Disketapang Pekanbaru Terima Kunker Pansus DPRD Kabupaten Tanah Datar

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Alek Kurniawan (kiri), menerima kunjungan kerha Panitia Khusus (Pansus) I DPRD Kabupaten Tanah Datar, Selasa (05/07/2022)
Beritariau.com, Pekanbaru - Panitia Khusus (Pansus) I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar) melakukan kunjungan kerja ke kantor Dinas Ketahanan Pangan (Diksetapang) Kota Pekanbaru, di Komplek Perkantoran Pemko Pekanbaru Tenayan Raya, Selasa (5/7/2022).
Kunjungan legislator asal Luhak Nan Tuo (nama lain dari Kabupaten Tanah Datar) ini bertujuan untuk mendapatkan saran dan masukan sebagai perbandingan penyusunan program pembentukan peraturan daerah tentang tatacara Penyelenggaraan Cadangan Pangan di Lingkungan Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumbar.
Penanggungjawab Pansus yang juga Ketua DPRD Kabupaten Tanah Datar, Rony Mulyadi Dt. Bungsu melalui Ketua Pansus I Zulhadi, beserta tim disambut langsung oleh Kadis Ketapang Alek Kurniawan.
Tak dapat di pungkiri, kesuksesan Kota Pekanbaru meraih ranking terbaik kedua Indeks Ketahanan Pangan (IKP) Nasional telah menjadikan Kota Pekanbaru khususnya Disketapang sebagai salah satu objek yang dikunjungi berbagai stakeholder dari luar daerah dalam penguatan ketahanan pangan berkelanjutan.
Sebagaimana diketahui bahwa Kota Pekanbaru sukses meraih ranking terbaik kedua untuk Indeks Ketahanan Pangan (IKP) Nasional. Dilansir dari Buku Indeks Ketahanan Pangan Tahun 2021 yang diterbitkan Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian RI pada awal tahun 2022 ini, Pekanbaru menduduki peringkat terbaik kedua dari 98 kota se-Indonesia dengan skor 90,56 atau dengan kata lain IKP Kota Pekanbaru adalah IKP tertinggi untuk Kawasan Pulau Sumatera.

Melesat ke posisi dua terbaik, Pekanbaru melangkahi 20 tingkat karena sebelumnya Pekanbaru berada pada rangking 22 di tahun 2020 yang lalu. Hal ini telah menjadi daya tarik tersendiri bagi daerah lainnya untuk mencari informasi lebih lanjut ke Pemerintah Kota Pekanbaru salah satunya yang berlangsung saat ini, kunker dari DPRD Kabupaten Tanah Datar.
Pertemuan yang digelar pada pukul 10.00 WIB, berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan. Pertemuan diawali dengan perkenalan diri dari DPRD Kabupaten Tanah Datar yang membawa tim sebanyak kurang lebih 17 orang, ke Disketapang Pekanbaru tersebut.
Ketua Pansus asal Politisi asal PPP Tanah Datar Zulhadi, menyampaikan ungkapan terima kasih kepada tim Disketapang Pekanbaru atas sambutannya kepada Pansus DPRD yang diketuainya tersebut.
Lebih lanjut dia menyebutkan bahwa kegiatan studi komparatif adalah teknik membandingkan suatu objek dengan objek lain. Objek yang diperbandingkan dapat berwujud tokoh atau cendikiawan, aliran pemikiran, kelembagaan, manajemen maupun pengembangan aplikasi pembelajaran.
Studi Komparatif Pansus DPRD Tanah Datar ke Dinas Ketahanan Pangan kota Pekanbaru diharapkan mampu melahirkan estimasi estimasi alternatif terhadap Muatan Rancangan Peraturan Daerah Cadangan Pangan sehingga menghasilkan informasi yang sangat berguna DPRD Tanah Datar.

Zulhadi menuturkan bahwa saat ini Pemerintah Kabupaten bersama DPRD Tanah Datar juga sedang menggesa finalisasi Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Ketahanan Pangan Daerah (yang saat ini masih pembahasan antara eksekutif dan legislatif setempat) yang lebih menitikberatkan tentang Penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD).
"Kunjungan kerja kami ke Dinas Ketahanan Pangan Pekanbaru, untuk konsultasi dan koordinasi tentang penguatan materi Ranperda Penyelenggaraan Cadangan Pangan di Kabupaten Tanah Datar,” ungkap Zulhadi.
Ranperda yang disusun menurutnya merupakan pengejawantahan pelaksanaaan ketentuan Pasal 20 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2015 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi.
Muatan muatan penting lainnya yang diatur antara lain tatacara penunjukan mitra yang diikutsertakan dalam pengadaan CPPD, penetapan jenis dan jumlah Pangan beserta metoda perhitungan CPPD. Hal ini menurut Zulhadi untuk memperlihatkan komitmen DPRD Tanah datar terhadap regulasi ini adalah terwujudnya Penyaluran CPPD yang mampu menyasar masyarakat yang mengalami kekurangan pangan karena bencana alam, bencana sosial, gejolak harga pangan, dan/atau keadaan darurat lainnya di Kabupaten Tanah Datar.
Kunker ini juga sebagai ajang silaturahmi legislator Kabupaten Tanah Datar dan Kota Pekanbaru. Zulhadi juga tifak menampik bahwa pertukaran informasi terkait pembangunan ketahanan pangan diperlukan dalam wujud nyata rencana pembangunan ketahanan pangan yang berkelanjutan di wilayah kerja mereka.

"Selain studi komparasi, kami juga bertujuan menjalin silaturahmi antara DPRD Tanah Datar dan Dinas Pangan Pekanbaru,” tuturnya.
Selain Alex, Kunker legislator asal Tanah Datar ini, didampingi tim Disketapng lainnya yakni, Sekretaris Tengku Ahmed Reza Fahlevi, Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Ismail, Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan Ismul Denie Putra.
Kepala Distribusi dan Cadangan Pangan M. Fardamsyah, Kepala Sub Bagian, Pejabat Fungsional dan seluruh Sub Koordinator di Lingkungan Ketapang Pekanbaru.
"Mengawali sambutan ini, kami atas nama Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Ketahanan Pangan mengucapkan Selamat Datang di Pekanbaru kepada Ketua Pansus beserta tim dari DPRD Kabupaten Tanah Datar. Ini merupakan suatu kehormatan bagi kami menerima kunjungan kerja bapak dan Ibu semuanya," kata Alex.
Alex berharap pertemuan dan kunjungan ini, selain sebagai studi komparasi untuk mengetahui dan menambah wawasan dan pengetahuan terkait berbagai hal yang diterapkan Pemerintah Kota Pekanbaru di bidang Ketahanan Pangan diantaranya regulasi CPPD yang ada di Kota Pekanbaru, namun juga dapat menjadi ajang untuk mempererat silaturahmi dan menjalin kerjasama diantara kedua daerah terlebih Kabupaten Tanah Datar, merupakan Sentra Produksi Pangan.
Alex berharap bahwa kerjasama antar Daerah sangat penting dilakukan sebuah daerah terutama untuk daerah perkotaan yang mayoritas kebutuhan pangannya bergantung dari daerah lain seperti Kota Pekanbaru saat ini.
"Kerjasama dengan daerah sentra produksi penting untuk menopang ketahanan pangan di Pekanbaru, makanya kami menyambut baik dan akan memanfaatkan momentum ini untuk penguatan kerjasama ke depannya terlebih Tanah Datar adalah daerah sentra produksi pangan," lanjutnya.
Alex dalam sambutannya juga menyebutkan bahwa pihaknya tengah mendorong BUMD Pangan di Pekanbaru dalam hal ini adalah PT. Sarana Pangan Madani (PT. SPM) dalam wujud nyata kerjasama pangan.
Alex memandang posisi strategis BUMD Pangan di Pekanbaru menjadi penting karena Organisasi Perangkat Daerah tidak boleh berorientasi bisnis yang bermuara pada profit oriented, sementara BUMD lebih fleksibel dalam mengakomodir tusi pemerintah di bidang pelayanan publik, selain itu BUMD pangan juga dapat mengarah kepada siklus bisnis.
"Kita sudah ada BUMD Pangan yaitu PT. SPM, yang nantinya akan menjalankan kerjasama antar daerah tersebut," terang Alex.
Eks. Kepala BPKAD Pekanbaru ini juga memperkenalkan pendekatan inovasi dalam setiap leading sector tusi (tugas pokok dan fungsi) yang dijalankannya bersama Disketapang Pekanbaru.
Beragam inovasi pelayanan publik dilahirkan Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kota Pekanbaru, inovasi sebutnya lagi, tercipta dan terintegrasi dari hulu ke hilir.
Dia memulai pembicaraan inovasinya dari penerbitan Grand Master Plan Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru yang telah dirilis Tahun 2020 lalu. Master Plan Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru, diharapkan sebagai dokumen perencanaan dalam upaya peningkatan ketahanan pangan yang memadukan program dan kegiatan berbasis pertanian menjadi suatu kesatuan yang utuh.
Selanjutnya, inovasi lainnya berbasis pemanfaatan teknologi informasi Sistem Manajemen Informasi Ketahanan Pangan (siTANGAN) yang dirilis pada tahun 2021. Lalu sebagai upaya dalam publikasi informasi bagi seluruh stakeholder, pihaknya juga mengemas tajuk Disketapang Berkabar yang mulai diorganisir sejak awal tahun 2021 silam.
Lalu ada Aplikasi Digital FSVA (siDIVA) yang baru dilauncing awal tahun 2022 ini. siDIVA terangnya lagi, bermanfaat dalam mengidentifikasi kondisi ketahanan dan kerentanan pangan yang ada di Kota Pekanbaru. Bahkan netizen yang menjadi follower Disketapang diberi nama khusus dalam tagar#SobatPanganPKU.
Di bidang penyediaan data yang akurat, Kadis Akur juga menyebut diadakannya kegiatan Survei Konsumsi Pangandan Pola Pangan Harapan Kota Pekanbaru. Kegiatan ini diperkenalkan sejak 2021 dengan harapan agar diperolehnya informasi tingkatdan mutu konsumsi pangan penduduk Kota Pekanbaru dalam rangka menghasilkan rekomendasi rekomendasi kepada stakeholder terkait untuk peningkatan Kesehatan dan kualitas Sumber Daya Manusia Penduduk Kota Pekanbaru.
Sementara untuk mengukur IKP Kelurahan se-Kota Pekanbaru, Disketapang juga menjalankan kegiatan Penyediaan Data Primer Kelurahan dan Data Indeks Ketahanan Pangan tingkat Kelurahan se-Kota Pekanbaru yang juga mulai dilaksanakan sejak tahun 2021.
Alek menegaskan, data yang didapatkan di lapangan dijadikan sebagai kompilasi produk administrasi instansi terkait indikator ketahanan dan kerentanan pangan tingkat kelurahan se-Kota Pekanbaru yang dapat digunakan sebagai acuan semua pihak dalam mengambil keputusan strategis sesuai tugas, pokok dan fungsi masing masing.
Optimalisasi Kegiatan Pemberdayaan masyarakat, Disketapang juga bersinergi dengan Dinas Pertanian dan Perikanan Pekanbaru dalam Optimalisasi Kegiatan Kawasan Mandiri Pangan (KAMAPAN) dan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) yang telah ditaja sejak tahun 2012 sampai sekarang.
Dan di hilir, ada program Pekan Pangan Madani (PPM) yang telah launcing pada Desember tahun 2020 dan Outlet Pangan PUAN BERSERI sejak 2017 lalu. PPM sendiri adalah tempat berjualan yang disediakan dinas sebanyak 2 kali dalam sepekan yang termutakhir juga hadir dalam pagelaran Car Free Day (CFD) dengan membawa produk-produk petani dan pelaku usaha pangan ke tempat strategis.
Selain PPM juga ada outlet Pemasaran Usaha Pangan Bersama Secara Lestari (PuanBerseri). Bahkan Alex menyebut semua itu dilabeli dengan tagline 'Petani Untung, Masyarakat Beruntung'.
“Alhamdulilah, berkat semua yang kita usahakan tersebut beserta kontribusi dari seluruh stakeholder di Kota ini, pada awal 2022 ini, Pemerintah Kota Pekanbaru berhasil bertengger sebagai IKP tertinggi kedua di tingkat Nasional," imbuhnya.
Alex mengakui keberadaan Kota Pekanbaru sebagai Ibukota Provinsi, bukan daerah sentra produksi. Untuk itu dirinya ingin memastikan distribusi pangan lancar, mudah dijangkau masyarakat, dengan kuantitas dan kualitas yang terjamin, berusaha juga secara mandiri melakukan optimalisasi produksi dengan pemanfaatan lahan potensi lahan yang tersedia melalui intensifikasi dan teknologi dapat terakomodir dalam setiap inovasi yang dilahirkan oleh Disketapang. (*)

