BKSDA Curigai Sampel Nanas Dalam Lambung Gajah Hamil Tua Ditemukan Mati

BKSDA Curigai Sampel Nanas Dalam Lambung Gajah Hamil Tua Ditemukan Mati

Petugas gabungan BKSDA Riau dan Polsek Pinggir melakukan olah TKP gajah hamil tua ditemukan mati.

Beritariau.com, Pekanbaru - Balai Konservasi Sumbar Daya Alam (BKSDA) sedang berupaya memastikan penyebab kematian Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatrensis) yang ditemukan mati dalam kondisi hamil tua.

Gajah berusia lebih kurang 25 tahun ini ditemukan mati di areal lahan konsesi PT Riau Abadi Lestari, Desa Koto Pait Beringin, Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis, pada Selasa (24/5/2022) siang sekitar pukul 12.12 WIB.

Pertama ditemukan petugas tampak pada bagian hidung, mulut hingga anusnya gajah betina tersebut mengeluarkan darah, diduga akibat diracun.

Selain itu, hasil bedah organ dalam yang dilakukan tim medis juga ditemukan adanya buah nanas di dalam lambung gajah, yang diduga beracun.

"Kedepannya, kami dari BBKSDA Riau bersama Kepolisian akan melakukan langkah upaya hukum penyelidikan atas kematian gajah di areal konsesi perusahaan tersebut," ujar Plh Kepala BBKSDA Riau wilayah II Hartono.

Bahkan Hartono sampai mengatakan, kuat dugaan kematian gajah disebabkan akibat ulah orang tidak bertanggungjawab.

"Gajah ini mati akibat ulah orang tidak bertanggungjawab, namun akan kita pastikan dengan melakukan uji sampel di laboratorium di Balai Verteriner, Bukit Tinggi, Sumatera Barat," kata Hartono.

Menurut Hartono, gajah betina hamil tua ini merupakan bagian dari kelompok seruni. Dimana, saat ini totalnya sebanyak 17 ekor.

Sebelumnya, sebut Hartono, juga ada seekor gajah yang telah mati karena disentrum oleh orang tidak bertanggungjawab.***