Enam Bulan Insentif Penggali Kubur Tak Dibayar, Victor : Kadisnya Tak Benar Ini

Penulis : admin | Senin, 05 Oktober 2020 - 23:44 WIB

Anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi PDIP, Victor Parulian | Beritariau.com2020

Beritariau.com, Pekanbaru - Kabar mengenai Insentif penggali mayat covid-19 belum dibayarkan Dinas Perkim Pemko Pekanbaru selama enam bulan, langsung membuat Anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi PDIP, Victor Parulian geram.

Dia minta supaya Walikota Pekanbaru Firdaus MT bertindak tegas terhadap OPD yang diberikan kewenangan, dalam hal jni Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) untuk diberikan sanksi tegas.

"Kalau sudah enam bulan belum juga dicairkan insentifnya ini membuktikan bahwa kepala Dinas Perkim ini tidak benar, kemana hatinya ini, apa aja kerjanya, " tegas Victor, kepada wartawan, Senin (05/10/2020).

Dalam penegasannya, informasunya, insentif yang belum dibayarkan tersebut selama 6 bulan. Meski insentif penggali kubur perharinya hanya Rp 200 ribu, namun sangat diharapkan para penggali kubur tersebut.

"Pekerja itu tiap hari gali kubur, capek dan ada aspek sosialnya sangat luar biasa, coba dong perhatiannya pak Kadis!," tegas Victor lagi.

Dikatakan Victor, leading sektor dari Pemko kan sudah jelad, penanggungjawab pembayaran insentif penggali kubur covid-19 ini, menjadi tanggungjawab Dinas Perkim Pekanbaru. Ditambahkannya lagi, alasan Dinas Perkim masih mencari rujukan regulasinya, dinilai hanya mencarikan alasan saja.

Sebab, perekrutan tenaga penggali kubur ini dipastikan tidak mendadak dipekerjakan. Namun sudah melalui pembahasan yang panjang, sehingga mereka direkrut.

"Yang kita jadi heran, kalau anggaran untuk seremonial, bisa cepat dicairkan. Apalagi pembelian masker dan sejenisnya, anggaran langsung keluar. Tapi giliran anggaran penggali kubur, seperti dicari-cari alasan, ada apa ini. Penggali kubur tupoksinya jelas," tegasnya.

Ditambahkan Victor lagi, Dinas Perkim Pekanbaru, jangan mencari tumbal untuk pembenaran kelalaian kerjanya. "Harusnya mereka berpikir, bagaimana dampak penggali kubur covid-19 ini di tengah masyarakat, " terangnya.

Belum lagi masalah keluarga para penggali kubur ini yang kemungkinan besar disisihkan warga lainnya, karena suaminya jadi penggali kubur covid-19.

"Sudah lah, Dinas Perkim jangan bodoh-bodohi masyarakat lagi. Regulasi apa yang mau dicari. Ini kan jelas, para penggali kubur ini bagian dari penanganan covid-19 di Kota Pekanbaru ini. Atau kita jadi khawatir, anggaran untuk mereka ini dialihkan dulu ke hal lain," tegasnya geram.

Untuk diketahui, persoalan ini sudah menjadi pembahasan nasional, dan membuat malu Pemko Pekanbaru, dia meminta agar Walikota Pekanbaru turun tangan.

Sebab, tidak mungkin anggaran penanganan covid-19 yang sudah disiapkan Rp 115 miliar di Kota Pekanbaru ini, terlupakan untuk pembayaran insentif penggali kubur covid-19.

"Malu kita karena ulah oknum Dinas ini, nama baik Pemko Pekanbaru tercoreng. Jika memang ada oknum bermain, langsung ditindaktegas aja pak Wali," pintanya.

Babe juga meminta, agar dalam pekan ini, semua insentif penggali kubur covid-19, dibayar lunas, tanpa dicicil.

Sebelumnya, Kadis Perkim Pekanbaru Ardani mengaku, untuk pencairan anggaran tersebut terjadi kendala yaitu, masalah dasar hukum dalam melakukan pencairan tersebut. 

"Kami sudah usulkan. Tapi kan ada mekanismenya. Kami lakukan usulan biaya kemudian Inspektorat melakukan review. Saat itu mungkin Inspektorat mencari dasar hukum. Kami sampaikan permenkes dan pergub. Karena ini kan bukan untuk pegawai juga," katanya. [Red]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :