Pelaku Masih Berkeliaran

Astaga ! Bocah di Pekanbaru diculik dan dilecehkan

Astaga ! Bocah di Pekanbaru diculik dan dilecehkan

Bocah 9 tahun kembali dengan muka pucat dan menangis setelah diculik dan dilecehkan orang misterius selama 3 jam | Beritariau.com 2014

Beritariau.com, Pekanbaru - Waspadalah menjaga anak-anak anda dari kejahatan orang yang tak dikenal. Pasalnya pelaku penculikan anak dengan motif pelecehan masih berkeliaran di kota Pekanbaru. Seperti yang terjadi pada Sabtu malam lalu (27/12/14), warga di jalan Garuda dihebohkan dengan penculikan bocah berusia 9 tahun. Setelah 3 jam menghilang, bocah tersebut kembali dalam kondisi lemas, wajah pucat, dan sambil memegang celana dalamnya.

Bagaimana warga sekitar jalan Garuda Pekanbaru Riau ini tidak panik. Sekitar pukul 20.30 WIB Sabtu malam lalu (27/12/14) warga dihebohkan hilangnya 2 bocah berusia 9 tahun, yang sedang bermain di depan rumahnya. Selang 30 menit kemudian, salah satu bocah kembali pulang dengan berjalan kaki sendiri.

Menurut orang tua korban yang selamat Beni (40 thn), dari cerita yang didapat dari anaknya, awalnya saat anaknya dan temannya sedang bermain sepeda di depan rumahnya, tiba-tiba didatangi seorang pria misterius, dengan ciri-ciri menggunakan motor trail warna orange, badan kurus menggunakan jaket biru jeans, celana panjang jeans, dan menggunakan helm, meminta bantuan kepada dua bocah tersebut, untuk mencari alamat, dengan iming-iming imbalan uang Rp. 20.000,- (dua puluh ribu rupiah).

Akhirnya tanpa curiga sedikit pun, kedua bocah yang lugu ini mau mengantarkan mencari alamat, jalan Surya yang tak jauh dari rumah dua bocah tersebut. Anehnya saat sampai di jalan Surya, salah satu bocah yakni anak Beni, diturunkan pria misterius tersebut di simpang jalan Surya dan disuruh menunggu sebentar oleh pria tersebut, namun temannya dibawa pelaku tersebut. Karena telah menunggu lama, si bocah ini langsung pulang. Ia pun kaget sampai di rumahnya sudah banyak warga dan petugas dari Polsekta Bikit Raya.

“Iya anak saya kan lagi main, terus ada orang minta carikan alamat dengan di jalan Surya katanya nanti dikasih uang dua puluh ribu, untung anak saya selamat. Warga sudah melapor polisi, karena kami panik anak kami hilang dan belum pulang hingga jam 10 malam. (kata Beni ayah korban yang selamat)”

Petugas Polsekta Bukit Raya, yang sedang mencari keterangan penculikan, saat malam itu, akhirnya langsung mencari tahu terhadap kesaksian bocah yang selamat tersebut. Selang 3 jam sedang asiknya petugas berjibaku meminta keterangan bocah yang selamat tersebut, tiba-tiba ada seorang ibu, yang dikenal dengan terapis urut tradisional bernama Manda Mustika (58 thn) yang rumahnya sekitar 74 meter dari rumah korban berteriak dengan gembira. “ ini si bocah hilang pulang. Aduh nak selamat kau nak. Ini pak ini pak.” warga sekitar yang masih berkumpul pun berlari menghampiri ibu tersebut.

Menurut ibu Manda Mustika (58 thn), ia terkejut melihat bocah yang diculik tiba-tiba muncul, berjalan kaki sendiri. Padahal tadi kami sedang membahas bocah tersebut dengan pasiennya yang datang. Dan terkejut melihat bocah berusia 9 tahun tersebut berjalan kaki sendiri, dalam kondisi lemas dan wajah pucat. Anehnya saat saya melihat bocah tersebut, ia menenteng celana dalamnya sendiri.

