Galeri Foto Hearing DPRD Pekanbaru

Buntut Laporan "Mengcovidkan" Pasien, Diskes Pekanbaru & RS Ibnu Sina, Dipanggil Komisi III

Buntut Laporan "Mengcovidkan" Pasien, Diskes Pekanbaru & RS Ibnu Sina, Dipanggil Komisi III

HEARING - Suasana hearing Komisi III DPRD Pekanbaru dengan Diskes Pekanbaru, terkait penanganan covid-19 di Kota Pekanbaru, Selasa (20/10/2020) pagi. | Beritariau.com2020

Beritariau.com, Pekanbaru - Buntut laporan salah satu keluarga pasien yang dituduh positif Covid-19 ke polisi beberapa waktu yang lalu, Komisi III DPRD Pekanbaru, Selasa (20/10/2020) pagi, memanggil Diskes Pekanbaru dan manajemen RS Ibnu Sina Pekanbaru.

Hearing digelar dua kali dengan waktu berbeda ini, dipimpin Ketua Komisi III Yasser Hamidy serta anggota Komisi III Irman Sasrianto, H Ervan, Kartini dan Jepta, di ruang Komisi III.

Hadir perwakilan Diskes yakni Sekretaris Diskes Zaini Rizaldi beserta staf, serta Direktur RS Ibnu Sina dr Amiral Amran dan stafnya.

Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru Yasser Hamidy, mengatakan, pemanggilan ini guna menggali informasi lebih dalam tentang adanya dugaan tes covid-19 palsu yang dilaporan salah satu keluarga pasien beberapa waktu yang lalu.

"Rapat ini ingin mengetahui kasus yang menimpa RS Ibnu Sina yang dilaporkan dan diduga mengcovidkan pasiennya," kata yasser.

Untuk kasus almarhumah pasien atas nama Wirsamsiwarti, Diskes Pekanbaru dalam keterangan di Komisi III sudah memberikan penjelasan. Bahkan, Puskesmas sudah menjalankan protap sesuai tugasnya.

"Kalau pun ada kesalahan data yang diberikan hasil pemeriksaaan, kita nanti dari komisi III juga akan mengkroscek ke Puskesmas. Apakah pasien ini pernah diperiksa di Puskesmas tersebut, " janjinya.

Hasil RDP bersama Diskes Pekanbaru dan manajemen RS Ibnu Sina ini, pihaknya mengharapkan agar ke depan, diskes lebih berhati-hati dan selektif dalam memprioritaskan penanganan pasien. Terutama dalam memastikan pengecekan sakit bawaan pasien, sebelum terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

"Apalagi masyarakat Pekanbaru yang menderita penyakit bawaan, harus diperiksa lebih awal. Sehingga hasilnya bisa diketahui negatif atau positif, " paparnya.

FOTO : Jajaran Diskes Kota Pekanbaru, Yang Hadir Dalam Rapat di Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Yang Membahas Persoalan Pasien Covid-19.

Untuk penggesaan pembelian alat PCR laboratorium, Komisi III juga meminta agar segera direalisasikan. Jika perlu dalam bulan Oktober ini, sudah bisa dioperasionalkan, agar penanganan kasus covid lebih maksimal.

FOTO : Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Yasser Hamidy (Kiri Tengah) Memimpin Jalannya Rapat Bersama Diskes Pekanbaru.

Sementara itu, Sekretaris Diskes Pekanbaru, Zaini Rizaldi, mengungkapkan, bahwa alat PCR laboratorium yang akan dibeli pihaknya, kini sudah berada di Tanah Air. Dia memperkirakan dalam pekan ini, atau paling lambat Bulan Oktober ini, sudah tiba di Pekanbaru.

FOTO : Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Melihat Data-Data Pasien Covid-19 Serta Tracking Dari Pasien Yang Diduga Di Covidkan.

"Jadi nanti, setelah alat ini sampai, kita cek semuanya. Karena alat PCR ini kita siapkan nantinya bisa menahan virus tidak kemana-mana. Hanya di ruang itu saja. Ini juga untuk keselamatan petugas kita dan masyarakat lainnya," terang Zaini.

FOTO : Rapat Komisi III Bersama Diskes Pekanbaru, Berlangsung Dengan Alot, Dalam Membahas Pasien Yang Diduga di Covidkan.

Sementara itu, RS Ibnu Sina Kota Pekanbaru membantah tudingan yang menyebutkan bahwa pihaknya sengaja menetapkan status positif Covid-19 kepada pasien yang negatif virus corona.

FOTO : Sekretaris Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Jepta Sitohang (Kiri), Mempertanyakan Persoalan Kasus Pasien Yang Diduga Dicovidkan Dan Telah Mencuat Di Pemberitaan.

Kepada Komisi III DPRD Pekanbaru, Direktur RS Ibnu Sina, dr Amiral menegaskan, bahwa pasien atas nama Wirsamsiwarti statusnya adalah negatif Covid-19, hal tersebut diketahui dari hasil swab yang sudah dua kali dilakukan. "Itu tidak benar mengcovidkan, tidak ada," singkatnya.


FOTO : Suasana Rapat Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Bersama Manajemen RS Ibnu Sina Pekanbaru Terkait Dugaan Pasien Yang Di Covidkan.

Disebutkannya lebih detail, bahwa kemungkinan ada data lain yang diluar dari kemampuan pihak rumah sakit, yang menyebutkan bahwa pasien tersebut meninggal karena Covid-19.

FOTO : Jajaran Manajemen RS Ibnu Sina Yang Hadir Dalam Rapat Komisi III DPRD Kota Pekanbaru.

"Untuk data dari rumah sakit kita, yang diberikan ke Diskes, InsyaAllah data yang benar," tegasnya. (*)