Akal Bulus Ardi si Pencabul, Annisa Dipaksa "Gituan" di Kebun Sawit

Ilustrasi | Beritariau.com 2014
Beritariau.com, Kampar - Aksi pencabulan kembali terjadi di Kabupaten Kampar. Nampaknya, areal kebun sawit jadi pilihan favorit para pelaku. Modusnya pun berbeda-beda.
Kali ini, seorang gadis belia usia dibawah umur menjadi korban. Annisa (nama samaran), warga Desa Muara Mahat Baru Kecamatan Bangkinang Seberang, mengaku sejak bulan September 2014 lalu, sering dijadikan pelampias nafsu syahwat Ardi, si pelaku.
Kenikmatan terakhir Ardi mencabuli Annisa jatuh pada Selasa (11/11/14) kemarin di areal kebun sawit. Perih yang dialami Annisa itu pun akhirnya diketahui sang Ibu, Bu Yeyen (nama samaran) dan berujung jadi laporan polisi.
"Pelapor (Ibu Korban) telah melaporkan ke Polres Kampar. Sekarang dalam penyelidikan kepolisian," kata Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo, Rabu (12/11/14).
Data dikepolisian menyebutkan, aksi Ardi terakhir terjadi pada Selasa (11/11/14) sekitar pukul 18.30 WIB. Dimana sebelumnya, pada pukul 17 30 WIB, Annisa ke rumah sahabatnya berinisial Tri, di Desa Sei Lembu Makmur Kecamatan Bangkinang Seberang.
Karena Tri tak dirumah, Annisa pulang ke rumahnya di Desa Muara Mahar Baru. Ternyata, saat itu, Ia sudah dibuntuti oleh Ardi si pencabul. Sebelum tiba di rumah setelah memasuki Desa itu, tiba-tiba, sepeda motor yang ditunggangi Annisa, kehabisan bahan bakar alias bensin.
Apes bagi Annisa. Ardi si Pencabul pun melancarkan akal bulusnya. Ardi pun menghampiri Annisa dan mengaku sedang kebetulan melintas di jalan itu. Dengan modus menolong memberikan bensin motornya kepada Annisa, akal bulus Ardi berhasil. Setelah motor Annisa diisi bensin, Ardi mengajaknya jalan.
Karena dipaksa, Annisa tak kuasa menolak. Dengan menggunakan sepeda motor Annisa, mereka pun boncengan. Ternyata, Annisa dibawa ke areal kebun sawit di Dusun Simpang 111 Bukit Payung Desat Muara Mahat Baru. Disitulah Annisa dipaksa melayani hasrat seks si pencabul itu.
"Korban dipaksa Terlapor utk melakukan Hubungan Suami Istri," ungkap Guntur.
Tak tahan diperlakukan seperti itu terus, akhirnya, Annisa menyampaikan perih yang dialaminya itu ke Ibunya, Yeyen. Geram atas perilaku Ardi, Yeyen langsung melaporkan kejadian itu ke polisi. [Pan]

