Polisi Buru Remaja Tanggung Dilaporkan Hamili Pelajar SMP

Ilustrasi korban cabul trauma.

Beritariau.com, Pekanbaru – Polsek Tenayan Raya sedang mencari remaja tanggung inisial SN (17) yang dilaporkan menghamili pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) inisial CA (15).

Kapolsek Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Kompol Manapar Situmeang mengatakan, pihaknya mencari SN, sesuai laporan polisi STPL/235/V/2022/Riau/Polresta PKU/Sektor Tenayan Raya, yang dilaporkan pada (22/05/2022).

Dalam hal ini kata Kapolsek, terlapor adalah orang tua korban berinisial LM (39) yang melaporkan anaknya telah hamil 2 bulan.

"Setelah dilaporkan diperkuat bukti kehamilan korban, perkara ini sudah masuk tahap sidik. Kemudian, SPDP sudah dikirim kepada JPU," jelas Manapar, katanya Sabtu (25/06/2022) kepada Beritariau.com.

Selain itu, pihaknya juga telah menetapkan SN sebagai dan akan diterbitkan DPO dalam 7 hari ke depan.

Dalam laporan LM, pelaku disebut merupakan tetangganya dan sudah beberapa kali melakukan pencabulan hingga korban hamil 2 bulan.

Menurut pengakuan korban saat melapor, pelaku memaksa mencabuli korban dan dipaksa melayani pelaku untuk memuaskan nafsunya.

"Aku dipaksa terus, setiap mau melawan dia ngancam, makanya nggak berani kasih tau orang-orang," kata CA, dengan polos saat ditemui di kediamannya.

Akibat kejadian itu, korban menjadi sering termenung bahkan mengurung diri di dalam kamar.

Sebelum terungkap, ibu korban mengatakan, anaknya pernah dibawa kabur pelaku semalaman dan diketahui setelah esoknya dilaporkan teman anaknya inisial RK.

Tidak terima tindakan pelaku, LM mengaku langsung mendatangi rumah SN, sambil memberi peringatan untuk tidak mendekati anaknya. Namun, tersangka justru merespon dengan mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas kepada LM.

"Suka suka ku, apa urusan mu, kalau dia (CA) kenapa-kenapa ya mamak ku tinggal memberangkatkan aku," kata LM, menceritakan respon pelaku yang juga disaksikan tetangganya ketika dikonfirmasi.

Sejak didatangi LM, bukannya menghentikan perbuatannya, malah SN semakin sering melakukan dan memaksa korban untuk melayani cabulnya disaat ada kesempatan, hingga hamil.

Namun, setelah mengetahui korban hamil, pelaku pun langsung kabur. Bahkan, tidak ada itikad baik, karena keluarga tersangka justru merasa bangga dan menertawakan korban, yang saat ini tengah menanggung malu.

"Waktu ku tau anak ku hamil malam itu, keluarganya justru tertawa-tawa tiap malam didepan rumahnya sambil mengarah kerumahku. Bahkan sambil nyanyi-nyanyi main gitar," jelas LM.

Karena tidak tahan menahan malu karena putrinya hamil, LM memutuskan membuat laporan kepolisi dan melaporkan pelaku.

"Saya berharap Polsek Kecamatan Tenayan Raya memberikan titik terang terhadap keluarga korban," harap LM.

LM mengatakan, sesuai hasil visum, anaknya telah dicabuli sebanyak 9 kali dan beberapa kali telah mendatangi Polsek Tenayan Raya.

Selat itu, korban juga telah dimintai keterangannya diiringi berkas laporan yang telah dilayangkan ke JPU (Jaksa Penuntut Umum). Namun sampai saat ini belum dapat titik ada terang terkait keberadaan pelaku meski pun sudah sebulan.

Padahal kata LM, informasi yang ia dapatkan dari tetangganya pernah melihat pelaku dimalam berkeliaran dilingkungan sekitar menggunakan sepeda motor, di malam hari.

"Tetanggaku pernah cerita, dia sempat melihat pelaku pada saat itu dia lewat dengan mamaknya tapi tidak tau kemana," ungkap LM.

Terakhir kata LM, karena telah melapor ke Polsek Tenayan Raya, pihaknya sering mendapat ancaman dan didatangi oleh keluarga pelaku.

Dihubungi terkait keterangan LM, Manapar menjelaskan,  saat ini pihaknya masih melakukan pencarian terhadap pelaku.

"Kita masih mencari keberadaan tersangka. Karena masih kabur dan sampai saat ini masih dilakukan pencarian, kami serius menangani perkara ini," katanya.***