Disketapang Pekanbaru Gelar PPM di Car Free Day Perluas Pemasaran Pangan Segar KWT

Tim Disketapang Pekanbaru, berfoto bersama di stand Pekan Pangan Madani saat gelaran CFD, Minggu (26/6/2022)
Beritariau.com, Pekanbaru - Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kota Pekanbaru, menggelar Pekan Pangan Madani (PPM) guna memperluas pemasaran pangan segar olahan Kelompok Wanita Tani (KWT) yang digelar di areal Car Free Day (CFD) di halaman kantor eks Disketapang Pekanbaru, jalan cut nyak dien, Kota Pekanbaru, Minggu (26/6/2022) pagi.
Kepala Disketapang Alex Kurniawan, mengatakan, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Disketapang telah lama menantikan momentum PPM ini, sebagai upaya untuk mendorong UMKM binaan terutama UMKM Pangan agar semakin berkembang dan bangkit pasca pandemi Covid-19.
Event CFD tersebut, kata dia berpotensi mendatangkan masyarakat yang umumnya memanfaatkan kegiatan akhir pekan untuk berolahraga sekaligus rekreasi. Hal ini dapat dimanfaatkan pelaku UMKM Pangan untuk memperkenalkan dan memamerkan produknya.

"Makanya di event ini, kita mendorong PPM hadir di setiap even guna memperluas pemasaran bagi kelompok wanita tani binaan yang memiliki produk pangan segar dan olahan," ujar Alex.
Selain KWT, PT. Sarana Pangan Madani (SPM) menggelar lapaknya lewat motor Pangan yang menjajakan pangan segar diantaranya; cabai rawit yang dijual dengan harga Rp 50 ribu per kg, cabai merah keriting Rp 100 ribu per kg, kentang Rp 10 ribu per kg, tomat Rp 15 ribu per kg, jambu kristal Rp 20 ribu per kg dan minyak goreng seharga Rp 20 ribu per liter.
Disudut lapak lainnya juga ada Kelompok Binaan Alminah Berkah yang menjajakan buah diantaranya melon yang dibandrol seharga Rp 15 ribu per kg dan bawang putih Rp 28 ribu per kg.

Sementara, untuk jenis pangan olahan turut hadir UMKM Kuliner Pandan Jaya yang menggelar lapak dan cukup ramai dikunjungi pengunjung CFD.
"Sekarang terdapat kesempatan baik untuk memperluas pemasaran produk dengan memperkenalkan produk pangan segar dan olahan KWT kepada masyarakat luas dalam acara car free day setiap minggu," ungkap Alex.
Untuk diketahui PPM adalah salah satu inovasi yang dilahirkan Disketapang dibawah komando Alex Kurniawan. PPM adalah suatu media strategis yang ditaja Disketapang Kota Pekanbaru dengan cara membuka akses pasar yang mempertemukan langsung para pelaku pangan (petani, kelompok wanita tani, dan UMKM pengolahan pangan olahan) dengan masyarakat (konsumen).

Pelaku pangan membawa langsung produk produknya sehingga memperoleh keuntungan yang lebih baik dan masyarakat pun dapat menikmati harga yang lebih bersahabat.
Fasilitas yang disediakan Disketapang Kota Pekanbaru adalah tempat berjualan, tenda mobile beserta perlengkapannya, alat pengeras suara, sarana pengemasan dan outlet pangan yang telah dilengkapi mesin pendingin untuk pangan segar seperti sayur dan buah. Adapun tagline yang diusung PPM adalah 'Petani Untung Masyarakat Beruntung'.
Nama PPM beranjak dari filosofi; kata 'Pekan' berarti satuan waktu dalam minggu yang menunjukkan kegiatan yang berkomitmen dilaksanakan setiap minggunya dan menunjukkan komitmen Pemko Pekanbaru melalui Disketapang. PPM akan dilakukan secara terus menerus (berkelanjutan).
Sementara, Kata 'Pangan' menunjukkan produk-produk yang diperjualbelikan diutamakan untuk komoditi-komoditi pangan strategis pokok dan 'Madani' menunjukkan semangat membangun ekonomi kerakyatan yang di diami para kelompok binaan dari Dinas Ketahanan Pangan yang merujuk kepada visi kota Pekanbaru: 'Terwujudnya Pekanbaru Sebagai Smart City Yang Madani'.
Kegiatan PPM pada awalnya diperkenalkan pada Desember 2020 yang diadakan setiap Kamis pada pukul 08.00 – 12.00 WIB di Pelataran Parkir Kantor Disketapang, Jalan Cut Nyak Dien dengan sasaran adalah karyawan/ pegawai yang berada di Pusat Pemerintahan Provinsi Riau (areal Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Cut Nyak Dien) yang dekat dengan Pusat Kantor Pemerintah Kota Pekanbaru di tengah kota.
Kegiatan PPM juga diadakan di Komplek Perkantoran Pemko Pekanbaru Bandar Raya Tenayan (tepatnya di halaman gedung B5/ gedung limas) Senin (07/02/2022) lalu.

Adapun sasaran target konsumennya adalah tidak kurang dari 5.000 jiwa aparatur yang berdinas di Komplek Perkantoran tersebut.
Sampai saat ini, kegiatan PPM konsisten dilakukan 2 kali dalam sepekan; hari Senin di Komplek Perkantoran Pemko Badarraya tenayan dan hari Kamis di Jalan Cut Nyak Dien Pekanbaru.
PPM adalah pasar pangan rakyat yang rapi, higienis, tertata rapi dan nyaman. Seiring dengan bermunculan bisnis ritel modern menambah kesan pasar tradisional yang terkesan kumuh dan kurang higienis.
Keberadaan PPM diharapkan menjadi contoh pasar tradisional yang mengubah kesan kumuh, kotor dan kurang nyaman menjadi pasar yang lebih higienis, tertata rapi dan nyaman bagi para konsumen yang berbelanja.
"Dengan hadirnya PPM di CFD, mudah-mudahan kegiatan ini semakin fungsional dan dapat membantu keberadaan kelompok-kelompok wanita tani, kelompok tani, UMKM dan pelaku pangan lainnya," ucap Alex. (*)

