Jawab Tuduhan Pengunjukrasa

Dituduh Korupsi dan Membunuh, Ini Kata Agung Nugroho

Dituduh Korupsi dan Membunuh, Ini Kata Agung Nugroho

Wakil Ketua DPRD Riau Agung Nugroho | DPRD Riau | Titus Puba Jaya

Beritariau.com, Pekanbaru - Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau, Agung Nugroho membantah sejumlah tuduhan pengunjuk rasa di Kejati Riau beberapa hari lalu yang mengatakan Agung Nugroho terlibat kasus Korupsi, Pembunuhan dan Kriminalisasi.

"Tuduhan fitnah Keji itu," tulis Agung kepada Beritariau.com, Jumat (19/03/22) melalui pesan singkat.

Kini, Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Riau itu tengah mempersiapkan dirinya untuk melawan fitnah itu melalui jalur hukum.

"Sekarang, saya pelajari langkah hukumnya (Tudingan)," tegas Agung.

Diberitakan sebelumnya, sekelompok pengunjuk rasa yang menamai dirinya Aliansi Mahasiswa Pekanbaru Bersuara (AMPB) menggelar Demo di kantor Kejati Riau untuk meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus dugaan Korupsi dan Pembunuhan keji Alm. Yusuf yang diduga dilakukan oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau, Agung Nugroho, Kamis, (17/03/2022).

Dalam aksi Demo tersebut, Kordinator Aksi, Cecep Pernama Galih, mengatakan aksi damai hari ini merupakan lanjutan dari aksi kemarin. Dia meminta aparat penegak hukum terutama Kejati Riau dan Kepolisian untuk mengungkap kasus dugaan Korupsi dan Pembunuhan seorang bayi berusia 2 (dua) bulan bernama Alm. Yusuf Ramadhan yang diduga dibunuh oleh Agung Nugroho.

”Ini harus diungkap, Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau, Agung Nugroho yang telah menyalahgunakan jabatannya yaitu dugaan korupsi Alat kesehatan (Alkes) dan obat kadaluarsa di RSUD Kampar Tahun Anggaran 2020/2021," ujar Cecep.

Selaian itu, Cecep juga meminta aparat penegak hukum untuk memproses kasus pembunuhan keji Alm. Yusuf yang berumur 2 bulan yang diduga merupakan anak hasil hubungan gelap antara Agung dengan Gisella yang saat ini berada di Jakarta.

"Terakhir, kami meminta penegak hukum untuk usut kasus dari Agung Nugroho dengan menjebloskan Gisella (istrinya) ke dalam penjara dengan cara menjebak dan menitipkan narkoba ke dalam mobilnya Gisella,” kata Cecep. (*)