Di Rohil, orang mampu dikasi duit PSKS, pemulung hanya gigit jari

Di Rohil, orang mampu dikasi duit PSKS, pemulung hanya gigit jari

Sarah (60), pengumpul botol bekas di Rokan Hilir tak dapat bantuan dana PSKS | Beritariau.com 2014

Beritariau.com, Rohil - Pelaksanaan Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) yang baru beberapa hari dimulai digelar di kantor pos Bagan Batu Rokan Hilir (Rohil), tampak buram akibat tak tepat sasaran. Sebab, warga yang pantas mendapat bantuan ternyata tak masuk dalam daftar.

Sarah (61) janda tua warga Jalan Bukit Pembangunan Bagan Batu yang sehari-hari bekerja pemulung dengan mengumpulkan botol plastik bekas air mineral ini mengaku tak mendapatkan bantuan dari program PSKS yang ditaja Pemerintah itu.

Saat ditemui wartawan, (2/12/14) di kediamannya, Sarah mempertanyakan kenapa dirinya tak mendapatkan bantuan. "Kok saya tak dapat bantuan ya, padahal, kerjaan saya sehari-hari cuma nyari botol plastik bekas yang hasilnya nggak pasti," akunya terheran.

Bahkan, diterangkannya, profesinya mengumpulkan barang bekas dimulai sehabis subuh hingga sore hari. Dari pekerjaan itu, uang yang diperoleh dari hasil penjualan jumlahnya tah seberapa.

"Setiap hari paling banyak saya dapat uang 10 ribu. Memang gak cukup, untung banyak tetangga yang kasihan sama saya dan selalu membantu saya," katanya menuturkan.

Kondisi ini sangat kontras berbeda saat pantauan dilokasi tempat pemberian dana PSKS di kantor Pos Bagan Batu, Sabtu (29/11/14). Saat itu, yang menerima dana PSKS banyak dari kalangan orang mampu. [Baca : Astaga! Warga berkalung Emas di Rokan Hilir kecipratan Dana PSKS]

Hal itu terlihat dari perhiasan emas yang dikenakan, si penerima dana PSKS terlihat masih muda-muda dan tampak sangat sehat. Bahkan, dandanannya pun cukup mentereng. Memakai perhiasan emas, saat mengambil dana PSKS.

Melihat kenyataan itu salah seorang warga Bagan Batu lainnya, Indra, merasa sangat miris.

"Saya heran kenapa orang yang masih mampu, masih muda dan sehat dapat dana PSKS, sedangkan Nenek Sarah yang memang benar-benar tak mampu kok tak dapat. Ini kan aneh. Sebenarnya kategori miskin itu seperti apa sih?," tutur Indra kesal.

Ia berharap, agar pemerintah benar-benar melakukan pendataan yang baik agar tak salah sasaran dalam penyerahan dana PSKS.

"Seharusnya, orang seperti ibu Sarah ini lah yang diutamakan dibantu. Jangan orang yang mampu yang dapat bantuan," harapnya.

Ia pun menilai, penerima dana PSKS yang sebenarnya tergolong orang mampu itu tak memiliki rasa kemanusiaan. Padahal, banyak lagi warga yang harus dibantu.

"Kepada yang masih mampu secara ekonomi punya empati sedikitlah. Jangan main terima-terima aja. Sementara masih ada orang yang benar-benar memerlukan bantuan tersebut," keluh Indra. [bim]

Tags :# politik