang berpikir seperti itu, sebab hingga saat ini dibiarkan begitu saja, dan kalau ini terus berkelanjutan rusaklah semua anak generasi bangsa ini," duganya.
Ditempat terpisah, camat Bagan Sinembah, HM Nasir SPd ketika berbincang-bincang dengan sejumlah awak media di rumah dinasnya baru-baru ini mengaku turut prihatin dengan kondisi ini.
Namun dirinya akan berupaya mencarikan solusi agar permasalahan yang saat ini sangat meresahkan warganya itu dapat teratasi.
"Secepatnya kita akan lakukan koordinasi dengan Upika lainnya, agar penertiban ini dapat segera dilakukan," katanya.
Ditambahkannya, mulai dari para Camat terdahulu, mungkin sudah melakukan upaya penertiban. Namun, hal yang sama terjadi lagi. Untuk itu, katanya, dalam upaya penertiban yang akan dilakukan kedepan harus bersifat permanen.
"Kita akan koordinasi dulu, sebab kalau sanksi yang diberikan tidak permanen, kedepan bakal terulang lagi, maka dari itu secepatnya saya akan bicarakan hal ini dengan Upika lainnya," demikian janji Nasir. [bim]

