Mahasiswa UPP Desak Kejati Riau Tangkap Cabup Rohul

Penulis : user | Jumat, 20 November 2020 - 19:52 WIB

Beritariau.com, Pekanbaru - Puluhan mahasiswa Universitas Pasir Pengaraian (UPP) mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau segara manangkap salah seorang calon Bupati Rokan Hulu (Rohul) Hafith Syukri.

Pasalnya, Hafith yang merupakan Ketua Yayasan Pembangunan Rohul (YPPR) diduga telah melakukan tindak pidana korups berupa penggelapan uang kuliah mahasiswa bernilai Rp 6,5 miliar.

Desakan itu sampaikan dalam aksi demonstrasi di gerbang kantor Kejati Riau, Jumat (20/11/2020) siang. Dalam aksi itu, para demonstran membeberkan sejumlah bukti penggelapan dana mahasiswa bersangkutan.

“Uang kuliah mahasiswa yang semestinya digunakan untuk operasional kampus,  gaji dosen dan karyawan, justru disalahgunakan ketua yayasan bernama Hafih Syukri untuk kepentingan pribadi," teriak Irwansyah Tambusai,  Koordinator Alumni dan Mahasiswa UPP dalam orasi di Kejati Riau.

Akibat kasus korupsi ini, urai Irwansyah Tambusai, sejak Januri 2020, gaji para dosen dan karyawan UPP hanya bisa dibayarkan sebesar hanya 50 persen dari yang seharusnya. Kampus UPP, kata dia, sebenarnya telah lama bergejolak. 

Irwansyah membeberkan, berdasarkan data transaksi dari rekening yayasan YPPR di Bank Mandiri, dalam kurun waktu Juni 2017 hingga Maret 2020, Hafith Syukri bekerjasama dengan bendahara yayasan, Afrizal Anwar telah melakukan tarik tunai dan transfer sesuka hati mereka. 

Sementara mantan Bupati Rohul dua periode, Achmad yang menjabat sebagai dewan pembina yayasan, terkesan mendiamkan masalah ini.
Misalnya, kata Irwansyah, pada 14 Juni 2017 terjadi penarikan uang sebesar Rp 900 juta yang dilakukan oleh Ade Permana. Pada tanggal 20 Februari 2018, dilakukan penarikan sebesar Rp 1 miliar atas nama Ardison Anwar. Lalu pada 5 Maret 2018, lagi-lagi terjadi penarikan sebesar Rp 1 miliar antas nama Yedix.

Bendahara Yayasan, Afrizal Anwar seperti tak mau ketinggalan. Tanggal 4 Mei dan 28 Juni 2018, dia melakukan tarik tunai masing-masing sebesar Rp 290 juta dan Rp 300 juta. Total dana Rp 590 juta telah digunakan Afrizal Anwar untuk kepentingan pribadinya.

Lantas bagaimana dugaan keterlibatan ketua yayasan, Hafith Syukri. Tercatat pada 15 Januari 2019, Hafith Syukri yang kini calon Bupati Rohul di Pilkada berpasangan dengan Erizal, melakukan transfer dari rekening yayasan ke rekening bank lain sebesar Rp 150 juta untuk uang muka pembelian satu unit mobil tronton. Pada 9 Mei dan 19 Agustus 2091, Hafith Syukri juga tercatat melakukan tarik tunai Rp 100 juta.

Irwansyah Tambusai menambahkan, tahun 2020 dugaan penggelapan dana mahasiswa yang dikola yayasan masih terus berlanjut. Dari data transaksi rekening diketahui, pada 5 Februari, Hafith Syukri kembali melakukan tarik tunai sebesar Rp 50 juta. 
Berdasarkan data mutasi uang yang dipaparkan oleh Irwansyah Tambusai, dalam rentang waktu Juni 2017 hingga Maret 2020, total dana Rp 6,5 miliar diduga telah digelapkan untuk kepentingan pribadi para pengurus yayasan. 

“Kami mendesak penyidik Kejati Riau, segara memeriksa dan menangkap Hafith Syukri. Perilakunya yang korup bertolak belakang dengan citra calon bupati agamis dengan pura-pura memakai jubah dan sorban, yang coba dia bangun selama masa kampanye Pilkada Rohul,” tegas Irwansyah. *

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :