Selamat Jalan Pelda Anumerta Rama Wahyudi

Penulis : user | Jumat, 03 Juli 2020 - 20:27 WIB

Beritariau.com, Pekanbaru - Salvo atau tembakan penghormatan militer memecah hening di Taman Makam Pahlawan Kusuma Dharma, Kota Pekanbaru, Riau, Jumat siang. 

Tembakan itu juga berarti menjadi tatapan terakhir bagi Nita dan ketiga anaknya yang masih kecil kepada suami dan ayah tercinta mereka, Pembantu Letnan Dua Anumerta Rama Wahyudi. 

Tangis Nita semakin tak tertahankan ketika sejumlah prajurit TNI secara perlahan memasukkan jenazah Rama ke liang lahat. Ketiga anak mereka hanya tertegun memandangi peti mati itu mulai tertutupi tanah. 

Rama Wahyudi gugur saat menjalankan tugas misi pengamanan MONUSCO di Republik Demokratik Kongo. Dia meninggalkan seorang istri dan tiga anak yang masih kecil di kampungnya Kabupaten Kampar, Riau. 

Kepulangan Rama Wahyudi dari Kongo ke kampung halamannya di Kilometer 6 Jalan Garuda Sakti, Kecamatan Tapung Hulu, Kampar, Riau berjalan cukup alot. Prajurit Denpal Pekanbaru di bawah satuan Komando Resor Militer 031 Wirabima itu tewas 22 Juni 2020 lalu. Namun, baru tadi malam dia tiba di Indonesia untuk selanjutnya diterbangkan ke Pekanbaru, Jumat hari ini. 

Usai disambut secara militer di Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin, jenazah Rama Wahyudi dibawa ke rumah duka. Isak tangis pecah seketika jenazah tiba. Terutama Nita, yang berulang kali memeluk peti jenazah Rama Wahyudi. 

Sekitar pukul 14.30 WIB, Rama Wahyudi dibawa ke TMP Kusuma Dharma Pekanbaru. 
Pemakaman secara militer itu dipimpin langsung oleh Pangdam I Bukit Barisan, Mayjen TNI Irwansyah.

Pemakaman dilakukan secara militer, diawali tembakan salvo jenazahnya dimasukkan ke liang kubur. 

Nita berusaha tegar dan menguatkan diri saat menaburkan bunga untuk suami tercintanya itu. Gubernur Riau, H Syamsuar, Danrem  031 Wirabima, Brigjen TNI M Syech Ismed, Danlanud Roesmin Nurjadin Marsekal Pertama TNI Irianto Moningka dan Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi juga melakukan hal yang sama. 

Anita, istri almarhum didampingi tiga orang anaknya terlihat tegar melepas kepergian suaminya. Meski begitu air mata tetap mengalir di pipinya yang sebagian ditutupi masker.

"Kita sudah mengantarkan almarhum ke tempat terakhir. Kita doakan almarhum diterima di sisi-Nya. Mari kita lepas kepergian beliau dengan kesabaran, ketabahan dan keimanan yang kuat," kata Pangdam I  BB, Mayjen Irwansyah, dalam sambutannya dilansir Antara.

Kepada keluarga Pelda Anumerta Rama, Pangdam menyampaikan belasungkawa dan penghargaan setinggi-tingginya atas jasa almarhum menjaga perdamaian dunia.

Perwakilan keluarga Pelda Anumerta Rama tak kuasa menahan rasa sedih atas kepergian almarhum. Namun juga mengaku bangga atas kepergian almarhum  yang meninggal dunia dalam misi perdamaian dunia. 

"Terima kasih setinggi-tingginya atas keterlibatan semua pihak yang telah membawa pulang almarhum," kata perwakilan keluarga.

Rama Wahyudi yang sebelumnya berpangkat Sersan Mayor merupakan prajurit angkatan darat asal Kabupaten Kampar, Riau. Rama gugur usai serangan kelompok bersenjata saat menjalankan tugas misi sebagai pasukan perdamaian PBB di wilayah Republik Demokratik Kongo, Afrika pada 22 Juni 2020 lalu. 

Komandan Satgas Kizi TNI Konga XX-Q/Monusco Letkol Czi M P Sibuea, mengatakan Serma Rama Wahyudi gugur karena serangan kelompok bersenjata saat menjalankan tugas misi sebagai pasukan perdamaian PBB di wilayah Republik Demokratik Kongo, Afrika.

"Gugurnya prajurit TNI atas nama Serma Rama Wahyudi dan satu orang prajurit TNI yang terluka diakibatkan oleh serangan kelompok bersenjata di wilayah Makisabo, Kongo, Afrika pada Senin (22/6) pukul 17.30 waktu setempat," kata Sibuea dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Rabu.

Peristiwa tersebut terjadi pada saat tugas pengiriman ulang logistik ke Temporary Operation Base (TOB) bagi prajurit Satgas Kizi TNI Konga XX-Q/Monusco yang melaksanakan pembangunan jembatan Halulu sebagai sarana pendukung bagi masyarakat setempat.

"Namun, ketika perjalanan kembali ke COB (Central Operation Base), terjadi penghadangan dengan dihujani tembakan ke arah konvoi kendaraan angkut personel yang dikawal oleh dua unit kendaraan tempur APC Malawi Batalyon di wilayah Makisabo," kata Sibuea.

Serangan mendadak tersebut diduga dilakukan oleh Allied Democratic Forces (ADF), kelompok bersenjata yang berkonflik dengan pemerintah Republik Demokratik Kongo.

Serma Rama Wahyudi meninggal dunia akibat terkena tembakan yang menembus dada atas sebelah kiri, sementara satu prajurit TNI lainnya yang terluka saat ini mendapat perawatan di Rumah Sakit Level III Goma Monusco.

 

 

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :