Komisi II Panggil Bapenda Pekanbaru Bahas Sektor Garapan PAD Tahun 2021

RDP - Komisi II DPRD Pekanbaru, menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Bapenda Pekanbaru guna membahas peningkatan PAD Tahun 2021 | Istimewa

Beritariau.com, Pekanbaru - Komisi II DPRD Pekanbaru, memanggil Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru dalam rapat perdananya di ruangan Komisi II, Senin (11/01/2021).

Dari pembahasan rapat tersebut, sektor realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2021 dipertanyakan oleh Komisi yang membidangi masalah perekonomian tersebut.

Komisi II juga memberikan masukan dalam mendongkrak PAD baik sektor pajak hotel, rumah makan, tempat hiburan dan sektor pajak lainnya.

"Informasi yang kita ketahui banyak wajib pajak yang melakukan penunggakan atau tidak membayar pajak," kata Ketua Komisi II DPRD Pekanbaru, H Fathullah, usai RDP.

Politisi Gerindra ini berharap, Bapenda Kota Pekanbaru, lebih konsisten lagi dalam mendongkrak realisasi PAD tahun 2021 agar target sebesar Rp 839 miliar lebih, bisa tercapai.

"Bapenda kita dorong agar bekerja lebih maksimal dan memberi warning keras kepada objek pajak yang selama ini yang dinilai lalai dalam menjalanlan kewajibannya.

"Kita support pemerintah agar maksimal dalam target PAD tahun 2021. Dan tak ada alasan Covid lagi. Makanya kita dorong Bapenda agar setiap pelaku usaha atau objek pajak harus taat bayar pajak," pintanya.

RDP dipimpin oleh Ketua Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, H Fatullah didampingi Sekretaris Komisi, Dapot Sinaga dan anggota komisi, Eri Sumarni, Munawar dan Muhammad Sabarudi. Sementara itu, dari Bapenda dihadiri oleh Sekretaris Bapenda, Adrizal didampingi jajaran stafnya.

Sekretaris Bapenda Pekanbaru, Adrizal, usai RDP mengakui, capaian PAD di Bapenda Pekanbaru saat ini masih sangat rendah mengingat situasi pandemi Covid-19 masih terjadi dan banyaknya pelaku usaha dan wajib pajak (WP) yang ikut terdampak.

"Untuk strategi dalam mendongkrak pendapatan dari objek pajak saat ini, kita akan coba menggunakan program yang lama dan kita yakini sangat ampuh untuk meningkatkan PAD," paparnya.

"Program yang selama ini bagus masih tetap kita lanjutkan. ke depan kita fokus pada pendataan-pendataan objek pajak baru dan penagihan terhadap hutang piutang yang ada di masing-masing wajib pajak," pungkasnya. [Red]