Disketapang Pekanbaru Pastikan Pangan Segar Aman Dikonsumsi dari Hulu ke Hilir

Disketapang Pekanbaru Pastikan Pangan Segar Aman Dikonsumsi dari Hulu ke Hilir

Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan Disketapang Pekanbaru menaja Giat Pengujian Pangan Segar di Pasar Simpang Baru PanAm Kamis (30/6/2022)

Beritariau.com, Pekanbaru - Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kota Pekanbaru, memastikan pangan segar tetap terjaga dan aman dikonsumsi untuk masyarakat. Berbagai inovasi dan terobosan dilakukan dibawah kepemiminan Kadis Ketapang, Alex Kurniawan.

"Kita coba usaha usaha penguatan ketahanan pangan ini dan terintegrasi dari hulu ke hilir," kata Alex, kepada awak media, Kamis (30/6/2022).

Dia menjelaskan, untuk program strategis ketahanan pangan di bagian hulu misalnya, Disketapang Pekanbaru melakukan peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani dan pelaku usaha pangan.

Kegiatan itu, ditaja melalui kegiatan Pengembangan Kawasan Mandiri Pangan (Kamapan) dan Pekarangan Pangan Lestari (P2L).

Disketapang juga memberikan stimulus melalui kegiatan Pemberdayaan Masyarakat P2L dan Kamapan, di tengahnya juga disupport.

Sementara, dari hilirnya Disketapang Pekanbaru melakukan optimalisasi revitalisasi dan penguatan kelembagaan petani dan pelaku usaha pangan melalui outlet pangan.

Diantaranya, Pemasaran Usaha Pangan Bersama Secara Lestari (Puan Berseri), PPM (Pekan Pangan Madani), pengembangan usaha tani berbasis agrobisnis dan agroindustry yang eduintanment melalui pembangunan kawasan Lokasi Cadangan Pangan Terintegrasi Melek Teknologi (siCANTIG METAL) yang berlokasi di Kelurahan Agrowisata Kecamatan Rumbai Barat, Kota Pekanbaru.

Hal lainnya, dilakukan pengembangan teknologi tepat guna serta pembangunan infrastruktur peningkatan kualitas ketahanan pangan diantaranya melalui pemanfaatan Layanan teknologi Informasi untuk layanan publik melalui aplikasi Sistem Manajemen Informasi Ketahanan Pangan (siTANGAN), Aplikasi digital FSVA/ Food Security Vulnerability Atlas (siDIVA)  dan kegiatan lainnya.

Semuanya yang terpetakan dalam dokumentasi yang memadai lewat siTANGAN dan siDIVA, dipublikasikan lewat Disketapang Berkabar. 

"Ini telah kita lakukan dua tahun terakhir ini, Alhamdulillah ini membuahkan hasil dengan diraihnya IKP terbaik kedua Nasional oleh Pekanbaru pada awal 2022 ini," jelasnya.

Ditengah melesunya geliat ekonomi pasca pandemi, isu yang belum disentuh secara serius selama ini adalah terkait isu keamanan pangan. 

Walaupun telah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya namun optimalisasi dirasa belum memadai. Untuk itu Alek merangkul Bidang Konsumsi dan Kemananan Pangan untuk terus aktif mengkampanyekan keamanan pangan lewat giat pengujian pangan segar gratis lewat lapak-lapak pengujian pangan segar di pasar-pasar pemerintah.

"Pasca pandemi, peranan belanja pemerintah harus tetap menjadi lokomotif utama sebagai pengungkit keterpurukan ekonomi termasuk untuk urusan pangan," jelasnya.

Dia melanjutkan, keamanan pangan merupakan salah satu faktor penting yang harus diperhatikan dalam konsumsi sehari-hari masyarakat. Menurut dia, Kota Pekanbaru termasuk daerah pemasaran produk pangan segar terbesar di Provinsi Riau.

Sebagian besar pangan segarnya didatangkan dari luar wilayah Kota, sehingga membutuhkan pengawasan dan pemeriksaan yang lebih intensif, terutama dalam hal keamanan pangan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat Kota Bertuah ini.

"Pangan selain harus tersedia dalam jumlah yang cukup, harga yang terjangkau juga harus memenuhi persyaratan lainnya yaitu sehat dan aman. Makanya kita sudah tugaskan tim di Bidang Keamanan pangan untuk turun rutin ke pasar-pasar," tuturnya. 

Dari hasil pantauan Tim Disketapang Berkabar, Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan yang turun langsung dalam giat pengujian pangan segar dipasar Simpang Baru Panam melalui UPT Pasar.

Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan Ismul Denie dan tim melakukan pengambilan sampel yang dilakukan sejak pukul 09.00 WIB. 

Petugas memilih buah dan sayuran yang diduga mengandung pestisida, sayur dan buah didapat dari pedagang yang berjualan. 

Kemudian dilakukan uji residu pestisida dengan menggunakan alat rapid test kit. Adapun komoditas yang diambil sampel adalah cabe, sawi manis, kacang panjang, gambas, tomat, jahe, semangka, papaya dan pisang.

"Juji sampel dengan hasil biru, berarti negatif yang artinya aman pestisida, sementara jika warnanya merah; berarti positif yang artinya mengandung pestisida," jelasnya.

Dari hasil pengujian semua komoditi yang diuji negatif pestisida. Pengujian pangan yang menjadi kewenangan dinasnya adalah terhadap keamanan pangan segar asal tumbuhan, salah satunya lewat tes kit yang didemokan saat ini terhadap pengujian pangan segar yang digunakan untuk menguji residu pestisida golongan organophosphate dan carbamate. 

Tes ini dapat diaplikasikan antara lain kepada tanaman obat, ikan asih, tanah lumpur dan air minum.

Selain pengujian sampel pangan segar, tim juga mengkampanyekan kepada masyarakat untuk tetap melakukan pemilihan sayur dan buah yang segar, dengan memperhatikan keadaan fisik sayur dan buah (tidak busuk, dan segar). 

Kemudian melakukan pencucian sayur dan buah dengan air yang mengalir agar aman untuk dikonsumsi.

Pengawasan keamanan pangan segar di Kota Pekanbaru dapat terlaksana sekaligus informasi keamanan pangan dapat cepat terpublikasikan, sehingga pedagang maupun masyarakat merasa nyaman dan terlindungi. (*)