Kasus Penipu Calon Jamaah umrah belum terungkap polisi

Kasus Penipu Calon Jamaah umrah belum terungkap polisi

Ilustrasi | Beritariau.com 2014

Beritariau.com, Pekanbaru - Meski mengaku sudah berupaya menyelidiki, namun Polresta Pekanbaru masih belum mampu menangkap pemilik travel yang diduga telah banyak menipu calon jemaah umrah. Korban yang kebanyakan warga Pekanbaru pun merasa kecewa.

Susiyah (40) warga Jalan Pala, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru kota, Jumat (26/12/14) mengatakan, sejak Maret 2014 lalu, telah melaporkan jika dia bersama keluarganya menjadi korban penipuan umrah oleh travel perjalanan umrah dan haji plus yang membuka usaha di 3 propinsi, yakni Pekanbaru (Riau), DKI Jakarta dan Medan (Sumatera Utara).

"Saya dikabarin oleh pihak Polresta Pekanbaru, bahwa sepekan yang lalu mereka sudah berupaya memburu pemilik travel ke Jakarta dan Bandung namun tak berhasil," kata Susiyah.

Kekeselan Susiyah pun tidak mendapat tanggapan dari polisi, Polresta Pekanbaru yang akhir-akhir ini berhasil mengungkap beberapa kasus perampokan, namun tak punya daya mengungkap kasus penipuan.

"Ternyata lebih sulit memburu kasus penipuan seperti ini, ketimbang polisi memburu kelompok perampok dan teroris di negeri ini," sesal Susiyah.

Padahal, Susiyah bersama dua kakak sepupunya, menjadi korban penipuan dengan sudah terlanjur membayar biaya umrah sebesar Rp68 juta kepada pemilik travel. Selain kerugian materi yang menurutnya begitu banyak, Susiyah pun gagal beribadah umroh.

Seharusnya Susiyah dijanjikan berangkat umrah pada Februari 2014 lalu. Tapi ternyata hingga kini pemilik travel tak juga memberangkatkan ke tanah suci itu. Hingga kasusnya dilaporkan ke polisi.

"Bukan hanya saya saja yang tertipu, banyak jemaan calon umrah dan calon haji plus juga tertipu. Saya sudah laporkan kasus ini ke polisi. Tapi ya itulah hasilnya, polisi gagal memburu pemilik travel tersebut," keluh Susiyah.

Padahal, kata Susiyah, pihak pemilik travel masih menggunakan nomor telepon genggam yang aktif, namun saat Susiyah menghubungi tidak mendapat respon. Dan itupun sudah dikoordinasikan kepada pihak polisi. Namun, polisi belum mampu melacak keberadaan sang penipu.

"Saya berkomunikais terakhir pada bulan Juli. Saya ngobrol lama, dan meminta agar uang saya dikembalikan. Pemilik travel berjanji akan segera mengembalikan. Kalau saya saja bisa berkomunikasi, masak pihak kepolisian tidak melacak keberadaannya. Nomor HP pemilik travel masih aktif, meski jika dihubungi tidak bersedia mengangkatnya," jelas Susiyah.

Susiyah yakin, jika saja pihak kepolisian serius dan tak memiliki kepentingan apapun untuk membekuk travel umrah itu, pastilah berhasil. Sebab, jaringan kelompok teroris yang bersenjata dan sejumlah bandit bersenjata yang yang memiliki keahlian lebih daripada penipu travel, selama ini berhasil dibekuk pihak kepolisian.

"Buktinya, belum lama ini Polresta Pekanbaru berhasil memburu bandit tersohor Edi Palembang yang menembak mati anggota polisi. Bandit kelas kakap berhasil mereka buru, tapi pemilik travel tak bisa ditangkap. Apa karena saya masyarakat kecil, sehingga polisi tak serius mengungkapnya," ujarnya.

Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Hariwiyawan saat dihubungi mengatakan pihaknya sudah berupaya, namun masih belum berhasil memburu pemilik travel yang diduga menipi tersebut.

"Kita sudah berusaha memburu pemilik travel ke Jakarta dan Bandung. Tapi memang kita kesulitan untuk menangkapnya. Yang jelas kita sudah berusaha, bukan berarti kami tidak menanggapi laporan dari korban calon jemaah umrah tersebut," ujar Hariwiyawan.

Saat ini, Susiyah dan keluarganya hanya bisa pasrah atas nasibnya yang menjadi korban penipuan travel umrah. Sejumlah peralatan untuk jadi calon jemaah umrah, seperti tas, baju seragam dan lainnya sudah diberikan pihak travel. Sampai sekarang barang bukti seperti tas yang dibagikan pihak travel masih tersimpan.

"Ini buktinya tas yang dikasi pihak travel masih saya simpan sebagai bukti. Kemana lagi saya harus mengadukan nasib ini," tandasnya. [Pan]

Tags :# hukum