“Saya kaget dan gembira pak, orang saya lagi asik ngobrol sama pasien, karena saya kenal bocah tersebut ganteng, kasian lah dia diculik eh tiba-tiba dia datang jalan kaki dengan muka pucat dan menenteng celana dalamnya. (Kata ibu Manda Mustika)”

Bocah kedua yang akhirnya pulang ini, akhirnya dibawa ke rumah rukun warga setempat untuk diberi pertolongan. Isak tangis pun pecah dari kedua orang tua bocah ini. Semua pertanyaan pun dilemparkan langsung ke bocah yang masih lemas tersebut. “Dibawa kemana kau nak, diapakan sama orang itu nak” namun bocah tersebut hanya diam seribu bahasa sambil mengeluarkan air mata.

Petugas Polsekta Bukit Raya yang masih berada di lokasi penculikan tersebut langsung mengamankan bocah tersebut ke dalam rumah. Selang 20 menit pemeriksaan, karena bocah ini dalam kondisi masih belum bisa diperiksa, petugas pun pada pukul 12 malam itu juga, langsung membawa bocah dengan didampingi orang tuanya ke kantor Polresta Pekanbaru untuk dimintai keterangan sekaligus laporan.

Kejadian ini sudah dua malam lalu. Beritariau.com pun mencoba mengkonfirmasi kepada Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru. Kata Kompol Hariyawan Harun Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru tersebut, kita belum mendapat laporan tersebut karena korban belum bisa memberi keterangan, namun Senin sore tadi (29/12/14), petugas Reskrim Polresta Pekanbaru, langsung menuju rumah korban untuk kembali dimintai keterangan.

Diketahui, setelah kejadian tersebut bocah yang diculik ini, langsung mengikuti sunatan massal ribuan bocah, yang diadakan Korem Pekanbaru pada Minggu pagi.

Fakta mengejutkan, hasil pengakuan bocah yang diculik ini, kepada pamannya bernama Adi. Bocah ini selama 2 jam lebih dibawa ke belakang gedung MTQ Pekanbaru yang cukup gelap. Disana bocah ini dipaksa membuka celananya, dan langsung dilecehkan, dengan cara kemaluan korban dipegang pelaku dan di h-sensor-p.

Korban akhirnya melawan saat lubang anus korban mulai dimainkan orang misterius ini. Karena di kawasan tersebut mulai banyak orang, dan takut korban berteriak, akhirnya pelaku memutuskan kembali mengantarkan anak tersebut sampai ke depan jalan Garuda yang tak jauh dari rumah korban.

“Kata si bocah, iya diajak pelaku ke belakang gedung MTQ, kan gelap, di situ pelaku selama 2 jam lebih melakukan aksinya dengan cara membuka celana korban dan kemaluannya dimainin, kaya gitu deh di h-sensor-p. Nah terus pas mau dimainkan ekor bocah itu, korban melawan. Karena takut sudah banyak orang, korban diantar kembali. (Kata Edi paman korban)”

Dari peristiwa ini perlu diingat ciri-ciri orang misterius tersebut, yakni, menggunakan motor trail warna orange bermerek Kawasaki, badan kurus, kulit hitam, agak berumur sekitar 40 tahun, menggunakan jaket biru jeans, celana panjang jeans, dan menggunakan helm gelap.

Jadi waspadalah dalam liburan panjang anak-anak sekolah yang masih dibawah umur ini. Orang tua harus senantiasa menjaga anak dari mara bahaya. Ajarkan kepada anak-anak jangan mau dibujuk rayu orang tak dikenal, karena kemungkinan akan berbuat jahat.

Pelaku penculikan dengan motif pelecehan terhadap bocah ini hingga kini masih berkeliaran di kota Pekanbaru Riau. Polisi pun tampaknya belum terfokus dalam kasus penculikan yang sangat merugikan masa depan bocah yang menjadi korban. (BT)