Polresta Dumai Ciduk 7 Orang Preman Pungli Sopir Truk

DIAMANKAN - Polresta Kota Dumai berhasil mengamankan 7 orang preman yang diduga melakukan pungutan liar (pungli) terhadap sopir truk dan ODOL | Ist

Beritariau.com, Dumai - Polresta Kota Dumai berhasil mengamankan 7 orang preman yang diduga melakukan pungutan liar (pungli) terhadap sopir truk dan ODOL yang melintas di sekitaran Kelurahan Lubuk Gaung, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai, Riau.

Kapolres Dumai AKBP Andri Ananta Yudhistira, dalam konfrensi pers yang dilakukan, Minggu (13/06/2021) mengatakan, aksi premanisme yang dilakukan oleh 7 orang pelaku tersebut yakni melakukan pungutan terhadap kendaraan besar seperti truk dan ODOL yang melintas dengan menggunakan karcis pada Sabtu (12/06/2021) malam.

"Harga setiap karcis bervariasi antara Rp 10.000 hingga Rp 15.000. Peran dari pelaku masing-masing berbeda," kata Andri.

Adapun pelaku berinisial JN (50) berperan sebagai Ketua Koperasi dan orang yang mempekerjakan anggota koperasi dalam kegiatan pungli serta orang yang menerima hasil dari kegiatan pungli.

Kemudian pelaku berinisial AM (26) berperan sebagai tukang kutip dan pengumpul uang pungli dari JH (19) dan hasil kutipan tersebut kemudian disetor kepada AR (53) dan JF (38) yang berperan sebagai koordinator lapangan yang menerima hasil pungli.

Kemudian pelaku lainnya berinisial HB (42) dan HM (52) memiliki peran sebagai koordinator lapangan yang menerima hasil sekaligus menyelesaikan persoalan apabila ada sopir yang komplain.

"Modus operasi yang dilakukan para pelaku ini dengan meminta uang kepada para sopir sebagai uang jasa penyiraman jalan. Dan jika tidak diberi, maka supir tidak dibolehkan lewat untuk menuju area perusahaan," jelas Andri.

Selain mengamankan 7 orang pelaku, polisi juga mengamankan Barang Bukti (BB) yakni uang tunai yang diduga hasil pengutipan liar dari para supir senilai Rp 2.716.000 serta karcis jasa penyiraman jalan dan karcis jasa parkir tepi jalan umum.

"Ketujuh orang ini dijerat pasal 368 Jo 335 KUHPidana tentang tindak pidana pemerasan dan pengancaman," tutupnya.

Terkait