Korban dugaan penganiayaan istri Bupati Kampar sudah 7 kali nikah

Korban dugaan penganiayaan istri Bupati Kampar sudah 7 kali nikah

Ilustrasi | Beritariau.com 2014

Beritariau.com, Pekanbaru - Jamal, suami dari Nur Asmi yang mengaku dianiaya oleh Eva Yuliana istri Bupati Kampar Jefry Noer tidak pernah datang saat dilakukan pemanggilan oleh penyidik Dit Reskrimum Polda Riau. Informasi di kepolisian, Jamal merupakan suami ketujuh Nur Asmi.

Menurut Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo Sik mengatakan, Jamal tidak pernah datang memenuhi pemanggilan penyidik untuk dimintai keterangannya.

"Dalam kasus ini, belum ada bukti-bukti kuat terkait adanya penganiayaan, sebab tidak ada keterangan dari saksi yang melihat adanya penganiayaan, bahkan Jamal tidak pernah datang saat dipanggil," jelas Guntur.

Selain itu, dalam tiga kali dilakukannya gelar perkara yang dihadiri oleh kedua belah pihak, baik Nur Asmi maupun Eva Yuliana juga disaksikan pihak kedokteran, tidak ada cukup bukti terkait penganiayaan ini.

"Kita memerlukan keterangan Jamal, untuk menemukan novum atau bukti baru. Kita juga berusaha untuk melengkapi berkas dan mengirimnya ke kejaksaan," jelas Guntur.

Dalam putusan Nomor : 310/PID.B/PRA/2014/PT. PBR, yang ditandatangani Sabar Tarigan Sibero selaku Hakim Ketua, dengan hakim anggota masing-masing Kharlison Harianja dan Tani Ginting, menyatakan permohonan Polda Riau terkait SP3 kasus Eva Yuliana tidak dapat diterima.

Sementara itu, pada Jumat (21/11) lalu, Hakim PN Pekanbaru, Mangapul Manalu, memutuskan mengabulkan permohonan gugatan praperadilan yang dimohonkan Nur Asmi dan memerintahkan agar Polda Riau selaku pihak termohon untuk melanjutkan proses penyidikan terhadap Eva Yuliana.

Perlu diketahui, penganiayaan yang dialami Nur Asmi, yang merupakan ibu rumah tangga (IRT) dan suaminya Jamal, yang mengaku dikeroyok oleh Eva Yuliana, istri Bupati Kampar, Jefry Noer dan ajudannya, Bripka Very, terjadi pada Sabtu 31 Mei 2014 silam, di Sungai Pinang Km 7 Desa Birandang Kecamatan Kampar Timur kabupaten Kampar.

Akibat penganiayaan ini, Nur Asmi mengaku trauma karena juga sempat ditodong pistol. Serta mendapat perawatan dan dilakukan opname di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. [Pan]

Tags :# hukum