Bakal Ramai di malam Pergantian Tahun
Prostitusi di Jondul tetap berjalan, Razia hanya Formalitas

Ilustrasi | Beritariau.com 2014
Beritariau.com, Pekanbaru - Razia lokasi prostitusi yang digelar Tim Gabungan Polresta Pekanbaru, Satpol PP, POM Pekanbaru, dan Dinas Perhubungan, Senin (15/12/14) lalu di Perumahan Jondul, ternyata sia-sia. Walau sebanyak 32 orang telah dijaring dalam operasi saat itu, namun para Pekerja Seks (PSK) yang berkedok panti pijat tak juga jera.
Saat itu, sebanyak 32 orang terjaring. Di antaranya wanita yang tidak memiliki identitas serta pasangan tidak resmi (tidak memiliki surat nikah, red). Mereka lalu digiring ke Mapolresta Pekanbaru untuk didata dan selanjutnya diserahkan ke Satpol PP untuk membuat perjanjian.
Polisi juga mengamankan barang bukti lainnya, seperti alat kontrasepsi, obat kuat, serta buku catatan hasil penjualan wanita bagi pria hidung belang. Semuanya disita dan ikut diangkut ke Mapolresta.
Pantauan Beritariau.com, Senin (29/12/14) sekitar pukul 11.30 Wib malam di Jondul, terlihat sejumlah rumah dengan pintu terbuka. Ditiap rumah itu, sejumlah wanita yang diduga PSK berpakaian minim, duduk nyantai menghisap rokok dan bersenda gurau sambil sesekali memainkan telepon seluler di jemari tangannya.
Mengitari setiap jalan bersemen di tiap blok perumahan yang rusak, di beberapa rumah parkir mobil dan sepeda motor yang dapat dipastikan adalah milik para tamu.
Saat Beritariau.com menyambangi sebuah rumah bertuliskan kata "Pijat" yang pintunya terbuka tanpa satu pun kendaraan yang parkir, dari dalam rumah langsung muncul seorang wanita berpakaian ala rumahan memakai daster terusan. Dari perawakannya, wanita ini tampak berusia 30 tahun lebih. Wanita bertubuh sintal ini langsung menyapa.
"Mau masuk bang?," tanya wanita ini dengan ramah. Belum sempat Beritariau.com menjawab, wanita ini langsung menyambung kalimatnya. "Lagi penuh tamu bang," sambungnya.
Awak Beritariau.com pun menyahut,"Ok, kami jalan ke tempat lain dulu". "Maaf ya bang," balas wanita yang diduga adalah "mami" alias pimpinan dari PSK di rumah itu.
Tak jauh dari rumah itu, hanya melewati dua blok, terlihat sebuah rumah yang banyak wanita berpakaian seksi sedang duduk di teras. Awak media pun membulatkan tekad berkunjung kesitu.
Saat mendekati rumah itu, mata para wanita itu langsung melirik ke awak media. Saat kaki masuk ke halaman rumah, satu dari empat wanita yang duduk diteras itu langsung menyapa.
"Duduk mas. Mau masuk?," tanya wanita yang tampak lebih tua diantara tiga orang lainnya sambil mempersilahkan awak media duduk dikursi plastik.
Awak media pun menjawab,"Duduk dulu boleh kan?". "Boleh mas. Mau minum apa? Bir mau? Hitam atau putih," sambutnya lagi. "Putih," kata kami.
Ia pun menyuruh satu dari tiga wanita yang sedang duduk itu mengambil sebuah bir kaleng yang dingin. "Mau sama siapa mas? Ini kita baru buka. Tadi anak-anak lagi jalan-jalan ke Mall," tanya wanita yang ternyata adalah sang Mami.
Saat bir datang, awak media pun mulai mengorek informasi pelan-pelan dengan bertanya, "Berapaan mbak?". "Disini cuma ada short time mas. Sekali masuk Rp300 ribu," jawabnya.
Awak media pun mencoba menegosiasi, "Gak kurang mbak?". "Wah, itu sudah diservis mas. Kalau mau langsung bisa kok Rp200 ribu ga pake servis," jawabnya. "Itu sudah termasuk biaya kamar Rp50 ribu mas. Mas mau sama yang mana," tambahnya sambil mengarahkan awak media melihat tiga anak buahnya yang lagi asyik memainkan handphone dengan gaya cuek.
Awak media pun pura-pura bertanya lagi, "Kalau Long Time bisa? Gimana sistimnya dan berapa?". Ia pun menjawab, "Kalau yang itu (Long Time) gak bisa disini mas. Dibawa keluar aja. Kita charge 1,5 Juta sampe 2 Juta. Bayar langsung mas".
"Oo.. Ceweknya cuma ini aja? Ada yang lebih muda gak?," bisik awak media sang Mami sebagai alasan mau pergi dari tempat itu. "Ada empat orang, satu lagi kurang sehat. Yang ini bagus-bagus kok mas," jawabnya. "Saya lebih suka yang umur 19 sampe 21, ada gak?," tanya awak media lagi pura-pura.
Seketika wajah sang Mami berubah kaku, "Ditempat saya ini gak ada yang umur segituan mas. Kalo yang segitu, pada manja-manja semua, malas kerja," jawabnya.
"Maklumlah selera orang kan beda-beda. Saya keliling dulu boleh? Oh ya, gak ada razia kan?," tanya awak media. "Kayaknya gak lagi mas. Kemarin kan udah, ada tuh anak saya yang dibawa. Biasalah," jawabnya.
Awak media pun menanyakan pasca razia itu berapa lama mereka tutup. Dan jawabannya ternyata mengejutkan. "Hari itu ya tutup. Besok lusanya kita buka lagi. Kan razianya cuma formalitas. Kita kan ga ada jual atau pake narkoba dirumah ini. Cuma pijat aja kok," lanjutnya.
"Izin pijat disini (jondul) dimana diurus mbak," tanya kami lagi. "Sama pak RT aja diurus. Nanti dikasi tau peraturan dan kewajibannya," jawabnya.
Usai dari rumah tersebut, Beritariau.com pun menemui seorang sumber yang sudah lebih dulu janji untuk ketemu. Dari percakapan dengan sumber ini, diketahui, lokasi prostitusi di jondul ini takkan pernah punah. Pasalnya, aksi pernindakan dari Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru dengan alasan Peraturan Daerah (Perda), menurutnya, hanya sebatas wacana saja.
"Bagaimana mau ditutup. Ini (jondul) kan sumber uang beberapa oknum pejabat baik satpol PP mau pun di Pemko," kata sumber yang enggan disebutkan namanya ini kepada Beritariau.com, Senin dini hari sekitar pukul 01.00 Wib.
Ucapan ini ternyata benar. Pasalnya, semakin larut malam, semakin ramai pengunjung yang menggunakan mobil dan sepeda motor berputar-putar disekeliling komplek mencari-cari rumah pijat yang mau disinggahi. Parahnya, dari sejumlah pengendara motor itu, tak sedikit yang tampak masih ABG alias remaja tanggung.
"Apalagi nanti malam tahun baru. Pasti membludak disini," tambahnya. [Pan]

