Pilkada Serentak 2020:

Bansos dan Hibah Rawan Diselewengkan oleh Patahana

Penulis : user | Rabu, 02 September 2020 - 12:24 WIB

Taufik, Koordinator Advokasi Fitra Riau.

Beritariau.com, Pekanbaru -- Jelang penyelenggaraan PIlkada serentak di 9 Kabupaten dan Kota di Riau, 9 Desember 2020, pengunaan dana hibah dan bansos rawan untuk diselewengkan.

Koordinator Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Riau Taufik dalam siaran pers yang diterimaka Beriariau.com,  menyebutkan potensi penyelewengan itu besar terjadi mengingat setidaknya ada  petahana akan kembali bertarung di Pilkada itu nanti.

“Setidaknya terdapat 5 daerah yang potensial patahana, baik bupati ataupun wakil bupati.Mereka akan maju kembali di Pilkada serentak bulan Desember nanti," ungkapnya.

Indikasi bansos atau hibah ini akan disalahgunakan patahana untuk kepentingan politiknya terlihat dari penanggaran dana bansos dan hibah yang cukup signifikan.

Tengok saja  anggaran hibah di APBD tahun anggaran 2020. Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) dan Kabupaten Bengkalis, misalanya, alokasinya lebih dari Rp.101 miliar dengan komposisi kurang dari 50 persen digunakan untuk penyelengaraan Pilkada, KPU dan Bawaslu.

“Ini berarti  Bengkalis dan Rohil ini memiliki kerawanan yang tinggi, karena masih ada lebih dari Rp.45 miliar anggaran hibah di luar KPU dan Bawaslu,” kata Taufik.

Pun untuk bansos berpotensi untuk diselewengkan meski tidak semua daerah yang mengalokasikannya. Bansos masih ada dianggarandi  Kabupaten Siak dan Rohil, masing masing Rp.36 miliar dan Rp.9 miiar.

''Oleh karena itu, Fitra Riau meminta Bawaslu Kabupaten dan jajarannya hingga ke tingkat kecamatan dan desa, memaksimalkan pengawasan. Jangan tergiur tawaran kompromi dalam setiap pelanggaran Pilkada,'' pungkasnya. (Den)

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :