Disketapang Terima Kunjungan Lapangan Mahasiswa Universitas Hang Tuah Pekanbaru

Disketapang Terima Kunjungan Lapangan Mahasiswa Universitas Hang Tuah Pekanbaru

Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Hang Tuah Pekanbaru melakukan kunjungan lapangan ke Dinas Ketahanan Pangan Pekanbaru, Senin (18/7/2022).

Beritariau.com, Pekanbaru - Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Hang Tuah Pekanbaru melakukan kunjungan lapangan ke Dinas Ketahanan Pangan Pekanbaru, Senin (18/7/2022).

Kunjungan ini merupakan salah satu praktik yang dilalui oleh mahasiswa yang akan menyelesaikan tugas mata kuliah Gizi dan Pangan di bawah dosen Pengampu Winda Septriani, SKM, M.Kes. 

Dalam lawatannya ke Disketapang tersebut, Winda menyampaikan bahwa kegiatan kunjungan ini adalah bentuk praktikum lapang mata kuliah yang diampunya untuk melihat dan mempelajari manajemen gizi dan pangan oleh stakeholder terkait dalam hal ini oleh Disketapang Pekanbaru. 

Kunjungan tersebut disambut oleh Kepala Disketapang Pekanbaru melalui Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, Ismail didampingi Kasubag Umum Dedek Sulaiman dan Sub Koordinator Harga Pangan Arpis Latif di ruang rapat Disketapang, gedung B5 lantai 1 Komplek Perkantoran Pemko Pekanbaru Tenayan Raya, Pekanbaru.

Sekadar diketahui, Kota Pekanbaru meraih ranking terbaik kedua Indeks Ketahanan Pangan (IKP) Nasional telah menjadikan Kota Pekanbaru khususnya Dinas Ketahanan Pangan sebagai salah satu objek yang dikunjungi berbagai stakeholder dari luar dan dalam daerah dalam penguatan ketahanan pangan berkelanjutan. 

Sebagaimana diketahui bahwa Kota Pekanbaru sukses meraih ranking terbaik kedua untuk Indeks Ketahanan Pangan (IKP) Nasional. 

Dilansir dari Buku Indeks Ketahanan Pangan Tahun 2021 yang diterbitkan Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian RI pada awal tahun 2022 ini, Pekanbaru menduduki peringkat terbaik kedua dari 98 kota se-Indonesia dengan skor 90,56 atau dengan kata lain IKP Kota Pekanbaru adalah IKP tertinggi untuk Kawasan Pulau Sumatera. 

Melesat ke posisi dua terbaik, Pekanbaru melangkahi 20 tingkat karena sebelumnya Pekanbaru berada pada rangking 22 di tahun 2020 yang lalu. 

Hal ini telah menjadi daya tarik tersendiri bagi pemangku kepentingan terkait untuk mencari informasi lebih lanjut ke Pemerintah Kota Pekanbaru salah satunya yang berlangsung saat ini, kunjungan lapangan dari Mahasiswa dan mahasiswi Prodi Kesehatan Masyarakat Universitas Hang Tuah Pekanbaru.

Dalam sambutannya, Ismail memperkenalkan profil Disketapang secara utuh dan memadai sehingga dapat ditemukan titik temu antara materi kunjungan dengan tusi yang ada di Disketapang.

Lebih lanjut dia menguraikan langkah-langkah strategis yang dilakukan Ketapang lewat usaha yang dilandaskan pada semangat inovasi sebagaimana yang selalu disuarakan pimpinan Disketapang, Alek Kurniawan.

“Beragam inovasi dilahirkan Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru dalam susksesi tusi yang ada di sini,” tutur Ismail

Inovasi yang dilahirkan sebut Ismail adalah sebagai bagian dari upaya menjalankan roda organisasi secara efektif dan efisien agar hasilnya terukur dan terintegrasi dari hulu ke hilirnya.

Ismail memulai pembicaraan dari penerbitan Grand Master Plan Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru yang telah dirilis Tahun 2020 lalu. 

Master Plan Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru, diharapkan sebagai dokumen perencanaan dalam upaya peningkatan ketahanan pangan yang memadukan program dan kegiatan berbasis pertanian menjadi suatu kesatuan yang utuh baik dalam sistem kemasyarakatan, perspektif sistem maupun kewilayahan dengan penentuan skala prioritas di tengah terbatasnya pendanaan dana Pemerintah dalam APBD.

Ismail melanjutkan pembicaraan kepada inovasi berbasis pemanfaatan teknologi informasi yang dinamakan dengan label siTANGAN (Sistem Manajemen Informasi Ketahanan Pangan) yang dirilis pada tahun 2021. 

Lalu bergeser kepada siDIVA yang merupakan singkatan dari Aplikasi Digital FSVA yang baru dilauncing awal tahun 2022 ini. siDIVA, bermanfaat dalam mengidentifikasi kondisi ketahanan dan kerentanan pangan yang ada di Kota pekanbaru yang dituangkan dalam bentuk peta tematik/ visualisasi wilayah rentan, rawan dan aman ketahanan pangan tingkat kelurahan se-Kota Pekanbaru. 

Lebih lanjut, di bidang penyediaan data yang akurat juga diadakan kegiatan survei konsumsi pangan dan pola pangan harapan Kota Pekanbaru. 

Kegiatan itu sudah diperkenalkan sejak 2021 dengan harapan agar diperolehnya informasi tingkat dan mutu konsumsi Pangan Penduduk Kota Pekanbaru dalam rangka menghasilkan rekomendasi-rekomendasi kepada stakeholder terkait untuk peningkatan kesehatan dan kualitas Sumber Daya Manusia Penduduk Kota Pekanbaru.

Di hilirnya ada program PPM (Pekan Pangan Madani) yang telah launcing di Bulan Desember tahun 2020 silam. PPM sendiri adalah tempat berjualan yang disediakan dinas sebanyak 2 kali dalam sepekan dengan membawa produk-produk petani dan pelaku usaha pangan ke tempat strategis akan mampu menjadi media promosi (marketing) agar produk-produk mereka lebih dikenal lagi dengan harapan akan terjadi peningkatan ekonomi dari kelompok-kelompok yang tergabung di kegiatan Pekan Pangan Madani (PPM) yang saat ini juga hadir setiap pagelaran Car Free Daya setiap pekannya. 

Selain PPM juga ada outlet PUAN BERSERI (Pemasaran Usaha Pangan Bersama Secara Lestari) yang Dilauncing pada tahun 2017. PUAN BERSERI yakni Tempat berjualan/ Kios/ Toko pangan segar dan olahan dari kelompok binaan dinas. 

Lalu di bidang pemberdayaan masyarakat, Ismail, menyebutkan ada kegiatan optimalisasi Kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L). Bantuan pada P2L itu  difokuskan untuk pemberdayaan kelompok masyarakat dalam pengembangan rumah bibit, demplot, dan pekarangan keluarga. 

Kegiatan Pemberdayaan masyarakat lain, Disketapang bersinergi dengan Dinas Pertanian dan Perikanan Pekanbaru juga ambil bagian dalam Optimalisasi Kegiatan Kawasan Mandiri Pangan (KAMAPAN) yang telah ditaja sejak tahun 2012 sampai sekarang. 

Kegiatan itu berupa stimulus bantuan pertanian kepada Kelompok Tani yang bertujuan untuk meningkatkan budidaya, dan pengolahan hasil pertanian dari hulu ke hilir dan meningkatkan nilai tambah produk komoditas unggulan.

“Alhamdulilah, berkat semua yang kita usahakan tersebut beserta kontribusi dari seluruh stakeholder di kota ini, pada awal 2022 Pemerintah Kota Pekanbaru berhasil bertengger sebagai IKP tertinggi kedua di tingkat Nasional," ungkapnya.

Sementara itu, Dosen Pengampu Universitas Hang Tuah, Winda Septriani, msngatakan, pihaknya sangat mengapresiasi atas sambutan, paparan dan pelayanan yang diberikan kepada peserta kunjungan.

“Menurut kami, kunjungan ini sangat penting bagi mahasiswa karena mahasiswa akan dapat secara langsung melihat para pengambil kebijakan di bidang pangan yang ada di kota ini. Selain itu kita juga dapat menjajaki kerjasama yang dapat dilakukan kedepannya terlebih paparan tadi menyebutkan berbagai inovasi dalam tugas keseharian di Ketapang,” sebutnya

Mahasiswa Universitas Hang Tuah, Nisa Meliani, mengungkapkan, dirinya sangat terkesan dengan manajemen pelayanan dan inovasi yang dijalankan Disketapang Pekanbaru. Terlebih kami diajak berkunjung ke Bidang-bidang teknis yang mengampu kebijakan sesuai tusi masing masing. "Terima kasih atas sambutannya," pungkasnya. (*)