Barnas Kecam Tudingan Masinton Pasaribu Sebut LBP 'Brutus': Cerminan Buruk!

Barnas Kecam Tudingan Masinton Pasaribu Sebut LBP

INSET : Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Masinton Pasaribu dan Menko Marves Jend TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan | Dok : Beritariau.com | Jaya

Beritariau.com, Pekanbaru - Deklarator Barisan Nusantara (Barnas), Sandy Patriana Mahura mengecam ucapan salah satu anggota DPR RI dari Fraksi PDI-Perjuangan Masinton Pasaribu yang menyebut Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan sebagai 'Brutus' di dalam lingkaran Istana Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Sandy menilai, pernyataan dan tuduhan Masinton yang menyatakan Pak LBP adalah Brutus dalam konteks pemerintahan era Tiberius Julius Caesar Augustus-seorang Kaisar Romawi dari tahun 14- 37 masehi adalah seorang pengkhianat, pembunuh Kaisar Caesar yang bersekongkol dengan elit Roma dan anggota Senat.

“Pernyataan (Masinton) sangat tidak elok, ini merupakan cerminan buruk. Sebagai wakil rakyat dalam berkomunikasi mesti mengedepankan etika, bukan luapan emosi apalagi pernyataan di media,” kata Sandy dalam keterangan tertulisnya, Rabu (13/04/22).

Menurut Sandy, semua yang dilakukan seorang menteri tidak boleh melebihi kapasitasnya sesuai jabatannya, sehingga tidak ada peran tunggal seorang pembantu presiden.

Namun seorang pembantu seperti ketua partai presiden boleh dilindungi oleh para pembantu lainnya dari berbagai serangan publik. Hal itu sebagai bagian dari doktrin logika loyalitas.

“Seperti halnya Masinton melindungi Partai, Sekjen atau Ketua umumnya dari serangan publik. Itu bahkan menjadi kewajiban dasar seorang pengabdi yang jujur dan tulus,” katanya.

Oleh karena itu, Barnas menolak semua pernyataan dan tuduhan Masinton Pasaribu kepada LBP sebagai tidak berdasar dan penuh muatan politis dengan menganggap LBP sebagai Brutus.

“Masinton telah menyamakan posisi Ibu Megawati saat bersama Gus Dur. Masinton telah secara sistematis melakukan manuver pembusukan dan insinuasi politik secara serampangan dan gegabah,” tuturnya.

Kedepannya, Sandy Meminta semua pihak dalam koridor pemerintahan koalisi menjaga dan menafkahi persatuan dengan keikhlasan untuk saling menjaga bukan untuk saling menjatuhkan.

"Negeri ini memerlukan lebih banyak orang untuk bersatu daripada berseteru," tegas Sandy.(*)