UMKM Tambak Ikan Lele di Panam Pekanbaru Tak Pernah Dapat Bantuan Pemerintah

Penulis : admin | Kamis, 22 Oktober 2020 - 17:38 WIB

UMKM - Pelaku UMKM tambak bibit Lele di Kecamatan Tampan, Pekanbaru, Nur Laily | Istimewa

Beritariau.com, Pekanbaru - Bantuan Presiden (Banpres) produktif bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, ternyata sudah melalui mekanisme dan prosedur yang ketat.

Meski tidak semua yang mendapatkan, beberapa pelaku UMKM di Pekanbaru mengaku kecewa karena tidak mendapatkan bantuan hibah uang tunai sebesar Rp2,4 juta tersebut.

"Padahal saya dan teman sesama UMKM mendaftar di hari dan jam yang sama. Tapi nama saya tidak masuk," ucap Nur Laily, salah satu pelaku UMKM budidaya tambak ikan ini, bercerita kepada beritariau.com, Kamis (22/10/2020).

Warga di Kecamatan Tampan ini, sudah melakoni pekerjaan budidaya bibit lele sejak 1 tahun. Dia bercerita, sejak ditetapkan pandemi Covid-19, apapun jenis bantuan pemerintah yang dikucurkan tidak pernah dia dapatkan.

"Usaha saya beginilah mas, bukak tambak ikan bibit lele pakai terpal. Kemarin ada kucuran bantuan dari pemerintah, saya coba nggak masuk. Ini saya ajukan bantuan UMKM juga tidak dapat," katanya lirih.

Diketahui, program pemerintah untuk membantu pelaku UMKM yang terkena dampak pandemi Covid-19 itu, dikhususkan bagi mereka (UMKM,red) yang unbankable.

Bantuan ini diketahui langsung diberikan kepada pengusaha mikro yang benar-benar memenuhi persyaratan dan lolos tahapan dan verifikasi yang ketat.

Anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, Roem Diani Dewi SE MM, mengatakan, dalam bantuan hibah yang ditujukan kepada pelaku UMKM itu, pemerintah mengacu kepada sumber data yang kredibel.

"Sumber data ini bukan hanya dari pelaku UMKM dan instansi dinas terkait saja yang mengajukan, ada juga keterlibatan pihak perbankan," terangnya.

Politisi Demokrat yang membidangi keuangan dan perekonomian ini, beberapa waktu lalu mengunjungi Kementrian Koperasi dan UMKM RI. Dari kunjungan kerjanya di Jakarta itu, diketahui, ada 100 ribu lebih pelaku UMKM yang mengajukan bantuan di Provinsi Riau.

"Datanya sudah diverifikasi dan yang dibantu UMKM terdampak Covid-19 ini hanya 25 ribu orang pelaku usaha," jelasnya.

Soal adanya bantuan pada Gelombang kedua, pihaknya meragukan hal tersebut. Sebab, yang dibantu secara berkala adalah UMKM yang terdata sebanyak 25 ribu orang tersebut.

"Kalau menurut saya, pemerintah akan memberikan dan melanjutkan lagi bantuan kepada data yang sudah ada. Sebab, stimulus yang diberikan sampai berdampak kepada kemajuan ekonomi UMKM," pungkasnya. [Bam]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :